“Jelek banget endingnya,” saya sempet baca ada yang comment gitu tentang film Tunggu Aku Sukses Nanti.
Penilaian itu kayaknya karena yang comment berharap Arga (@ArditErwandha) akhirnya bisa memenangkan kompetisi sukses antar keluarga. Bisa lebih sukses, lebih kaya, bisa ngebeli omongan orang yang nyakitin hati. Heroik ya.
Tapi kenyataannya endingnya nggak gitu. Saya justru suka banget sama endingnya.
Menjelang akhir, ada momen yang membuat Arga seolah dituntun melihat lebih dalam apa yang sebelumnya hanya tampak di permukaan, hingga dia bisa melampaui kata-kata yang sebelumnya dirasa menyakiti hati.
Dalam kompetisi, banyak yang mikirnya cuma ada 2 kategori, yaitu kalah atau menang.
Padahal ada kategori 3. Apalagi ini kompetisi sukses antar keluarga.
Kategori 3?
Iya. Kategori 3 adalah kita dengan sadar memilih keluar dari kompetisi, berhenti berkompetisi. Hop, wis cukup.
Hanya dengan begitu barulah kita bisa sesungguh-sungguhnya menang.
Kalau diingat-ingat kejadian saat itu, yang minta ketemuan siapa.
Aku udah nego jangan jauh-jauh, minta gantian di Sidoarjo aja, jadinya malah di Sby, ya udah eh malah kena umpat wkwk
Ngerti konteks komunikasi nggak sih?
Kesekian kali ngerasa dipamitin kerabat hanya dengan viewed my Instagram Story. Dan beberapa hari kemudian, beliau meninggal dunia.
Selamat jalan bang Rahim. Terima kasih banyak atas share ilmunya. Nggak ada bang Rahim = nggak ada Ningrum dengan mindsetnya hari ini 🕊️😭
Beda kelas memang media yang udah pernah dibredel pemerintah sejak jaman orba. Diteror pake pala babi, dibalas dgn munculin wajah orang-orang dibaliknya. Seakan memberi pesan.. “ini wajah kami, kami ga ngumpet kaya pengecut macam lo”. Sehat-sehat @tempodotco@BocorAlusPol #KamiBersamaTempo 🫡
Kalii ini maen ke Teras Rayu @representatif ditemani oleh teman deeptalk @ningerum ~
Hari ini ga di tempat duduk pelaminan tapi depan teras yg kerasa homie poll, ditambah hujan menambah syahdu.
Banyak banget yaa mbak obrolann hari ini sampe tau-tau dah jam set 10 🤝☺️
Beberapa jam sebelum menghadiri, menandatangani hal-hal dewasa ini. Campur aduknya sampe ke perut.
Semoga jadi berbuah jadi kebermanfaafan. Semoga lancar, semoga baik lainnya.