@Kutekians@bigdigjohnny@pinkbourbon8898 Thank u mas Almer, bukan kaleng2 isinya.
Masih penasaran teknik ambil datanya dari mana dan buat kurva/grafik pakai apa? very interesting.
semoga segala ruang, ilmu, dan kesempatan hari ini menjadi berkah dan menularkan hal-hal baik ke depannya. ๐๐คฒ๐ป
thank u sir @Rudiyanto_zh@pinkbourbon8898
@valenttt____ Angka inflow menjelaskan apa yang terjadi, bukan kenapa itu akan berlanjut. Validitas narasi "rupiah menguat" baru terkonfirmasi kalau inflow ini persisten di beberapa periode berikutnya, bukan dari satu data point terbesar sejak 2019.
Krisis keuangan gampang ketebak? ๐ Ray Dalio bilang ada polanya. Data 42 negara & 66 tahun nunjukin: sinyalnya nyata, tapi bukan ramalan. Jadi, beneran pola atau hoki? Kita cek.
Ilmu pengetahuan harus bisa dibuktikan salah dan dikritik. Tanpa itu ilmu pengetahuan menjadi batu dan berubah menjadi dogma. Tak ada yg luar biasa disini. Mungkin ia jadi berita karena Acemoglu. Artinya Acemoglu memang pemikir penting. Jauh lebih baik dikritik ketimbang di abaikan ๐
Video ini bagus banget.
Jim Simons sendiri yang ngejelasin kelemahan terbesar metode Quantitative Trading/Quant yang belakangan makin populer di sosmed.
Kelemahannya itu size AUM-nya ga bisa terlalu besar.
Yang paling sering dibahas orang kalau ngomongin Quant itu kan Medallion Fund.
Average return 66% per tahun sebelum fee, 39% setelah fee, periode 1988 sampai 2018.
Medallion berhenti terima investor luar since 1993, dan sisa dana eksternalnya dikembalikan semua di 2005.
Ukurannya dikunci di kisaran USD 10 miliar.
Ga boleh lebih besar lagi.
Profitnya dipaksa keluar tiap tahun biar fund-nya ga membengkak.
Chief scientist Renaissance sendiri, Henry Laufer, bikin model yang nunjukin kalo return-nya akan turun kalau AUM-nya semakin besar.
Quant hidup dari ribuan short term pattern.
Capitalnya bisa nambah, patternnya terbatas.
Begitu ukuran posisi membesar, market impact-nya ikut membesar.
Jadi edge-nya habis duluan sebelum tradenya sempet dieksekusi.
Keterbatasan ini ga bisa diperbaiki pakai komputer lebih cepat atau data lebih banyak.
Bukti konkritnya?
Di 2005, persis waktu Medallion nutup pintu buat orang luar, Renaissance Technologies bikin RIEF.
RIEF itu fund yang dijual ke institusi dan dirancang buat nampung dana jauh lebih besar dengan trade berdurasi lebih panjang dibanding Medallion Fund.
Tim-nya sama, kerja di gedung yang sama.
Yang beda cuma size AUM-nya dan durasinya.
2020: Medallion return 76%, RIEF -22,62%.
RIEF all time average return reported cuma sekitar 8% per tahun, di bawah return rata2 S&P 500 di periode yang sama.
Versi quant terhebat sedunia yang bisa dibeli, kalah sama indeks.
IHSG turun 40% tahun ini, rupiah naik lagi kembali ke 18k, Gub BI mundur, dan suku bunga kemungkinan akan naik lagi.
Apakah ini hanya terjadi di Indonesia aja atau negara lain juga?
Saya baru baca research dari JP Morgan tanggal pagi ini dan ada bbrp point menarik mulai dari global purchasing managers index, inflasi, central bank, valuasi global equity, sampai mata uang.
Yang mau research lengkapnya 83 halaman silahkan cek link di bio. 100% FREE.
Mari kita bedah :