Efek MBG libur ke harga bahan pokok :
- Telur biasanya 30k, tembus sampai 21k
- Sawi ijo biasanya 10k jadi 2k per kg
- Labu siam 2k perkilo
- Ayam biasanya 40k, bisa jadi 30k
- Cabe SETAN 100K jadi 35k
- Brokoli 14k perkilo
- Bawang merah sempat naik 80k jadi 33k sekilo
Kalo sudah sebanyak ini manfaar MBG libur,
Apa gak sebaiknya MBG di stop aja guys?
Jerome Polin kembali berikan pendapat dan merasa capek tiap hari liat berita buruk, melalui akun sosmed nya ia bilang:
"Jujur at this point aku bingung, kita sebagai rakyat tuh bisa apa sih? speak up di sosmed udah, ga didenger. Dilawan pake buzzer lagi. Demo udah, ga ada perubahan. Dilawan pake demo bayaran. Ada cara apalagi?? Segakbisa ngapa-ngapain itu kah?
Asli bingung dan bertanya2, apa masih ada harapan?
Yang berkontribusi malah dikriminalisasi. Terus harus apa? Bisa apa?
Rakyat susah cari kerja, kualifikasi harus S1 minimal. Eh ada yang ga lulus S1 jadi komisaris, segampang itu?"
presiden terburuk dalam sejarah
presiden paling gak punya adab.
presiden paling maniac pakai buzzer
presiden paling kotor cara berpolitiknya.
hidup serba kalahan.
dari angkatan bersenjata dipecat.
rumah tangga berantakan.
pilpres 4x kalah terus.
jadi presiden dibenci rakyat karena ulah sendiri.
sekarang main presiden presidenan biar bisa pidato padahal isinya gak mutu.
hidup dikelilingi penjilat. figuratively & literally.
dasar tua bangka sakit jiwa.
Semalam nonton konten TKI di Korea. Gajinya 30jt, sebulan bisa nabung 20jt, dalam setahun bisa nabung 500jt bareng suaminya yang sama-sama TKI di sana. Kalau lembur dapat 200rb/jam. Makan siang, snack, kopi disediakan di pabrik. Ngekos, masak sendiri, pergi kerja pakai bus pabrik, split bills sama suami. Masuk akal sih.
Makin gong waktu nonton dia belanja, karena harga barang-barang kebutuhan sehari-hari gak jauh beda dari Indonesia, bahkan ada yang lebih murah.
Dah, mau cerita itu aja wkwkwk.
cc:threadjennyjusuf
- Ga bisa menangani bencana Sumatra? Dibelain.
- Keluar negeri terus? Dibelain.
- Kurban pakai APBN? Dibelain.
- Rupiah melemah? Dibelain.
- BBM naik? Dibelain.
- Harga kebutuhan pokok naik? Dibelain.
- PHK massal terjadi? Dibelain.
- Daya beli masyarakat turun? Dibelain.
- Utang negara bertambah? Dibelain.
- Pajak dinaikkan? Dibelain.
- Defisit melebar? Dibelain.
- IHSG anjlok? Dibelain.
- Lapangan kerja seret? Dibelain.
- Investasi mandek? Dibelain.
- Harga beras naik? Dibelain.
- Harga listrik naik? Dibelain.
- Program kontroversial jalan terus? Dibelain.
- Pejabat bikin pernyataan blunder? Dibelain.
- Kritik publik diabaikan? Dibelain.
- Demonstrasi mahasiswa diremehkan? Dibelain.
- Janji kampanye belum terealisasi? Dibelain.
- Menteri bermasalah dipertahankan? Dibelain.
- Kabinet gemuk? Dibelain.
- Anggaran membengkak? Dibelain.
- Kepercayaan pasar turun? Dibelain.
- Rating pemerintah turun? Dibelain.
- Apa pun yang terjadi: Dibelain.
Siapa pun yang mengkritik:
Disalahin.
Sesuci itu kah sosok yg pernah ada ISU HAM ini di mata kalian?
Guys, ada kasus dari Medan yang menurut gue paling absurd dan paling menyakitkan yang pernah gue baca dalam waktu lama.
Dua pemuda usia 22 tahun
beli Pertalite 25 liter pakai jeriken.
Ditangkap. Ditahan.
Dan sekarang terancam 6 tahun penjara plus denda Rp60 miliar.
Beli. Bukan nyolong.
Beli pakai uang sendiri.
25 liter. Pakai jeriken.
Dan dijerat pasal yang sama dengan mafia migas kelas kakap.
Ini faktanya yang bikin makin tidak masuk akal:
Mereka ditangkap 6 Januari 2026 empat hari setelah KUHP baru berlaku.
Tanggal 7 Januari sehari setelah ditangkap polisi baru memeriksa ahli.
Artinya mereka sudah jadi tersangka sebelum ahli diperiksa.
Prosedur terbalik total.
Di persidangan ada kejanggalan lebih parah lagi.
Dakwaan menyebut penangkapan berdasarkan informasi masyarakat.
Tapi saksi polisi di persidangan bilang penangkapan terjadi saat patroli rutin.
Dua versi yang berbeda.
Dalam satu kasus yang sama.
Hakim pun curiga dan langsung nyeletuk keras di persidangan:
"Yang saya khawatirkan perkara ini adalah request jadi kalian tidak murni melakukan penegakan hukum."
Hakim sendiri.
Yang ngomong begitu.
Di dalam sidang.
Dan ini tentang pasal yang dipakai yang paling tidak proporsional:
Pasal 55 Undang-Undang Migas ancamannya 6 tahun penjara dan denda Rp60 miliar.
Pasal itu dibuat untuk menjerat mafia migas penyelundup skala besar, kartel distribusi ilegal, pemain yang merugikan negara miliaran rupiah.
Bukan untuk dua anak muda yang beli 25 liter Pertalite pakai jeriken di SPBU pinggir jalan.
Kuasa hukum mereka langsung kalkulasi:
keuntungan tidak wajar dari pembelian itu?
Sekitar Rp15.000 per jeriken.
Lima belas ribu rupiah.
Itu yang dianggap sebanding dengan ancaman Rp60 miliar dan 6 tahun penjara.
"Nilai Rp60 miliar itu masuk akal kalau pelakunya pemain besar.
Ini cuma dua anak muda yang beli 25 liter."
Dan ini yang paling menohok siapa yang seharusnya jadi target:
Kuasa hukum mereka menyebut dengan sangat jelas:
yang seharusnya disorot adalah pemilik SPBU-nya yang membiarkan pengisian menggunakan jeriken terjadi di tempat usahanya.
Bukan pembelinya.
Bukan dua anak muda itu.
Tapi yang ditangkap adalah orang yang paling tidak punya kuasa dan paling tidak punya koneksi.
Yang punya SPBU? Bebas.
Yang beli 25 liter? Ditahan enam bulan.
Dan ini kondisi salah satu terdakwa yang paling menyedihkan:
Ayah dari salah satu terdakwa sedang menderita kanker. Kuasa hukum mengajukan penangguhan penahanan atas dasar kemanusiaan.
Dan mereka baru dibebaskan dari rutan setelah hakim mengabulkan penangguhan setelah enam bulan ditahan.
Enam bulan.
Untuk beli bensin 25 liter.
Di negara ini kepala BGN yang mengelola Rp335 triliun dan terbukti korupsi baru ditangkap setelah berbulan-bulan program berjalan.
Mafia BBM yang mengeruk subsidi miliaran masih bebas keliling. Pejabat yang merampok uang rakyat masih bisa nyalon lagi di pemilu berikutnya.
Tapi dua anak muda 22 tahun yang beli 25 liter bensin pakai jeriken ditangkap sehari setelah membeli bensin, ditahan enam bulan, dan terancam denda Rp60 miliar.
Hukum di Indonesia memang ada.
Tapi tajamnya hanya ke bawah.
Dan selama sistem ini tidak berubah keadilan di negara ini akan terus menjadi barang mewah yang hanya bisa dinikmati oleh mereka yang punya uang dan koneksi.
MACET GAK USAH NYALAHIN PENDEMO. SALAHIN YANG BIKIN KEBIJAKAN SAMPE PENDEMO HARUS TURUN KE JALAN.
Lagian yang bikin macet juga si kacang ijo kacang coklat. Mahasiswa yang turun aja gak nyampe 2.000 orang, si kacang 6.088, kek mau perang aja. 😭✌🏻
@ArvianRidwan@tertamvan_ ah masa? gw belum pernah liat tuh wkwk
biasanya yg 01/03 ngomong pake fakta, trus 02 bagian bilang "barisan sakit hati" "disana masih pilpreskah?" "anak abah" iya kan? jujur kasian sama yg milih 03 dianggep anak abah juga sama kaum 02 🤣
@txtdrimedia KALO LAPAR YA MAKAN WKWKWK
NARASINYA SEOLAH-OLAH MBG ADALAH SEGALANYA PADAHAL ANAK2 JUGA PASTI ADA MAKAN MALEM DI RUMAH, MAKAN SEHARI 2 KALI GAK MATI JUGA 🤣
@Rsbrrycndymlk2@tertamvan_ di caseku udh jadi ex kak, bener2 cara mikirnya ga sejalan bgt sama gw, suka malu2in kalo diluar (tiba2 joget2 sendiri ngikutin apa yg lg trend) orgnya fomo bgt apa2 viral dikit diikutin, gak punya pendirian, gabisa nge-lead (kata andalan terserah, bingung, gatau) ex terparah gw
@ArvianRidwan@tertamvan_ bukan sakit hati, tp cara mikir org2 yg milih 02 tuh emang ga selaras sama kita2 (entah yg milih 01/ 03), yg milih 02 tuh gampang bgt kebawa arus fomo yg dimakan mentah2. apa2 viral dikit diikutin gaktau itu bagus apa gak, ada data apa gak. macem org gapunya pendirian lah
@LeonardusLitik@tertamvan_ value aman2 aja? tau darimana? gw pernah punya ex sama ex temen voters 02 orgnya ga beres semua (gamau dengerin org lain, ngerasa paling bener, self centered, percaya gosip mentah2, FOMOAN) jujur gw benci bgt org fomo yg gak difilter dulu tu fomo baik apa kagak
Efek MBG di stop sementara:
1. Harga telur turun jd 24k
2. Harga ayam turun jd 30k
3. Susu uht plain tidak langka
4. Rupiah menguat sedikit
5. IHSG cetak +5%
6. Tidak ada siswa keracunan
7. Para Ka SPPG yg joget2 di bogor, pada gigit jari
8. Guru jadi ga sibuk buang sisa makanan dan ngitung ompreng
Ini baru stop semntara dalam beberapa hari, ekonomi langsung lebih baik.
Apalagi STOP TOTAL?
SETUJU MBG STOP TOTAL?
@nozelism lg main negara-negaraan tuu, soalnya aslinya mereka ga capable buat ada di jabatan mereka masing-masing setelah tau kalo kebanyakan mereka lulusan SMA dan sebagian lagi GAK JELAS lulusan mana ☺️
keos bgt anjir baru 1.5 tahun WKWKWK gila wo mundur ajalahh nama lu jg udah jelek baik di negara sendiri maupun di global😭😭 gabecus jir pantes dulu 4x kalah, ternyata dulu orang2 emg gapercaya sm lu karena ternyata keliatan ga mampunya