Mau pasang susuk terus ngemall ke plaza indonesia. Nyari om om atau tante tante yang keliatan sendirian terus aku samperin dengan muka melas dan cerita kesulitan bayar kuliah. Nanti susuknya bekerja dan akhirnya aku dibayarin kuliah + dibeliin apart & laptop + free magang horeee
For those who want to watch The Backrooms, please pick a dying mall and the most late night showing so you'll exit through the endless emergency stairs, it's the most immersive experience you'll ever get
bang kaos lima ribu... hahh nawar dicekek... ohh... mmm empat ribu lima ratus boleh bang? eh... *NGHHHJNK* UHUK... bang cekek... hah... hah... UHUK... dua ribu deh bang *NGHHNNGHKJHMPHH* bang gopek lima gimana? UHUK... *NGHJKSHDUN* bang... gratis deh bang UHUK UHUK *NGHHNGHHJKG*
1000 mahasiswa vs 4000 aparat kepolisian + TNI
Let that sink in, our government would use this much force against its own youth, our countryβs future
They turned all the CCTV off at central Jakarta following students protest today. Please protect yourself, each other, & your personal phone as well, guys.
Belajar dari aksi Mayday 2026, di mana 101 orang di Jakarta mengalami penangkapan, berikut beberapa hal yang perlu kawan-kawan pelajari juga ketika mau turun aksi:
1. Polisi lagi punya inisiatif tinggi untuk melakukan penggeledahan acak, utamanya if you are "bukan massa aksi"
Doa terbaik buat teman-teman yang turun aksi hari ini. Sudah sepantasnya kemarahan disuarakan. Semoga tuntutannya dipenuhi: hentikan pemborosan APBN, turunkan harga BBM dan kebutuhan pokok, hentikan militerisme di ranah sipil, dan pemrenta stop anehhhhhhh.
Angka HIV lebih tinggi di laki-laki homosexual karena mereka lebih aware dan rajin screening, bukan karena lebih tinggi dari c1s heterosexual males (yang akan menyembunyikan jika tau, atau bahkan tidak peduli untuk cek) but indons aren't ready for that conversation
Udah tau isu LGBT lagi berusaha dinaikin biar nutupin jeleknya pemerintah. Eh malah banyak dokter dan nakes malah ikut-ikutan nambahin bensin kedalam api dengan bahas atau edukasi soal HIV dengan bahasa yang diskriminatif