De Paul tentang kunjungan Messi ke Camp Nou:
"Sebelum kami terbang, Leo mengejutkanku. Dia menatapku, dengan senyum tenang itu, dan berkata: 'De Paul, sebelum kita pergi, mari kita singgah ke Barcelona, aku ingin melihat Camp Nou'. Aku pikir dia hanya bercanda, tapi dia serius.
Kemudian, kami naik jet pribadi dan terbang ke Barcelona. Saat tiba di sana, tak ada yang tahu kami ada di sana.
Messi ingin melakukan kunjungan ini dalam diam, tanpa kamera, tanpa kilatan, tanpa keramaian... Kami menginap di hotel tepat di depan stadion, Messi duduk di balkon, menatap lurus ke arah Camp Nou dan berkata: 'Seluruh tempat ini menyimpan bagian dari diriku.'
Setelah makan malam, dia meminta untuk singgah sebentar ke stadion. Saat tiba di sana, Leo berjalan menuju pusat lapangan dan berdiri di sana, dalam diam. Mengingat semua kemuliaan yang pernah dia saksikan di sana."
@somexrecom Orang miskin senang kalo orang disampingnya ikut miskin jg, iri hati sampe merusak orang disampingnya. Kebodohan+kemalasan menghasilkan kemiskinan, kemiskinan+kurang bersyukur dan ikhlas menghasilkan penyakit hati, iri dengki dan sebagainya. Itulah faktanya.
Sebuah post yang sangat mindblowing 🤯🇦🇷
Pada sebuah acara perkenalan Diego Maradona di Newell's Old Boys pada tahun 1993 ada seorang anak kecil yang tampil juggling bola. Dia adalah Lionel Messi.
Mengapa para pemain Argentina begitu loyal, emosional, dan bersedia berperang habis2an demi Messi?
Krn Messi dgn sadar meruntuhkan egonya sbg megabintang. Messi menjadi orang pertama yg merangkul pemain2 yg lebih muda, menyemangati ketika mereka melakukan kesalahan, mengajak mereka ngobrol, bermain kartu truco, dan minum mate bersama.
Para pemain Argentina respek krn Messi sering kali menyewa atau memakai jet pribadinya untuk menjemput pemain2 Argentina yg bermain di Eropa agar mereka bisa pulang kampung dgn nyaman untuk jeda internasional.
Pernah juga di masa lalu, saat AFA mengalami krisis keuangan dan korupsi, Messi diam2 merogoh duitnya pribadi utk membayar gaji staf, anggota keamanan, juru masak, dan pembantu umum tim nasional yg berbulan2 tdk dibayar.
Para pemain melihat ini sebagai bentuk kepedulian dan pengorbanan tertinggi terhadap tim nasional. Dan untuk membalasnya, mereka dgn suka rela berkorban dan bahkan rela “mati” di lapangan demi Messi.