Menindaklanjuti permintaan dari masyarakat Indonesia untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Iran, Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia telah membuka rekening resmi donasi.
Langkah ini bertujuan untuk memfasilitasi individu, institusi, maupun organisasi yang ingin menunjukkan solidaritas dan dukungan nyata kepada masyarakat Iran.
Seluruh donasi yang diterima akan digunakan untuk mendukung upaya rekonstruksi dan rehabilitasi wilayah-wilayah yang terdampak.
Kedutaan Besar Republik Islam Iran menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian, empati, dan solidaritas yang tulus dari masyarakat Indonesia.
Setiap kontribusi adalah simbol persaudaraan dan nilai kemanusiaan yang luhur.
📍 Informasi rekening resmi:
Bank: BRI
Nama Rekening: Embassy of the Islamic Republic of Iran
Nomor Rekening: 020601002438302
#Donasi #KedubesIran #Iran #IndonesiaIran
Guys kata Benix saham bank-bank besar Indonesia itu harus nyungsep. Dan itu bukan berita buruk. Itu justru syarat wajib kalau Indonesia mau maju.
Gw jelasin kenapa.
Bank BRI sekarang sudah di bawah Rp3.600. Dua tahun lalu waktu semua orang bilang bakal ke Rp6.000 bahkan Rp7.000 Benix bilang tidak. Bahkan prediksinya bisa turun ke Rp3.000-an.
Sekarang terbukti.
Tapi ini bukan soal sahamnya naik atau turun. Ini soal sesuatu yang jauh lebih fundamental.
Net interest margin selisih antara bunga yang bank bayar ke nasabah penabung versus bunga yang mereka tagih ke peminjam Indonesia tertinggi di dunia.
Bukan Asia Tenggara. Bukan Asia. Dunia.
Purbaya sendiri yang bilang itu.
Lu nabung di bank dapat bunga 3 sampai 4 persen. Lu pinjam dari bank yang sama bayar bunga 10 sampai 13 persen. Selisihnya itu yang masuk kantong bank.
Hasilnya Bank Mandiri laba Rp56 triliun tahun 2025. BRI Rp57 triliun. BCA Rp57,5 triliun.
Kok mirip-mirip semua? Benix curiga ini sudah mengarah ke oligopoli. Dan KPPU perlu cek itu.
Sekarang bandingkan dengan Vietnam.
Vietcombank bunga pinjamannya 2,58 persen. Bahkan bank mikro di Vietnam bunganya bisa 1,2 persen. Dan GDP Vietnam 2025 8 persen. Tahun 2026 mereka target 10 persen.
Indonesia? Masih berjuang mau tembus 5,3 persen.
Dan Benix bilang korelasi itu bukan kebetulan.
Kalau bunga kredit 13 persen pengusaha tidak berani ekspansi. Tidak berani beli mesin baru. Tidak berani hire karyawan. Karena seluruh profit habis buat bayar bunga bank. Mereka jadi perusahaan zombie hidup cuma untuk memperkaya banker.
Petani ambil kredit untuk modal tanam profitnya habis bayar bunga. Nelayan ambil kredit untuk beli solar asetnya disita karena tidak bisa bayar.
Sementara bankernya cetak laba puluhan triliun.
Dan modalnya dari mana? Dari uang pajak rakyat. Pemerintah kucurkan dana ke bank Himbara supaya diputar ke bawah. Tapi ternyata malah dipakai beli Surat Utang Negara yang bunganya dibayar pakai pajak rakyat lagi.
Jadi rakyat bayar pajak dua kali. Dan kalau mau pinjam duit pajaknya sendiri bayar bunga 13 persen.
Solusi Benix ada dua yang paling masuk akal.
Pertama permudah izin bank asing masuk Indonesia. Undang bank Vietnam. Bank China. Bank Jepang yang terbiasa bunga rendah. Biar kompetisi memaksa bank lokal turunkan bunga.
Kedua kembangkan pasar obligasi dan pasar modal supaya perusahaan punya alternatif pendanaan selain bank. Kalau perusahaan bisa IPO atau terbitkan obligasi bank tidak lagi punya monopoli akses ke modal.
Dan ini yang paling penting dari semua yang Benix bilang.
Saham bank nyungsep bukan tanda ekonomi rusak. Itu tanda sistem sedang diperbaiki. Profit bank yang berkurang artinya pengusaha yang membayar bunga lebih sedikit. Artinya ada lebih banyak uang yang berputar di ekonomi riil. Artinya lapangan kerja bisa tumbuh. Artinya GDP bisa naik.
Vietnam sudah buktikan itu.
Kita masih terdiam melihat banker-banker kita cetak rekor laba sementara UMKM di bawah megap-megap bayar cicilan.
Lagi-lagi soal Kapitil
Saya nulis ini sebenarnya sambil agak emosi (akan saya jelaskan).
Kok bisa2nya entri kata seperti "kapitil" masuk KBBI. Di lain pihak, ini sebenarnya tidak mengejutkan karena dalam beberapa tahun terakhir ini KBBI mulai sembarangan memasukkan kata ke dalam KBBI, mungkin karena mengejar target. Semuanya ini dimulai karena nafsu mengejar jumlah kosa kata supaya "bisa disejajarkan" dengan bahasa-bahasa besar di dunia.
LIhat: https://t.co/bBAXKNaXnq
Tahun 2024 mereka ditarget untuk menambah 80.000 lema, mengejar target 200.000 lema. Saya kira target ini bisa jadi dijadikan semacam KPI bagi Badan Bahasa yang mengampu KBBI. Jadilah segala macam kata hantu belau dimasukkan ke dalam KBBI, termasuk yang terakhir ini: kapitil.
Bagaimana sesungguhnya sebuah kata bisa masuk KBBI? Mengacu pada sebuah artikel yang ditulis oleh Badan Bahasa sendiri (https://t.co/xI2qlolFwR), syaratnya ada lima. Mari kita lihat satu per satu.
1. Unik. Belum memiliki makna dalam bahasa Indonesia. Oke, boleh, dengan syarat jangan ngarang, dan jangan maksa. Kita sudah punya lema kapital untuk huruf besar, dan nonkapital untuk huruf kecil, ada juga onderkas, mungkin mirip seperti lowercase, sebuah kata lama peninggalan dari Belanda. Jadi, apakah kita butuh kapitil? Tidak.
2. Eufonik. Enak didengar. Ini keluhan yang paling banyak saya dengar saat orang berkomentar tentang kapitil. Apaan tuh? Kok bunyinya seperti ... (you know what I mean). Jadi syarat ini udah jelas-jelas dilanggar.
3. Seturut kaidah bahasa Indonesia dalam pembentukan kata. Saya pikir syarat ini kurang relevan
4. Tidak berkonotasi negatif. Lah, justru ini yang paling parah. Soalnya mirip dengan .... (you know what I mean)
5. Kerap dipakai. Memang, untuk membela diri, Badan Bahasa memasukkan entri kapitil sebagai ragam cakap, alias nonformal. Pertanyaan saya, dalam percakapan di mana muncul kata kapitil ini? Perasaan gak pernah dengar dan lihat. Ternyata jawabannya ada di sebuah artikel di detik: https://t.co/ke53Kz1BJI
Kata ini berasal dari joke internal di Badan Bahasa. What?Joke internal boleh dimasukin kamus? Kalau begitu kenapa lema anjir, jancuk, dan cabe-cabean yang bahkan pemakaiannya jauh lebih luas tidak dimasukkan? Karena belum diusulkan masyarakat? Jawaban macam apa itu.
Ini hanya menunjukkan satu hal. Badan Bahasa memegang cek kosong untuk memasukkan kata ke dalam KBBI secara semena-mena. Mereka bahkan melanggar aturan yang mereka buat sendiri. Bayangkan, joke internal kantor, yang tidak dikenal masyarakat luas bisa masuk kamus. Saya menyebutnya dengan istilah otoritarianisme bahasa, atau fasisme bahasa (grammar nazi, everyone).
Sebagai penutup, saya mau cerita sedikit. Saya dulu pernah bersurat kepada redaktur KBBI perkara lema "batalion". Menurut saya, seharusnya yang masuk kamus itu adalah "batalyon", seperti yang umum dipakai oleh TNI. Kok KBBI tidak mengikuti pemakaian umum melainkan ngarang sendiri. Surat saya dijawab sederhana: bentuk bakunya adalah "batalion", tanpa membuka ruang diskusi. Kalau bukan fasis, apalagi namanya.
(Update terakhir, kata "batalyon" dimasukkan sebagai varian dari "batalion")
Bahasa adalah milik bangsa, milik pemakainya, bukan milik Badan Bahasa. Dengan memasukkan entri secara serampangan, Badan Bahasa sesungguh sudah merusak bahasa Indonesia. Ingat, "Bahasa Mencerminkan Bangsa." Mungkin rusaknya bangsa kita memang tercermin dari rusaknya bahasa Indonesia.
@nbsusanto @dion_prolink @tirta_cipeng Gak usah pake kalkulator mas, udah hampir pasti begini produk apapun, kecuali kalo masnya lagi bandingin merk 1 ke merk lainnya dgn isi kemasan yg beda
Ada skema beasiswa baru di LPDP: Australia Awards Scholarship (AAS) X LPDP
AAS akan cover tuition fee, LPDP akan cover living cost (atau sebaliknya gw lupa)
Periode pendaftaran:
26 Agustus '24 - 13 September '24 (alias ngga sampe sebulan)
Prioritas bidang studi:
• The Blue Economy
• Green/Renewable Energy
• Digital/Information Technology
Daftar di:
https://t.co/nLvQqkbH4B
Brosur:
https://t.co/C3h1G76NRX
@mmaryasir Lebih ke biar seragam 1 negara gak sih?
Indo jg sempet ada wacana 1 zona kok
Urusan kantor sering ribet soal zona waktu
Jam kerja sama 8-5, tp yg WIT pulang 2 jam lebih dulu
Senior di WIT pernah diomelin bos pusat gara2 dikasih kerjaan jam 3 WIB, tp dy kerjain besoknya
Gaes, udah pada beli Pre-order Novel komedi terbaru gue, Si Paling Aktor, belum?
Bisa pesan langsung pesan di sini: https://t.co/vo5IwYVWqv
Nah, gue mau cerita sedikit tentang proses pembuatan novel Si Paling Aktor ini.
Sebuah utas.