serius dah, suka sama banyak hal tuh seru banget. musik, cinema, anime, kpop, buku, art, olahraga, dan sebagainya. nyari temen jadi lebih gampang ( menurut gua ), banyak yang bisa diobrolin, KAGAK BOSEN DAH POKOKNYA, ada aja gebrakan yang bikin lu heboh terus.
gara2 overconsumption, aku ngerasa jd susaaah punya original thoughts.
semua opini & perspektifku kayaknya dibentuk oleh algoritma medsos, atau dari pendapat orang2 di sekelilingku.
sama kayak artikel Substack yang barusan kubaca ini.
... nah, kan? 🫠🫠🫠
Dari dulu selalu nekenin ke temen-temen cewe, “Look who your boyfriend is friends with”.
Birds of a feather flock together. Cowo bisa aja akting baik & ksatria depan lu (ada maunya), tp liat kualitas temennya & kalian bisa nilai seperti apa dia.
booktwt, dan bookish community lain, bikin minat baca meningkat, tapi di lain sisi, menyeragamkan preferensi (judul) bacaan pembaca.
kayanya cuma segelintir yang milih buku berdasarkan pada kebutuhan dan personal taste-nya, yg dibaca kebanyakan yg lagi ramai di platform.
To improve your writing, read more.
To improve your thinking, write more.
To improve your storytelling, present more.
To improve your energy, rest more.
To improve your understanding, teach more.
To improve your network, give more.
To improve your happiness, appreciate more.