Dosen ini "dihukum" bukan gara-gara kesaksian gaji di MK minggu ini.
Dimulai 2020, gara-gara nge-screenshot soal kasus Km 50 terus dikirim ke atasan.
Abis itu jam ngajarnya dipotong pelan-pelan, izin gak diproses, BKD-nya "kebetulan" gak pernah penuh.
4 tahun rapi banget nyusun alasan administratifnya.
BKD (Beban Kerja Dosen) itu instrumen buat ngukur kinerja ngajar-riset-pengabdian.
Tapi kalau atasan gak suka omongan lo, BKD bisa "kebetulan" gak penuh.
Abis itu serdos gak cair walau sertifikatnya udah di tangan.
Alat administratif jadi alat bungkam.
Rapi, sistematis, dan susah dituntut karena "kan cuma soal kinerja."
Serikat Pekerja Kampus lagi ngumpulin bukti-bukti intervensi yang dialami dosen ini, buat dilaporkan balik ke MK.
Jadi ini bukan cuma keluhan viral doang , ada jalur formal yang lagi disiapin.
Pemotongan jam ngajar udah jalan dari 2020.
Kesaksian di MK minggu ini cuma nambah babak baru: ancaman dan doxing.
Pak sekjen kementrian PU Apri Artoto Udah disuruh jadi tameng, bersihin nama, jadi samsak netizen...masih kena penugasan ke PAPUA???
Apakah akan jadi belio beralih dari WIB ke WIT?? Nggak sih kayaknya yaa😅
Fun fact: banyak expat (dari berbagai negara) mengeluh sama kualitas air keran di Korea karena bikin rambut rusak/rontok
Ini topik bulanan di group FB expat cewe wkwkwk gw pun merasakannya
karena @Cloudflare pernah narik kabel dari Singapore ke Jakarta di palak dengan total 43x lebih mahal dari narik kabel di Amerika Latin atau eropa
43x lebih mahal, yg bener aja 🤧 @TelkomIndonesia@kemkomdigi
Tapir nya sudah disembelih dan warga yg melakukan dengan bangga memamerkannya di Media Sosial.
Pernah ke Mesuji
Ini daerah yang kamu kayaknya bakal gak tahan tinggal walaupun cuman satu hari.
Ntah kenapa di sana rasanya mencekam.
Mesuji terletak di jalur strategis penghubung Lampung–Sumatera Selatan kanan kiri jalan antara sawit, singkong, karet.
Pusat Kabupatennya remang dan sepi, karena mostly warga tinggal di kampung di antara perkebunan.
Dari website pemerintahannya, Pada 2024, sekitar 12,9 ribu penduduk Mesuji masih hidup di bawah garis kemiskinan.
Komposisi demografisnya didominasi masyarakat transmigran, terutama Jawa, disusul masyarakat asli seperti Mesuji, Lampung, serta etnis Sunda, Bali, Ogan, dan lainnya.
Kabupaten ini pernah dikenal luas akibat konflik agraria yg menimbulkan korban jiwa, sementara dalam beberapa tahun terakhir masih muncul kasus-kasus pembunuhan, perampokan, hingga kekerasan seksual.
Kualitas SDM -nya bisa ditebak, dan meningkatkannya jadi PR Pemerintahan Daerah yang gak pernah selesai, itupun kalau kepala daerahnya peduli.