OP ini ngejelasin menurut psikologi, momen ketika manusia paling merasa bahagia sebenarnya...
Bukan saat sedang bermain, bukan saat sedang makan, dan bukan juga saat sedang menghasilkan uang.
Tapi saat benar-benar tenggelam dalam mengerjakan sesuatu yang tingkat kesulitannya pas dengan kemampuan kita.
Kondisi ini disebut “flow state”.
Kalau kita menganggap “yang mudah = bahagia”, lama-lama manusia justru bisa bosan. Tantangan yang cukup, tapi masih terasa mampu dijalani, justru bisa bikin kita merasa puas dan menikmati prosesnya.
Aku kasih contoh ya. Misalnya:
🎨 Gambar: kamu suka gambar, lalu mencoba menggambar karakter yang sedikit lebih sulit dari biasanya. Susah, tapi masih bisa dikerjakan sampai nggak sadar udah 2 jam.
🎮 Main game: levelnya nggak terlalu gampang, tapi juga nggak mustahil. Kamu harus mikir dan fokus, lalu pas akhirnya berhasil rasanya puas banget.
✍️ Nulis: kamu lagi bikin tulisan yang cukup menantang, tapi idenya ngalir. Sampai lupa cek HP karena terlalu fokus.
📚 Belajar: kamu ngerjain soal yang awalnya bikin mikir keras, tapi setelah beberapa kali mencoba akhirnya paham. Rasanya, “OH, GUE NGERTI!” Nah, itu juga bisa jadi flow.
💻 Kerja: dapat tugas yang sedikit di atas kemampuanmu, jadi harus mikir dan belajar, tapi masih bisa kamu selesaikan. Saking fokusnya, tahu-tahu udah beberapa jam.
Jadi kamu ngerjain semuanya bukan karena merasa “harus”, tapi karena tantangannya pas. Capek iya, mikir iya, tapi nggak terasa jadi beban.
Malah muncul perasaan, “Wah, seru juga. Gue bisa ternyata.” Dan mungkin justru rasa puas setelah berhasil melewati tantangan itulah yang bikin kita merasa bahagia.
NANTI KALAU KAMU KETEMU ORANG YANG TENANG.
Kamu akan sadar...
Betapa nyamannya berada di dekat seseorang yang tidak bereaksi berlebihan terhadap setiap masalah.
Betapa berharganya seseorang yang tetap bisa bersikap baik, bahkan ketika keadaan tidak berjalan sesuai keinginannya.
Kadang kedewasaan tidak terlihat dari seberapa banyak seseorang berbicara, tetapi dari seberapa tenang ia menghadapi kehidupan.
lu bayangin tiap hari lu dipuji, setiap ragu lu diyakinin, setiap gugup lu dikuatin, setiap insecure lu diapresiasi. capek lu dipahami, diam lu ditenangin, bahkan saat lu ngerasa kurang pun masih ada yg terus bilang klo lu cukup🥺🤍 #whenya
Ada tulisan cantik banget, kira-kira begini isinya:
“semoga kamu selalu dipertemukan dengan seseorang yang dapat berbicara bahasa mu, sehingga kamu tidak perlu menghabiskan waktu seumur hidup untuk menerjemahkan jiwamu..”
@aniesbaswedan@filmpangku “… film tidak punya kewajiban untuk mendidik. Tugas utamanya adalah
membangkitkan emosi yang membekas, entah itu tawa, takut, haru, atau geram.”
Dari dulu ini ada di kepala. Tapi ga bisa keluar jadi kalimat utuh yang jelas. Makasih mas Anis 🫡
i watched a guy buy flowers today. when the cashier asked, “anniversary?” he smiled and said, “no, she’s just having a rough day.” that’s the kind of love i’m hoping to find.
Google nggak oke bikin social media
Apple nggak oke bikin map
Meta nggak oke bikin AI (sejauh ini)
Microsoft nggak oke bikin Mobile OS
X nggak oke bikin Video Experience
ya di hidup ngga usah musti menang semua lini lah. pilih aja kamu mau menangin apa. fokus di sana.