Jangan buru-buru, apa sih yang lu kejar?
Gue ngejar usia gue. Masa muda yang cepat berlalu. Tenaga berlebih yang nanti berkurang. Kesempatan-kesempatan yang akan digantikan oleh yang lain. Kalau hari ini gue terlihat berambisi, itu semata karena gue sadar diri aja. Ambil waktu.
Dulu, saya selalu menyangka, kita berdua harus melakukan hal-hal hebat, atau ngobrolin tema berbobot. Tapi ternyata, yang menyenangkan adalah selalu punya kegiatan bareng, meskipun sederhana. Dan yang terpenting, kita cerita soal mimpi satu sama lain dan menggapainya barengan
Tetap merasa kecil bukan untuk membuat diri sendiri minder, tapi untuk menjaga perasaan harus terus belajar dan terus bertumbuh. Terbiasa dangan merasa sudah besar bukan untuk menjadi sombong, tapi untuk percaya diri menghadapi lautan luas. Berani menempuh perjalanan lebih jauh.
Aku tidak pernah benar-benar ikhlas, sampai aku belajar arti ikhlas. Aku tidak pernah benar-benar sabar, sampai aku berkali-kali mengatakan pada diri sendiri, "Tidak ada yang bisa kamu kontrol selain responmu ketika duniamu lagi tidak baik-baik saja."
Ingat, nggak semua orang bersedia menumpangkanmu dalam kapal mereka. Maka, siap-siap jugalah membuat perahu. Meski kecil, meski tidak semewah kapal yang pernah kau lihat.
Kalo ingat masa putih abu-abu; cuma bisa ketawa sendiri sambil batin, "Lucu, ya. Cuma ngerti kamu lewat dari jauh aja udah seneng dulu." Yang kupikir kita sesingkat itu, nyatanya udah 8 tahun ngerasain bareng wkwk.
simplenya begini, semua orang punya waktu, tapi tidak semuanya mau membagi waktunya. jadi, jika ada seseorang yang mau meluangkan sedikit waktunya untuk kita, berarti kita adalah orang yang cukup berharga baginya.
akan tetapi, tidak semua orang bisa menghargai waktu tersebut.
Guruku menasehati: “Kamu sebagai pelajar sebaiknya mengosongkan waktu 5 jam dalam satu hari khusus untuk membaca dan mengulang. Buat komitmen agar tidak ada apapun yang kamu lakukan kecuali hanya untuk ilmu di waktu itu. Jika tidak, maka kamu sebetulnya bukan pelajar (santri)”.
Salah satu bentuk berdamai dengan diri sendiri adalah menerima kalau diri sendiri jauh dari sempurna. Dan cara menerima diri sendiri jauh dari sempurna adalah dengan menjauhi perdebatan yang tidak penting, dan tidak membuat pembelaan yang tidak perlu
وقد يبتليك الله ليفضح لك قلوباً ادَّعتْ محبَّتكَ فلا تحزنْ.
Terkadang Allah memberikan cobaan padamu, agar terungkap hati yang mengaku mencintaimu. Maka janganlah kamu bersedih.
Patenang bedeh pengeran. 🙏🏼
Ada rindu, tapi hanya tertahan di antara bait aksara. Sebab sang pemilik rindu, membuat diri ini tertunduk dalam diam. Karena nyali terlalu ciut untuk sekadar mulai menyapa, "Hai, apa kabar?"
Katanya karir pengen diangkat, tapi tahajud aja ga mampu. Katanya hidup ingin dimudahkan, tapi bangun 2 rakaat sebelum subuh aja susah. Katanya rezekinya pengen dilancarkan, tapi sholat dhuha aja ga pernah. Katanya pengen ditolong Allah, tapi sholat wajib aja masih bolong-bolong.
Ada yang sengaja diam, bukan karena tidak tahu apa-apa. Tapi merasa dengan diam, lebih leluasa untuk memperhatikan dan memahami apa yang terjadi sebenarnya.