ㅤ
Yoruha menghela napas pelan usai mendengarkan aduan panik dari Mokku. Ia mengelus kepala sang kucing.
“Teman-teman sekalian. Rupanya, Mokku yang malang ini baru saja tidak sengaja menjatuhkan 15 potongan Warkat Agung Tersegel di berbagai sudut area sekolah,” jelas-nya.
ㅤ
Kulangkahkan kaki bergabung dengan barisan anggota asrama Kosei yang baru, meski aku tetap memilih berdiri agak di tepi untuk mengamati situasi sekitar dengan awas dan kepala dingin yang terkontrol.
Aku mengangguk kecil pada diri sendiri, menerima hasil penentuan asrama Kosei ini secara to the point dan langsung melangkah tenang meninggalkan area lingkaran ritual utama menuju batas ruangan khusus