Tahun pertama ngajar.
Style masih kebawa zaman kuliah. Karena gugup jadi pengen ke toilet dulu. Nanya ke mahasiswa, ditunjukin lokasi toiletnya.
Selesai cuci tangan, kaget ada 5 mahasiswi nunggu di depan toilet.
"Bu kami minta maaf, kami kira teman sesama mahasiswa."
Haloo, ada yang berminat isi kuesionerku. Kriteria laki-laki, berdomisi di Indonesia, berumur 18-29 tahun. Kalau ada komen yaa, nanti aku dm kuesionernya 🥹🥹
Video ini memberikan banyak pelajaran yang bisa kita pilih dan ambil. Dari perspektif ekonomi, kita bisa mempertanyakan apakah pilihan yang ditawarkan benar-benar setara dan masuk akal untuk seseorang dalam situasi seperti itu. Dari sisi psikologi dan sosiologi, kita bisa belajar bagaimana ketimpangan memengaruhi cara seseorang berpikir dan membuat keputusan. Ini dibahas secara mendalam dalam buku The Broken Ladder karya Keith Payne, yang pernah saya ulas sebelumnya.
Di buku itu Payne menjelaskan teori sensitivitas risiko: orang yang hidup dalam ketimpangan cenderung mengambil lebih banyak risiko. Ketidakpastian dan keterbatasan membuat mereka berharap untuk “melompat” beberapa anak tangga sekaligus karena mendaki satu per satu tampak hampir mustahil. Dalam situasi ketimpangan, bias tersebut sangat sulit dihindari, termasuk oleh kita sendiri bila ditempatkan pada situasi yang sama.
Namun, yang paling penting, video ini membuat kita belajar untuk memiliki empati dan mau melihat persoalan secara lebih mendalam. Kemiskinan sering kali merupakan hasil dari masalah struktural yang kompleks. Menganggap kemiskinan hanya disebabkan oleh kesalahan atau kebodohan kaum miskin adalah pandangan yang dangkal dan tidak berdasar. Jangan sampai kita terjebak kekeliruan berpikir seperti itu, karena hanya akan membuat kita ikut memperburuk keadaan alih-alih membantu menyelesaikan masalah.
Sudah muak dengan yang namanya menjaga perasaan atau bikin nafsu makan kalian terganggu. Sudah semestinya di-share buat setidaknya pengingat bahwa ada masanya satu kaum punya kebengisan di level seperti ini dan corong serta pendengung HAM malah banyak menjadi suporter pelakunya.
ingat yah, seseorang akan dipermudah untuk menuju pada sesuatu yg memang ditakdirkan untuknya, bersedih boleh kok tpi jangan pernah berhenti berusaha yah krn masa depan ga ada yang tau:)
lets move, slowly, even if it's hard, even though you're scared, even though you're tired🖤
Manteman, it's okay menjalani hidup yg biasa aja. Makan, tidur, main, kerja. Ngeluh, nangis, ketawa. Dianggap shallow & gak punya pencapaian. Dianggap medioker & gak ikut tren jamak. Gak apa.
I feel you. I see you. You're not alone. Yuk, kita jalani hidup ini dgn suka dukanya.
Jadi.. ada penelitian yang bandingin 3 kegiatan.
- Mainan lego bareng anak
- Bacain buku bergambar (tanpa kata)
- Mengenang/bercerita masa lalu
Hasilnya menarik.
Bercerita masa lalu ke anak ternyata menghasilkan kualitas interaktif & kekayaan leksikal yang sama baiknya kayak baca buku. Ini bermanfaat bagi pertumbuhan bahasa anak.
Sementara, dialog yang muncul ketika bermain nggak bisa sekompleks itu.
Tiga hal yang jadi tolok ukur kualitas interaktif:
- jarang menggunakan arahan
- lebih sering menggunakan pertanyaan apa/siapa/di mana
- sering menggunakan pertanyaan mengapa/bagaimana
Israel has bombed the tents of displaced Palestinians in the designated safe area. The tents are melting, the people are melting, there are beheaded children and charred bodies beyond recognition.
We will not look away. Free Palestine.
Jangan mau dibohongi narasi Zionis pesek ya, ini unit Mista'arvim IDF. Penampakan mereka seperti orang Palestina dan berbahasa Arab, tugasnya menyusup ke garis belakang warga dan membunuh, kemudian mengkambinghitamkan pejuang Palestina.