Menurut Kuru, ada empat jenis negara: negara agama; negara dengan satu agama resmi; negara sekuler; dan, negara anti-agama.
Sesat Pikir "Bukan Negara Agama, Bukan Negara Sekuler" | GEOTIMES https://t.co/ElP0fz7GSY
Hay una aparente paradoja, México nunca, NUNCA ha recibido una migración masiva post su poblamiento inicial; pero como?, si los análisis genéticos muestran claramente que la población es mestiza a un promedio de carga genética europea del 40%?... veamos...
@srondolinho@rintosjahfidi@hariyanto Kalau menurut saya alasan paling logis utk pembaruan SIM secara berkala ialah dng bertambah usianya, ada kemungkinan kemampuan fisik & mentalnya untuk mengemudi akan mengalami penurunan. Misalnya soal penglihatan, bisa saja orang usia lanjut mengalami katarak.
@KarinaShen54587 Mayoritas Mizrahi/Sefardi di Israel bukan konservatif, tetapi juga tidak sekuler liberal. Mereka lebih pas disebut tradisionalis. Sebenarnya mirip dengan mayoritas org Indonesia yg tradisionalis.
@azrinovitz@ZakarmuAkbar@dittolongdit Justru etnisitas dalam arti kesukuan lebih dulu ada daripada komunitas keagamaan. Sebelum ada agama2 universal macam kekristenan dan Islam, orang biasanya mengidentifikasi diri sebagai suku atau keturunan leluhur tertentu, bukan sebagai “pemeluk agama …”
Itu namanya bukan jalur merit, tapi jalur privilege.
Kemungkinan lu keterima LPDP LN memang lebih besar kalo lu anak kelas menengah kota besar dengan akses pendidikan dasar berkualitas sejak SD dan punya ekstra privilege termasuk untuk bayar tes+kursus IELTS yang mahal itu.
Mereka inilah yang kemudian dibiayai kuliah gratis ke luar negeri miliaran per orang sementara anak anak pedalaman masih susah sekolah karena segala keterbatasannya.
Menurut kamu itu normal? Adil?
Salah sendiri sih jadi anak pedalaman bukan anak metropolitan. 🤔
IMO, fenomena “raja2 kecil” itu banyak terjadi di daerah yg penduduknya relatif kecil, less urbanized, level pendidikan relatif rendah. Civil society di daerah2 itu relatif lemah, masyarakatnya pun kurang sadar politik, lbh mengutamakan peningkatan kesejahteraan keluarganya saja.
Idenya bisa aja sebenarnya.
Cuman, melihat raja-raja kecil yang lebih powerful dari pusat ini, lebih sangat mungkin dikorupsiin duit segitu dibandingin dipakai buat pengembangan wilayah masing-masing.
Pada lupa kasus Lukas Enembe sama Terbit Rencana Perangin-Angin kah?
@nopaliprop@SomeOneInW0@VerminusM And most of the victims of the 1929 Hebron massacre were not Jewish refugees nor they were Zionists. Many of them had been resided in Hebron for generations.
Ga sesimpel itu sebenarnya
Bandara Husein sama Adi Sutjipto pendaratannya dialihin ke bandara lain bukan tanpa alasan.
Ntu 2 bandara termasuk berbahaya dari sisi geografis untuk urusan take off/landing, salah satunya krn kedua wilayah diapit perbukitan/pegunungan.
Selain itu runway kedua bandara tergolong pendek sehingga peluang pesawat tergelincir lebih gede.
Mau diperluas pun udah gabisa.
Husein udh dikepung permukiman. Begitu jg Adi Sutjipto.
Yang jadi penyebab knp 2 bandara penggantinya agak sepi ya krn aksesibilitasnya yang kurang.
@DSofdi@dittolongdit Semua “communities” pada dasarnya memang “imagined”. Hanya saja imajinasi itu disepakati bersama atau disepakati banyak orang, sehingga terasa sebagai suatu realita.
Makan siang di India itu anggaran per anaknya bener" minimalis, makanannya vegetarian jadi carb heavy (nasi, kentang, roti)
In a way MAG (Makan Asal Gratis)
Budget per anak gak nyampe goceng
Ketika kotamu membuka banyak kesempatan untuk mencapai penghidupan, eksplorasi diri, komunitas, that's a blessing.
Tapi ketika semua atau mayoritas kesempatan itu terpusat di satu atau beberapa kota besar, we can say it's a curse for a nation.
Dalam statistik rank size rule, Jakarta itu cukup primate/dominan. Penduduk Jakarta itu 3,2x nya penduduk Surabaya. Angka ini sebenarnya cukup 'normal' karena Inggris, Malaysia, Korea Selatan itu angkanya hampir sama.
Masalahnya adalah bagaimana infrastruktur antara kota terbesar pertama dan kedua ini cukup jomplang. Infrastruktur mempengaruhi minat investor untuk membuka usaha, sekaligus membantu warga memperoleh kehidupan yang layak.
Akhirnya apa? Talent-talent dan lulusan-lulusan kampus terbaik kaya ITB, ITS, Unair mayoritas 'tersedot' ke Jakarta dan menciptakan brain drain di kota-kota tier 2 tier 3.
Karena semua dipusatkan di jakarta. Padahal dari jaman belanda udah diset, jakarta pusat administrasi & politik. Bandung pusat pendidikan, militer & teknologi. Semarang & SBY pusat industri.
The richest and most highly educated religious traditions?
Jews
Hindus
Mainline Protestants
Those in the bottom left?
It's lots of churches in the charismatic and/or Black Church traditions.