Dear friends, if you ask:
"What happened in Indonesia?”
I’d like to inform you that there is currently a human rights violation happening
Police & military brutality acts on women, journalists, and medical team. It's also reported that they're targetting victims in hospitals😔
Daftar sayuran cepat panen, boleh cobain nanam di rumah :
1. Bayam 🌿
Panen sekitar 20-30 hari
Mudah ditanam dan cepat tumbuh, cocok untuk pemula.
2. Selada
Panen sekitar 30-45 hari
Dapat tumbuh di pot atau lahan kecil, ideal untuk kebun rumah.
3. Kangkung 🌱
Panen sekitar 21-30 hari
Sayuran air yang mudah tumbuh dengan hasil panen cepat.
4. Sawi Pakcoy 🥬
Panen sekitar 30-35 hari
Tumbuh dengan cepat dan sering digunakan dalam masakan Asia.
5. Sawi Caisim 🥬
Panen sekitar 30-40 hari
Salah satu varian sawi yang populer dan sangat cepat tumbuh.
7. Daun Bawang
Panen sekitar 30-40 hari
Cocok ditanam di pot kecil, dan bisa dipanen berkala.
Thanks 𝕏 . #EatSimple
Mana anjir perwakilan kita ini? Kursi nyaman, meja bagus, fasilitas ok, korden milyaran, mobil mewah, rumah dapet,
benefitnya diambil semua, tapi jobdesc-nya ga terpenuhi?
Apa sih bahayanya orde baru? Kenapa kok pada takut dengan UU TNI ini makin mendekati untuk kembali ke Orba?
Mungkin banyak temen-temen yang ga pernah ngerasain orba (aku ngerasain juga bentar doang)
Tapi pada 5 Agustus 1989, Mahasiswa ITB melakukan protes terhadap kunjungan Menteri dalam Negeri saat itu, Jenderal Rudini.
6 Mahasiswa Dipenjara, 8 ditangkap, 11 Dikeluarkan. Dan sebelum diadili di pengadilan, mereka diculik dan disiksa terlebih dahulu.
Trading Halt dan Potensi Lengsernya Prabowo
18 Maret 2025 menjadi hari yang mungkin akan dicatat sebagai sejarah bagi banyak orang di Indonesia, khususnya pelaku saham. Pada pukul 11:19 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk lebih dari 5%, turun 325,03 poin ke angka 6.146,91. Atas anjloknya harga saham, BEI harus menghentikan perdagangan sementara (trading halt), sesuatu yang terakhir kali terjadi saat pandemi COVID-19 melanda di Maret 2020.
Bayangkan, pasar saham yang biasanya ramai tiba-tiba “diam” karena semua panik. Namun, fenomena ini bukan hanya tentang saham atau uang di dompet para investor. Fenomena yang terjadi hari ini, berkaitan dengan cerita tentang hidup kita sehari-hari. Misalnya, harga beras yang naik, pekerjaan yang goyah, sampai harapan yang mulai pudar. Nah yang menjadi pertanyaan, “Apa yang sebenarnya terjadi di pasar saham?”.
Kalian bisa membayangkan kalau IHSG diibaratkan seperti termometer yang mengukur kesehatan ekonomi kita, dari akhir 2024 di angka 7.163, sekarang menjadi 6.146, turun lebih dari 11% dalam tiga bulan. Investor asing kabur membawa Rp 24 triliun, termasuk Rp 3,47 triliun sehari setelah Danantara diresmikan tanggal 24 Februari 2025. Trading halt diibaratkan sebagai tombol darurat yang ditekan oleh BEI, karena semua orang buru-buru menjual saham mereka.
Apa sih yang menyebabkan BEI menekan tombol darurat? Di dalam negeri, menurut saya terdapat tiga “biang kerok”: (1) Danantara, (2) pemotongan APBN, dan (3) RUU TNI. Sedangkan di luar negeri, tarif baru dari United State, perang Rusia-Ukraina, serta ekonomi US yang sedang sakit, membuat suasana tambah runyam. In my humble opinion, fenomena yang terjadi ini bukan hanya tentang angka, tetapi tentang kepercayaan yang ambruk.
-Sebuah Esai-