@j_cg22@txtharihariWNI klo mau pake voucher jangan pernah nanya pasti 80% gabisa. mnding pesen langsung aja trus pas bayar langsung pake voucher tunjukin qr
@id_fm gue tergantung kalo maen pake klub rtg divisi 2 atau mid table pemaen 28-30 masih okelah cuman kalo pake klub gede kayanya ngambil pemaen 25 tahun keatas mikir² wkwkwkwk
@TM78x well, uefa if im not wrong uefa already tell the reason why. it is because uecl final is in the same week on ucl final. so since uel is a 2nd tier eroupean competion uefa doesn't want uel final overshadowed by ucl final
Rp28 miliar uang jemaat gereja raib. Dikumpulkan selama 45 tahun, habis karena satu orang.
Pelakunya? Andi Hakim Febriansyah, mantan Kepala Kantor Kas BNI Unit Aek Nabara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Korban? 1.900 anggota Credit Union (CU) Paroki St. Fransiskus Assisi Aek Nabara. Mayoritas petani dan pedagang kecil. Dana ini dikumpulkan selama lebih dari 40 tahun.
Modusnya? Sejak 2019, Andi menawarkan produk “BNI Deposito Investment” dengan bunga 8% per tahun, dua kali lipat bunga deposito normal. Produk ini tidak pernah ada di sistem resmi BNI. Andi memalsukan bilyet deposito, memalsukan tanda tangan nasabah, lalu mengalihkan dana ke rekening pribadinya. Agar korban tidak curiga, ia rutin mentransfer “bunga” palsu ke rekening CU. Total bunga palsu yang diterima gereja selama bertahun-tahun mencapai Rp3 miliar.
Pada Februari 2026 perlahan terbongkar, saat itu gereja minta pencairan Rp10 miliar untuk pembangunan sekolah. Andi terus mengulur waktu. Pada 23 Februari 2026, Kepala Cabang BNI Rantauprapat datang langsung dan menyampaikan bahwa Andi sudah tidak bekerja di BNI dan produk deposito itu bukan produk resmi bank.
Suster Natalia, bendahara CU yang selama ini memegang kepercayaan umat, langsung pingsan di tempat.
“Dari tangan saya, yang seorang suster ini, uang umat hilang. Inilah yang membuat saya syok.”
Dua hari setelah kasus dilaporkan ke Polda Sumut pada 26 Februari 2026, Andi kabur ke Australia bersama istrinya. Interpol menerbitkan red notice. Pada 30 Maret 2026, keduanya menyerahkan diri di Bandara Kualanamu. Dalam pemeriksaan, Andi mengakui seluruh perbuatannya.
BNI baru menyalurkan dana talangan Rp7 miliar. Sisa Rp21 miliar lebih belum ada kejelasan. Somasi dari CU Paroki masih menunggu respons resmi BNI.
“Uang yang dikumpulkan selama 40-45 tahun oleh umat yang sangat sederhana. Ini masa depan anak-anak mereka. Tapi semua itu hilang. Saya mohon, BNI kembalikan uang kami.” Kata Suster Natalia Situmorang pada Konferensi Pers Gereja Katedral Medan, 10 April 2026
Ini bukan soal satu oknum aja sih, tapi soal sistem pengawasan perbankan yang memberi ruang praktik ini berjalan selama tujuh tahun tanpa terdeteksi. Tersangka sudah ditangkap dan mengaku. Uang umat yang hilang belum kembali.
BNI harus segera memberikan kepastian dan mengembalikan seluruh dana sebesar Rp28 miliar kepada jemaat yang telah puluhan tahun menaruh kepercayaan mereka.
wtf 2023 should be a banger. a little nostalgic since the strokes & sabrina carpenter headlining coachella tahun ini.
line up tahun itu bener² solid ada sabrina,the strokes,daniel caesar,the 1975 (klo ga cancel). hope ismaya bisa bounce back dan ngadain wtf lgi 🙏🏼
- Currencynya melemah terus.
- Indeks sahamnya turun terus.
- Anggarannya defisit terus.
- Bendaharanya gak tau ada pembelian fasilitas masif.
- Pejabatnya ditanya anggarannya dari mana dijawab “pokoknya ada.”
I dont know how many “wallahi we’re finished” I have left in me.
Realistis itu nyari pasangan yang bisa mengimbangi lifestyle lo, kalo tanpa pasangan lo bisa fine dining sendiri, ngapain downgrade.
Matre itu dinding rumah lo masih semen tapi nail art minta dibayarin.
Not saying poor people don’t deserve rich boyfriend, tapi jangan sampe lo menganggap rendah cowo yang ga royal, he might be richer than you, and will spoil you rotten his own way.