Gw memulai pendidikan dasar di salah satu Kabupaten di Jawa Barat.
Sejak kecil, gw terbiasa diajak untuk bercita cita besar.
“Kalau sudah lulus SMA, jangan lupa untuk kuliah di Universitas Indonesia, itu kampus terbaik di Indonesia.”
Motivasi semacam itu terus kejadian secara berulang sampe gw SMA.
Akhirnya, masuk UI terdengar sebagai hal biasa dan terlihat mungkin untuk diwujudkan.
Jadilah gw masuk Sastra Jepang UI untuk merasakan pendidikan, yang kata orang-orang, terbaik itu.
Access to Education, Acquired.
Dampaknya apa? Secara garis besar wawasan jadi lebih terbuka, dapat informasi yang nggak dimiliki orang lain, dan ternyata bisa dijual.
Case saat itu gw ngajar bahasa Jepang dan perlahan mulai mandiri.
Satu hal yang nggak gw sadari, akses ke edukasi ini ngebuka gerbang ke MILES berikutnya: Location & Luck.
Berada di jantung kota Depok, UI dipenuhi beragam orang brilian dari berbagai daerah di Indonesia.
Mulai dari anak super cerdas yang sepertinya punya masa depan cerah hingga anak keturunan orang penting di Indonesia.
Karena faktor lokasi ini network jadi bertambah, kesempatan belajar dari banyak pihak juga luas.
Dari sana, akhirnya gerbang MILES ketiga terbuka: Intelligence & Insight.
In short, i got smarter and smarter. Skillset juga makin terasah.
Dengan skill dan koneksi yang tambah oke, akhirnya juga bisa membuka gerbang MILES berikutnya: Money.
Money ini bisa berasal dari pekerjaan ataupun project lepasan.
Biasanya di tahap ini semua MILES yg kita punya akan terus saling mempengaruhi dan kondisi ekonomi akan terus membaik dari waktu ke waktu.
Dari sekedar ngontrak jadi punya rumah.
Dari sekedar tabungan jadi beragam instrumen investasi.
Dari motor jadi mobil.
Dan lain lain yang silau maupun tidak, tergantung pilihan dan kebutuhan masing-masing.
Alhamdulillah, gw beruntung bisa dapat akses ke 4 dari 5 MILES ini, meski masih di tahap awal.
Setelah keempat MILES tadi, Education-Location-Intelligence-Money saling mempengaruhi dan membuat kita terus bertambah kaya, secara perlahan status sosial juga akan naik.
Dan ketika status sosial (entah di kehidupan nyata atau maya) naik di level tertentu, kita jadi punya kesempatan untuk terkoneksi ke mereka yang berada di status sosial terkait, bahkan lebih tinggi.
Ketika kelimanya sudah di tangan dan bisa dimanfaatkan, insyaallah terus terusan tambah kaya bisa kejadian.
Kenapa ada orang yg bisa terus tambah kaya tapi di sisi lain ada yg tetep miskin?
Kemarin gw liat konten menarik di TikTok yg bahas soal ini dan penjelasannya cukup masuk akal.
“Faktor yg menentukan adalah akses ke MILES”, katanya.
Ini POV gw, yg dulunya miskin, soal MILES 👇
Krisis “kampung halaman gue dimana”
Bokap Lampung, Nyokap anggep aja Purwokerto (sebenarnya Magelang tapi besar di PWT)
Aku dari kecil pindah kota mulu.
Skrg di Jakarta tp tinggal di TNG dan Devok.
Bokap meninggl, jadi harusnya balik ke Purwokerto dong. Tapi nyokap di Lampung