Di mimpinya, Abu Bakar melihat Nabi saw. sdang menahan pintu neraka dgn menggunakan tangan kirinya seraya berkata,
إلهي أمتي، إلهي أمتي، إلهي أمتي، فيهم العلماء والصالحون والحجاج والمعتمرون والغزاة والمجاهدون.
"TuhanKu, tolong umatku, tolong umatku, tolong umatku, karena di antara mereka adalah seorang ulama, orang salih, mujahid."
Di tengah situasi itu, ada sebuah suara yg menggema, "Ya Muhammad, engkau hanya menyebutkan umat-umatmu yg taat saja. Engkau lupa bhwa ada juga umatmu yg seorang pemabuk, tukang zina, dan pemakan riba!".
Suara itu disambut dgn jawaban dari Nabi saw., "Ya Allah, memang benar ada sebagian umatku yg seperti itu. Namun stidaknya, umatku tdak menyekutukanMu, tdak menyembah berhala, dan tdak menyimpangkan ketauhidannya. Tolong perkenankan aku memberikan syafaat kpda mereka. Kasihanilah air mataku yg mengalir untuk mereka ini. Dan sambutlah kerinduanku kpda mereka."
(Nawādir al-Qalyūbī, hal. 147, Dār al-Kutub al-'Ilmiyyah)
Kenapa struktur kepengurusan NU ada 2, syuriah dan tanfidziyah
Gus Mus menjelaskan secara gamblang...
Jadi nyadar kan kenapa ada upaya2 tsm utk menjauhkan Ulama dan Nahdliyyin👇
Sulit bagi kalian untuk meyakinkan kami bahwa @nahdlatululama adalah organisasi Agama Islam yang hanya berpikir dan berbicara tentang umat jika menyaksikan betapa sengit kalian saling jegal untuk menjadi pemenang muktamar. Belum lagi soal isu soal uang dan berbagai trik lain. Benar2 tak beda dgn kongres atau munas partai aja. Sekalian aja kembali jadi parpol: Partai NU. @DPP_PKB@muhammadiyah
Dari Sini saya belajar tanpa ada Sepatah dawuh pun Dari Njenengan Gus.
Menangis, Bukan Karena Menangisi Apa yang ditimpakan pada diri. Tapi karena telah berhasil menyelesaikan tugas-tugas di Periode lalu.
Banyak yang aneh mulai menjelang dan pada pelaksanaan Muktamar ini. Semoga secepatnya kembali normal.
Menjelang muktamar: Aneh.
Pelaksanaan Muktamar: Aneh.
Hasilnya: Aneh juga?
Gus Dur selalu punya cara unik untuk membawa Nahdlatul Ulama menjadi lebih inklusif dan terbuka bagi dunia.
Bagi Martin van Bruinessen (Antropolog), peran Gus Dur sangat krusial dalam "membuka jendela" dinding-dinding NU—memungkinkan warga Nahdliyin melihat dunia luar, sekaligus membuka mata dunia luar untuk mengenal NU lebih dekat.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
#nahdlatululama #nuonline #muktamar #gusdur #cakrawala
Momen hormat Mbah Ubaid kepada Maha Guru Gus Mus. Semoga Allah panjangkan umur keduanya dalam ketaatan, kesehatan, dan keberkahan. Allahumma athil ‘umrahumā fi tha’atika wa shihhatin wa ‘afiyah.
Membakar bukhur saat perayaan maulid Nabi seringkali dilakukan di tengah masyarakat kita. Lantas, benarkah ada dalilnya? Atau hanya sekadar tradisi semata? Selengkapnya klik:
https://t.co/thWEP5Ny2z
KHUSUS WARGA NU
Buat para jama'ah dan warga NU yang bukan Hadir-in Muktamar tapi ingin ikut kumpul-kumpul seru di Jombang, monggoooo....
~karena nasib NU bukan hanya di tangan Pengurus....
Beberapa kali mengikuti kasus Gus Yaqut tapi makin diikuti makin bingung dengan kasus ini.
Yg jelas2 terima duit malah tidak jadi tersangka. Jangan sampai kasus ini membuat warga NU merasa mereka sedang ditarget.
KH. Musta’in Syafi’i - Tebuireng Jombang mulai geram melihat markanya fenomena terkuaknya kasus korupsi belakangan ini di Indonesia,
hal itu disebabkan bukan karena kejahatan yang merajalela, atau bukan karena kuatnya kejahatan tapi karena diamnya orang-orang yang benar & orang-orang yang saleh
Tahukah kalian bahwa ada hadis sahih yang justru tidak diamalkan sebuah mazhab karena hanya diriwayatkan satu orang?
Logikanya pernah dirumuskan Syams al-A'immah al-Sarakhsi, wafat sekitar 483 Hijriah, dalam Ushul al-Sarakhsi.
Aktivitas santri dan kegiatan Rihlah Peserta PKN XI Pondok Pesantren Al Hamdaniyah dan Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.
Kegiatan PKN XI tahun 2026 di Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo pada 6-12 Juli 2026.
“Membentuk Pemimpin Gerakan Berintegritas, Berwawasan, dan Responsif”
#ansorbanser #addinjauharudin #sidoarjo
Inalillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un
Kemarin, Kamis 9 Juli 2026, Gus Yahya berangkat ke Iran bukanlah perjalanan pribadi, bukan pula agenda jam’iyah PBNU. Gus Yahya mendapat amanah langsung dari Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari Delegasi Resmi Republik Indonesia bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Luar Negeri Sugiono, Prof. Syafiq A. Mughni, serta jajaran Kementerian Luar Negeri.
Dalam forum antarbangsa, yang dibawa bukan hanya nama pribadi. Yang dibawa adalah kehormatan negara.
Mereka hadir untuk menyampaikan takziyah dan penghormatan terakhir kepada almarhum Sayyid Ali Khamenei atas nama Presiden Republik Indonesia dan seluruh rakyat Indonesia. Inilah bagian dari diplomasi, adab kenegaraan, dan penghormatan kepada sebuah bangsa yang sedang berduka.
Bagi seorang muslim dan santri, bertakziyah kepada keluarga yang berduka adalah bagian dari sunnah dan akhlak. Menghormati jenazah adalah bagian dari adab. Dan menjaga hubungan baik antarbangsa adalah amanah negara.
Yang juga patut dicatat, selain menjalankan tugas negara, Gus Yahya juga ingin menyampaikan belasungkawa dari warga Nahdlatul Ulama. Sebab banyak warga NU yang turut berbela sungkawa atas wafatnya Sayyid Ali Khamenei. Itu merupakan ungkapan kemanusiaan yang tulus, terlepas dari perbedaan manhaj maupun mazhab.
Justru dari Iran, Gus Yahya kembali menyerukan sesuatu yang sejak lama menjadi sikap beliau: hentikan peperangan, kedepankan dialog, dan bukalah jalan perdamaian. Karena perang tidak pernah benar-benar melahirkan pemenang. Yang paling banyak menjadi korban adalah rakyat kecil, anak-anak, perempuan, dan masa depan kemanusiaan.
Mari kita memahami penugasan ini sebagai amanah negara yang dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Ketika Presiden mengutus delegasi resmi negara, mereka sedang menjalankan amanah konstitusi dan membawa martabat Republik Indonesia di hadapan dunia. Dan ketika seorang kiai hadir di tengah duka sebuah bangsa sambil membawa pesan damai, yang beliau rawat bukan sekadar hubungan diplomatik, tetapi juga nilai yang sejak lama diajarkan pesantren: menjaga kemanusiaan, merawat persaudaraan, dan mengikhtiarkan perdamaian.
Semoga Allah SWT menerima amal almarhum, memberikan ketabahan kepada keluarga dan rakyat Iran yang ditinggalkan, serta membuka hati para pemimpin dunia agar lebih memilih jalan musyawarah daripada peperangan.
Karena pada akhirnya, perdamaian bukan hanya kepentingan satu negara, melainkan kebutuhan seluruh umat manusia.
Wallahualam Bisowab.
#GusYahya #PBNU #NahdlatulUlama
Penjilat dapat menyesatkan arah kebijakan. Hadis Nabi dan ulama mengingatkan bahaya lingkaran kekuasaan yang kehilangan integritas. https://t.co/94K7KwwlrE