Indonesia ini level korupnya udah kaya narco state macam mexico atau columbia, atau kaya cerita di film india di mana pemegang powernya tuh jahat betul betul jahat dan gak bisa dilawan.
Pulau yg ditebang dan ditambang ini, bupatinya dibunuh di pesawat.
Gak, ini bukan soal harga diri bangsa. Ini soal egoisme kekuasaan para elit
Korban nyawa udah hampir seribu, mayat-mayat korban udah membusuk, dan para bajingan ini masih sibuk memikirkan diri mereka sendiri
Emang pada jahat dan busuk aja sih
Presiden megalomaniak. 12 hari kami mati lampu, gak ada jaringan internet, hidup dalam ketidakpedulian negara. Di kampung saya bahkan bantuan medis Malaysia datang jauh lebih cepat dari paket sembako berisi mi instan yang dikirimkan oleh negara ini.
We need to remove him and his cronies from the governmental structure asap and I'm not even joking rn; lives were lost due to their greed and incompetence.
- 961 people deceased
- 293 others are missing
- 5,000 injured
- 1,057,482 people are displaced.
Every time I hear Prabowo speak, I’m always speechless. Every sentence by sentence, something that is stupid and gives you a headache.
I really wondering, what was in his brain. Really the brain is like a human or a monkey because it doesn’t fit and is just stupid.
Bener bgt ndut
Hasil 1 tahun pemerintahan prabowo:
1. Kasus keracunan gara2 MBG
2. Harga pangan naik gara2 MBG
3. Korupsi, kolusi, nepotisme tambah banyak dan jelas contoh: dapur MBG buatan pejabat
3. KUHAP yg ga ngelindungin rakyat
Warga Indonesia jangan pernah lupa dengan sejarah penculikan dan penghilangan orang secara paksa (1997-1998) aktivis pro-demokrasi menjelang kejatuhan Orde Baru. Dan tragedi Trisakti, Semanggi I, dan Semanggi II (1998-1999); semuanya adalah kejahatan berat Soeharto.
Btw ini kayanya foto yang terpampang di Centro Nacional Chega! Museum di Dili, Timor-Leste. Museum itu dulunya Penjara Balide, semacam detention center di era pendudukan Indonesia.
Kayanya ke depannya, kalo mau tau sejarah Orde Baru yang tidak terfilter, mesti ke Dili dulu.
Kenapa Jaman Soeharto Lebih Enak?
Karena hidup terasa stabil.
Harga-harga jarang naik.
Sekolah, jalan, dan irigasi banyak dibangun.
Televisi bicara soal pembangunan, bukan keributan.
Dan semua tampak aman. Tenang. Terkendali.
Tapi di balik ketenangan itu, kekuasaan terkonsentrasi di satu keluarga.
Selama 32 tahun, uang publik berputar di lingkaran kecil bisnis kroni dan yayasan pribadi.
Nilai kekayaan tidak sah yang dikaitkan dengan Soeharto diperkirakan mencapai US$ 15–35 miliar,
setara dengan Rp 400–1.000 triliun dalam nilai uang sekarang.
Lalu ketika ia turun tahun 1998,
Sang "Pahlawan" tidak mewarisi kemakmuran, tapi utang lebih dari Rp 550 triliun,
sekitar 58 persen dari total ekonomi nasional saat itu.
Beban itu tetap kita cicil lewat pajak, inflasi, dan kebijakan anggaran sampai hari ini!
Masalahnya tidak berhenti di situ.
Korupsi dan inefisiensi birokrasi selama Orde Baru menghambat produktivitas nasional.
Menurut simulasi ekonomi, jika sistem pemerintahan saat itu bersih,
dan pertumbuhan ekonomi naik hanya 1,5 poin persen per tahun (dari 7 persen menjadi 8,5 persen),
maka dalam 32 tahun ekonomi Indonesia bisa dua kali lipat lebih besar dibanding kenyataan.
Potensi yang hilang sepanjang periode itu setara dengan Rp 7.000–8.000 triliun dalam nilai sekarang.
Uang sebesar itu bisa membiayai pendidikan gratis untuk seluruh anak Indonesia,
membangun ribuan rumah sakit, dan mengangkat jutaan keluarga dari kemiskinan.
Seandainya Soeharto tidak korupsi, Indonesia bisa masuk ke jajaran negara maju sejak awal 2000-an.
Kita tidak akan terjebak dalam lingkaran utang, subsidi, dan ketimpangan yang masih terasa sampai hari ini.
Jadi kalau ada yang bilang "jaman Soeharto lebih enak",
mungkin iya, karena rakyat hanya merasakan stabilitas di permukaan.
Tapi di bawahnya, masa depan bangsa sudah dijual jauh sebelum reformasi dimulai.
Remember when people cheered and clapped after Soeharto declared his resignation from the office? Ironically, today Soeharto will be declared as a national hero by the current govt.