@malakmalakmal Dalam khazanah Islam, sedari zaman dahulupun ateis dan materialis sudah ada, namanya dahriyyun, diambil dari dahr, artinya masa, yangmana mereka percaya "tiada membinasakan kita selain masa" sehingga menyangkal kebangkitan dan akhirat. Ini tercantum dalam ayat al-qur'an.
@sokmanggaa@rizkidwika@erlanishere Itu kan karena musim, saat equinox jam tepat kan? Ditambah eropa mengamalkan DST. Lagipula eropa saja tetap menggunakan 4 zona waqtu, dan Indonesia itu lebih lebar daripada sekalian eropa.
@sokmanggaa@rizkidwika@erlanishere Namanya jam ya asalmuasalnya ya ikut matahari. Lihat waqtu tinggal tengok ke langit. Ilmuwan sudah susah payah mengembangkan perangkat dan membagi zona waqtu supaya sebisa mungkin tepat jitu. Malahan saya lebih suka cara lama, dengan sedikit perubahan.
Perubahan Melayu menjadi Melayu Ambon sebagai proses asimilasi bahasa yang panjang di Maluku Tengah dan ini mengakibatkan sejumlah bahasa lokal punah.
Sekarang tidak hanya Melayu Ambon yang menghancurkan bahasa lokal, tetapi juga bahasa Indonesia.
Buku yang patut dibaca oleh kita semua, khususnya teman-teman dari Maluku, agar tahu kepunahan bahasa lokal makin jelas di depan kita.
Buku Sejarah Bahasa Melayu di Ambon karya James T. Collins.
@kentutisme begitu juga di alam Melayu dan Minangkabau. biasanya dimulai dengan "bismillah" diakhiri dengan "berkat la ilaha illallah". tak jarang juga menyebut "hak Allah", "hak Muhammad", "hu Allah", atau dikombinasi dengan ayat alquran.
Singkap Kata #48
Lampiran Fasal Pendinding, Bab Kedua "Tige Ilmoe Bathin, Kepetjaja'-an Oorang de Belitong" daripada maqalah "Opstellen in het Maleisch van Belitong".
Pendinding ialah ilmu batin yang dipercaya mampu melindungi pengamalnya drpd serangan sihir (Nakalan/Takalan)
-jua kita mengetahui penjagaan badan sendiri. Orang2 namakan ilmu untuk penjaga badan itu iyalah: pendindingi.
Ada dua macam pendinding ini. Satu, hanya untuk penjaga badan sendiri, yang satunya sambil menjadi penjaga badan seorang, pun boleh membalikkan penakalan orang, supaya-
Singkap Kata #48
Lampiran Fasal Pendinding, Bab Kedua "Tige Ilmoe Bathin, Kepetjaja'-an Oorang de Belitong" daripada maqalah "Opstellen in het Maleisch van Belitong".
Pendinding ialah ilmu batin yang dipercaya mampu melindungi pengamalnya drpd serangan sihir (Nakalan/Takalan)
@kentutisme begitu juga di alam Melayu dan Minangkabau. biasanya dimulai dengan "bismillah" diakhiri dengan "berkat la ilaha illallah". tak jarang juga menyebut "hak Allah", "hak Muhammad", "hu Allah", atau dikombinasi dengan ayat alquran.
Tarjamah Melayu lughat Belitong ke Baku:
3. Pendinding
Karena di Belitong bertambun orang yang berilmu kebatinan baik untuk menakali atau menjahili (istilah untuk mengirim sihir/guna2/dsb), pendeknya saja untuk kejahatan atau kebaikan bagi orang lain, dengan ilmunya itu, patut-