Aku lihat di IG story, temen SMAku keterima S2 di kampus swasta di Jogja. Yang aku lakukan?
"Selamat yaaaa. Keren banget sih mamah muda ini, meneruskan S2 di tengah2 punya 4 anak".
Kata temenku, daripada yang ucapin 'selamat', ternyata lebih banyak yang blg,
"Sayang banget, kamu kan alumni xxx. Kenapa S2 di situ? Gak dilanjut aja di xxx?"
"kamu kan di kota Jogja. Kenapa gak S2 di xxx, masa di xxx".
"Emangnya S2 sepenting itu ya buat kamu? gimana anak2?"
Aku hanya mendengarkan dia cerita, lebih ke gak komentar apa2. Soalnya aku udah pernah merasakan itu sih.
Ketika aku S2, aku banyak dikomentarin juga.
"Kamu single, nanti cowok2 jadi minder sama kamu".
"Belajar terus, kuliah terus, kapan nikahnya?"
Nah, ini temenku udah nikah & punya 4 anak, tetep aja dibilang, "nanti gimana urus anak2mu?"
Padahal, di dalam pikiran haluku, mungkin sudah cukup 4 anak. Dia bilang ke suaminya yang kaya raya di Jogja itu, "papa, sudah cukup 4 anak ya. Aku udah selesai hamil melahirkan. Biarkan aku S2. Aku juga mau berkembang".
Entah percakapan apa yang sudah dia lakukan, tapi yang penting suaminya ijinin.... jadi kenapa orang lain haarus BACHOT.
wkwkwkwk. cape banget kah dg perempuan yg mengurus pendidikan ini??? Soalnya perempuan single, punya suami, sampe punya anak; semua dikomen.
Makanya, aku akan menjadi women support women. Kalo ada kesempatan menempuh pendidikan, ayo gassss. Investasi tuh, gaes. Buat aku yg skrg gak punya banyak tabungan, investasi terbesaarku adalah pendidikan.
HP temen gue hilang. Besoknya syok berat, tagihan Paylater Rp12 juta dari transaksi yang gak pernah dia lakuin.
Aplikasinya dengan enteng bilang, "Pelaku masuk pakai PIN asli, berarti kelalaian user."
Temen gue sampai depresi. Gue langsung turun tangan.
3 hari kemudian, tagihan itu resmi jadi Rp0. Total biaya jadi Rp0.
Ini yang gue lakuin:
Bukan nyari HP lewat GPS. Prioritas utama adalah, amankan semua akun finansial dari perangkat lain. Login dari device cadangan, force logout semua sesi aktif. Terus telpon operator, blokir SIM card sementara. Ini krusial biar pelaku gak bisa terima OTP via SMS.
Yang paling penting dan kebanyakan orang gak tahu yaitu, minta log IP address + Device ID dari semua transaksi. Email resmi ke CS, minta data lengkap. Ini bukti kuat kalau transaksi dilakuin dari perangkat dan lokasi yang BEDA dari lo.
Buat laporan polisi (STPL). Banyak orang males ke polisi, padahal ini bukti hukum resmi bahwa lo korban, bukan pelaku yang pura-pura hilang.
Kirim surat sanggahan resmi via EMAIL, bukan chat CS biasa. Lampirkan kronologi, foto STPL, permintaan pembekuan tagihan selama investigasi. Chat CS gampang diabaikan, email formal punya kekuatan hukum.
Mereka masih nolak? Lapor OJK. https://t.co/vDQmTDwwDW atau telpon 157. OJK punya wewenang penuh buat nindak platform yang abai perlindungan konsumen. Begitu laporan OJK masuk, respons mereka biasanya berubah 180 derajat.
Alasan "PIN asli = kelalaian user" itu gak valid secara hukum. POJK 6/2022 bilang perusahaan WAJIB punya verifikasi berlapis untuk transaksi tak wajar. Kalo sistem mereka gak bedain pemilik asli vs pelaku, itu kegagalan MEREKA.
Hasilnya, hari 1 laporan polisi + sanggahan. Hari 2 eskalasi OJK. Hari 3 tagihan Rp12 juta DIHAPUS jadi Rp0.
Btw, stop nyatet PIN di Notes HP lo.
emang culture dan sistem umur di indo bikin kita ngerasa hidup sambil kejar kejaran. kita dituntut harus achieve banyak hal di awal 20an, di tengah kondisi negara carut marut ga jelas.
btw gw gap year dan baru mulai kuliah di umur 22 tahun, di saat temen temen gw udah banyak yang wisuda dan nyusun skripsi. waktu itu sempet down, ngerasa ketinggalan jauh, apalagi ditambah omongan orang sekitar yang instead of kasih semangat malah pada bilang “ngapain sih baru mulai kuliah umur segitu.” tapi gw terobos aja,yang penting ortu ngedukung. dan sekarang gw udah di semester terakhir, tinggal nunggu yudisium. walaupun harus mengarungi ocehan pedes banyak orang. but i’m proud of myself bisa ngelewatin ini.
gw pengen banget, one day indo bisa kaya negara lain yang ga ngukur semuanya berdasarkan umur. cape rasanya, hidup di negara yang umur 25 tahun udah dianggep artefak gak butuh kerjaan ga butuh penghasilan
Email kampusku dapet free langganan Elsevier dan sampe sekarang masih aktif padahal udah lulus. Temen-temen kalo ada yg butuh akses jurnal dari Elsevier dan nggak bisa pake scihub, boleh dm aku. Nanti aku bantu download. Ilmu harusnya gratis biar nggak ada orang bodoh jadi pre...
*MAU ANAK SEPERTI APA BISA DARI SEKARANG*
1. *MAU ANAK LEMBUT*
jangan dibentak, peluk jika iya salah
2. *MAU ANAK PERCAYA DIRI*
fokus puji usahanya, jangan cuma hasilnya
3. *MAU ANAK TERBUKA*
jadilah pendengar yang baik
4. *MAU ANAK MANDIRI*
libatkan setiap pekerjaan rumah sesuai dengan usahanya
5. *MAU ANAK SOPAN*
biasakan ucap tolong, maaf dan terimakasih
Kawan-kawan, ini ada revisi. Silakan mendaftar/merekomendasikan ya.
Awalnya mau bikin diskusi kelompok, tapi jadi kelas tematik dengan isu terbatas. Semoga usaha kecil ini bisa jadi ruang aman, belajar dan tumbuh bersama.
📢 BEASISWA KELAS FEMINISME PEMULA #1 (Online) — GRATIS!
Ga wajar menurutku. Reward dan punishment itu harus setara.
Kalo 1 menit dipotong Rp35.000, berarti kerja 8 jam/hari selama 24 hari, gajinya harusnya Rp403.200.000. Tapi apa iya gajinya segitu? wkwk
Kantor yang wajar itu motongnya proporsional. Misal gaji 8 juta, dipotong 1 menit berarti cuma Rp694. Beda jauh kan.
Dan kalau logika Rp35.000/menit itu konsisten, harusnya lembur juga dihitung sama. 1 menit overtime = nambah Rp35.000. Tapi apa iya kantor yang motong segitu mau bayar segitu juga? Ya jelas ga.
Satu hal lagi yang sering kelewat: peraturan ini "tidak tertulis." Itu bukan cuma masalah etika, tapi bermasalah secara hukum. Pemotongan gaji tanpa dasar kontrak atau kebijakan tertulis itu ga sesuai UU Ketenagakerjaan. Beda ceritanya kalau ada hitam di atas putih.
Dan berlaku ke anak magang? Itu bahkan lebih ga bisa dibenarkan. Status magang beda secara struktural, kontraknya beda, hak dan kewajibannya beda. Nyamain mereka dengan karyawan tetap dalam hal punishment itu logikanya ga nyambung.
Perspektif owner ya pasti ga mau rugi, itu wajar.
Tapi ingat, hubungan perusahaan dan karyawan itu transaksional. Ga boleh jomplang satu arah. Kalau standarnya ga ditegakkan, bukan "budaya disiplin" yang terbentuk, tapi normalisasi eksploitasi.
✨GIVEAWAY BUKU ✨
Dalam rangka menjelang ulang tahun, aku mau giveaway buku Emily Wilde's Encyclopaedia of Faeries
Untuk peraturannya cukup RT & Like aja ya. GA nya bakal ditutup tgl 9 April 2026 dan pengumuman pemenang di tgl 10 April 2026
Giveaway 1 buku Cantik Itu Luka 📚
Rules :
1. Semua boleh ikut kecuali GA hunter.
2. Aminkan doa ini (di kolom komen) :
Semoga kita semua bisa mendapatkan pekerjaan yang layak, yang bisa menghargai kita sebagai manusia 🤲
3. Bersedia co via 🍊 semua biaya tambahan nanti diganti.
End: 3 April 2026, 17.00 wib
Note:
Buku ini new tapi unsealed.
Giveaway 1 buku As Long As the Lemon Trees Grow 🍋
Alhamdulillah first day-ku berjalan menyenangkan hihi jadi ingin berbagi kebahagiaan.
Rules:
1. Rt dan like
2. Boleh ikut dua-duanya, yg lemon ataupun CIL
End:
3 April 17.00 wib
Notes:
Buku ini preloved like new ya. Pernah dibaca sekali aja. Bersih dari coretan. Di dua halaman pertama dan terakhir ada dot cokelat tapi samar. Sisanya aman.
Giveaway Dua lagi Buku Na Willa persembahan sahabat. syaratnya ketik “mau”, follow, like, repost & bantu share campaign Busa Pustaka di bawah buat kebutuhan pendidikan anak asuh (sekolah pelosok & kuliah) juga pengobatan anak-anak pasien kanker & jantung. sampe jumat subuh ya 🌻
Giveaway Dua Buku Na Willa baru dan original persembahan sahabat. syaratnya follow, like, repost & bantu share campaign Busa Pustaka di bawah. sampe besok subuh yak! mangats ✊
Busa Pustaka terus menerima dukungan untuk memenuhi kebutuhan Akses Baca, Pendidikan dan Kesehatan Anak Asuh (Pasien Kanker Anak). Melalui BRI a/n Busa Pustaka Sahabat Anak rekening 009801005793564 dan QRIS serta Kitabisa di https://t.co/RYzhYDUf8G
Suami gue mau ganti popok anak di family room-nya BXC Bintaro ga boleh, alesannya ada ibu2 lagi nyusuin. Terus suami minta mereka masuk ke bilik menyusui ke penjaganya tp dia ga mau, alasannya emang laki ga boleh masuk family room. Ya pantesan orang indo banyak yg fatherless