Baru aja baca laporan investor asing di Indonesia.
Bersedia bayar pajak lebih banyak asal extortion dan corruption ilang.
Jangan nerima penjelasan investor kabur gara2 buruh nuntut gaji naik.
Pemerintah yg korup dan pungli ormas ini masalah sebenarnya.
Malaysia:
- Rata2 gaji: IDR 14juta
- Harga mobil: start from IDR 150juta (new)
- Pajak mobil: IDR 300rb/tahun
- BBM: IDR 8.800/liter (RON 95)
Indonesia:
- Rata2 gaji: IDR 3,39 juta
- Harga mobil: start from IDR 140juta (new)
- Pajak mobil: IDR 1,5jt/tahun (LCGC)
- BBM: IDR 10.000/liter (RON 90)
Cicilan Axia/Saga entry-level di MY bisa cuma IDR 1,5jt - 2jutaan/bulan. Dengan gaji mereka, kayak nyicil motor di sini.
Belum lagi kalo beli bekas juga bisa dapet lebih murah .
di jerman kalau kalian punya anak, si anak dapet tunjangan, si ibu yang berenti kerja ngasuh anak dapet tunjangan, belum lagi ada childcare di fasum mereka.
monmap gitasav itu childfree karena feminist ideology. kalian childfree karena wni. bedakan.
baca berita Jampidsus yang kudunya orang paling depan ngelawan korupsi malah ketangkep korupsi is truly the peak of absurdity in our country 😭
kekayaan yang disita LIMA RATUS EMPAT PULUH SATU MILIAR RUPIAH!
di sudut kota yang sama ada kepala keluarga yang tiap harinya cuman bisa bawa uang 70rb untuk keluarganya 😔
Bro, we're really doomed 😭
ibu ini cerita kenapa Nadiem Disingkirkan:
- Digitalisasi ancam koruptor= mereka gk bisa korupsi lg
- kebijakan berbasis data bikin penyelewengan ketahuan
- Putus rantai vendor lama
- pindah ke Chrome OS bikin vendor Microsoft & pelatih lama kehilangan income
- Hapus ujian nasional
- hilangkan proyek kertas, buku, soal ujian bernilai miliaran
- hapus jual beli kunci jawaban
- Dana BOS jadi transparan
- laporan terintegrasi, tidak bisa lagi lapor fiktif
- Angkat 700.000 guru PPPK
- ganggu sistem jual beli jabatan yang sudah lama berjalan
- Tidak paham adat
- masuk kolam kotor tapi mau bersih-bersih
- Nadiem disingkirkan karena terlalu banyak pihak kehilangan uang dari pusat sampai daerah
Kalian masih bisa mengakses laman komisaris BUMN yang disembunyikan dengan WayBackMachine yang disediakan archive[dot]org.
Silakan cek gambar yang saya captured di bawah.
Kaget bukan kepalang, ternyata laman komisaris di beberapa situs BUMN benar-benar telah dihapus (atau di-private?).
Sebagai profesional yang pernah bekerja di KADIN (Kamar Dagang dan Industri), saya pernah punya pengalaman dengan komisaris-komisaris BUMN yang tak berkompeten seperti ini.
Tapi belum pernah saya lihat mereka sekuat tenaga menghilangkan jejak komisaris itu di laman resmi, atau meminta surat kabar menarik tulisan soal komisaris problematik itu.
Jadi, menghapus jejak seperti ini adalah pengalaman baru bagi saya.
Tapi pertanyaan yang menarik: kenapa birokrasi mereka justru melakukan itu? Logikanya, jika penyakitnya adalah meletakkan orang salah di sebuah jabatan, ya, tinggal dicabut saja orang itu.
Namun, birokrasi BUMN punya logika terbalik: yang dilakukan ketika ada penyakit justru menyembunyikannya, seperti kata Mas @aik_arif.
Pertama, pihak BUMN pasti tahu bahwa komisaris seperti ini tidaklah kompeten, lawong “orang titipan”. Tapi, kan, publik belum tentu tahu kalau mereka tidak kompeten.
Dengan menyembunyikan nama-nama mereka di laman resmi, maka risiko sorotan media dan tekanan publik akan berkurang drastis.
Tentu saja menghapusnya secara terbuka akan memicu problem lain. Makanya, informasi di laman resmi akan disembunyikan, karena inilah “cara termurah” untuk mengurangi sorotan publik tanpa harus mengubah struktur sebenarnya.
Terus, kalau sudah viral seperti sekarang bagaimana?
Kedua, jabatan komisaris BUMN, seperti rahasia umum, sering digunakan bukan hanya untuk kompetensi profesional, tapi juga untuk kepentingan politik, loyalitas, atau “balas budi”.
Tapi kita ini, kan, gampang terdistraksi.
Laman komisaris disembunyikan, tinggal didiamkan sebentar, maka ketika ada isu yang lebih besar, secara alamiah perhatian publik soal komisaris ini akan hilang dari peredaran karena publik lebih menyorot perkara lain itu.
Baru kali ini ngedenger anak buahnya presiden ngomong jujur. So, para pegiat dunia gizi dan nutrisionis, here it is.
Embege sama sekali gak bertujuan untuk atasi stunting atau memperbaiki gizi anak-anak.
U don’t need 100% of ur brain capacity, or even 50%, to understand this.
Data yang bilang Singapura itu investor terbesar Indonesia ternyata cuma ilusi.
Uang itu sebenarnya modal taipan lokal yang diparkir di perusahaan cangkang nya di Singapura, lalu diputar balik ke Indonesia seolah-olah modal asing. 🌚
Tujuannya? Biar dapet insentif investasi, pajak rendah, dan anonimitas aja 🐧🐧
Para konglomerat ngeruk SDA pakai biaya operasional Rupiah (gaji buruh, alat), tapi ngejual hasilnya ke luar negeri pakai Dolar AS.
Jadi, tiap kali Rupiah nyungsep dan Dolar naik, margin profit mereka auto-meroket tanpa perlu nambah produksi atau kerja keras.
Kita meringis, mereka party.
🤣🤣🤣🤣
Monopoli kapitalnya udah nggak main-main. Cuma lima grup konglomerat (Sinarmas, Indofood, Wilmar, Sukanto Tanoto, Adaro) disebut menguasai lebih dari 40% perputaran uang di seluruh Asia Tenggara.
Uang yang muter di kawasan ini pada dasarnya dikontrol sama segelintir elite doang.
Student alliances across various campuses are staging a demonstration at Jakarta's historic landmark, HI Roundabout, on Friday, June 12. Today's protest is dubbed “Menuju Indonesia Bangkrut” (Towards Indonesia’s Bankruptcy).
Perwakilan ibu-ibu memprotes pemblokadean laju mahasiswa yang hendak berdemonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).
"Saya di sini bukan mewakili mahasiswa, saya di sini sebagai ibu mereka. Saya akan menjaga mereka," ujar perempuan tersebut di hadapan polisi.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, Bundaran HI merupakan wilayah kegiatan ekonomi masyarakat dan salah satu jantung lalu lintas DKI Jakarta.
"Sehingga apabila terjadi kepadatan arus, ini akan memberikan dampak yang luar biasa sampai dengan arteri," ucapnya.
🎥: https://t.co/eIWV4sXUbF Al Muhtada
~R #Demo #Peristiwa #Cut
Akhirnya ketemu juga. Dari kemarin gw mikir, kok banyak kabar baik beruntun ya.
IHSG naik.
Rupiah menguat.
Terus otak overthinking gw langsung nanya oke, terus yang dikorbanin apaan?
Eh gak lama muncul berita BI Rate naik dan Pertamax ikut naik.
Di dalam ekonomi itu emang tidak ada yang gratis