Sepakat sama statement di bawah.
Sebagai orang Bandung, saya beberapa kali dapat tawaran untuk kerja di Jakarta medio 2015-2018. Tapi selalu ditolak karena Bandung itu comfort zone meski penghasilannya gitu-gitu aja. Hidup di kota kelahiran, banyak teman, dekat dengan keluarga, bahkan dulu pertimbangannya sempet takut gak bisa buat main bola atau ngelatih.
Sampai akhirnya kemudian karena keterpaksaan kerja di Jakarta. Sekarang sudah bekerja di Jakarta selama 7 tahun, saya selalu menyesal…. menyesal gak dari dulu kerja di Jakarta. 😌
Hey Bung Towel.
Cuma pemain yang lebih jago yang berani omelin Haye.
Jangankan Haye, Bobotoh aja hormat banget kalau sama dia, walaupun dia ga sedekat atau ga sehangat itu ke Bobotoh.
That man?
None other than Federico Barba!
Ini penelitian ilmiah dari UEFA Elite Club Injury Study yg dipimpin Prof. Jan Ekstrand berdasarkan penelitian ribuan pertandingan sepak bola profesional.
Riset itu menunjukkan fakta empiris bahwa pemain yg bertanding dgn jeda kurang dari 72 jam atau kurang dari 3 hari istirahat punya risiko cedera otot seperti hamstring, groin, dan calf 6 hingga 8 kali lebih tinggi dibandingkan pemain yg dpt jeda 4-5 hari.
Ketika otot sudah lelah, beban menahan tumpuan tubuh berpindah ke sendi dan ligamen. Dan ini adalah pemicu utama cedera parah seperti putus ligamen lutut (ACL) atau engkel.
Selain itu, pemain sangat lelah sarafnya. Ini bikin decision making memburuk. Pemain jd gampang frustrasi, memicu emosi, sampai berpotensi melakukan brutal tackles yg sangat membahayakan pemain lain.
Meanwhile anggota Exco PSSI periode 2023–2027:
Gianni Infantino has further diminished the reputation of an organisation that had already become a byword for sleaze under his predecessor Sepp Blatter. He should resign.
The Telegraph says Gianni Infantino must go. Read the full Telegraph View ⤵️
https://t.co/2TwulFjyCv
Bukan meremehkan bukan, tapi ini kalo jadi CV yg dimasukkan buat kerja di pertamina sbg freshgrad juga keknya ketolak. Aku yg S1 UNDIP, S2 ITB aja galolos punten😩🙏🏻 Ayo mbak minimal malu yok.
cc : nungkyprmswr
Bedanya program bener dan enggak: liat kalau dicabut, yang protes yang nerima manfaat.
***
Kalau BPJS dihentikan yang protes rakyat yang berobat
Kalau KIPK dihentikan yang protes mahasiswa penerima
Kalau Subsidi BBM dikurangi yang protes rakyat kecil
***
Kalau MBG dihentikan, yang protes siswa dan ortunya?
Nggak. Bukan.
Yang protes pegawai SPPG.
***
Jadi siapa penerima manfaat MBG?
Jurnalis investigasi The Athletic Jacob Whitehead pernah menanyakan soal keanehan2 aturan main dan keuntungan2 yg didapatkan Qatar dan Saudi pd R4 kualifikasi Piala Dunia 2026 kepada AFC?
Apa jawabannya? Nggak ada respon.
Memang organisasi korup.
ini adalah bentuk ketidakmampuan @PSSI dalam menciptakan regulasi yang paten, . .
cc: @mafiawasit@seriea_lawas
klub bisa seenaknya pindah homebase atau “berevolusi” jadi klub daerah lain tanpa ada ikatan sejarah,
identitas,
dan emosional yang kuat dengan suporter setempat.
PNS aja, harus nunggu 10 tahun, baru bisa mutasi woii
Di Italia, tradisi membuat tim baru atau memindahkan markas sangat ketat karena klub dianggap warisan budaya kota yang tak bisa dipindah-pindah seenaknya, apalagi di Jerman di mana hampir semua tim adalah milik suporter melalui aturan 50+1, fans yang sesungguhnya menguasai klub, bukan segelintir orang yang bisa seenaknya mengubah lokasi dan identitas demi kepentingan sesaat.