@Stakof Jangan di bilang ga logis om, di sni katanya orang orang seni sastra dan sebagiannya itu, bisa logis bisa enggak bisa ga usah bisa bisain. Nah jdi ini masuk bisa-bisain. Makasih dahhh…..
@Stakof Udah deh om, sekarang tak kasih tau makna lagu ini. Simak !!!. Ada, asma+kalibrasi+tuhan, jadi ini sebenarnya nyeritain, kalibrasi mesin kopi yang terus buat bikin cappuccino yang diminum orang asma, setelah itu menemui kedamaian dengan bertemu tuhan aka mati dngn tutupan kidung.
@combi131@Maulanamru@LarvaLarva18 @abdarifn @NarasiNewsroom Gmna tu bang, perbedaanya, bukannya korupsi itu pidana khusus yang bersifat TSM kategorisasinya extra ordinary crime?, hal diatas beda penafsiran jika, kata “pidana” diganti dengan “delik”, contoh delik formil dan materiil, begitu bang ?…
@Mackemot1@IbrahimKudran@sayid__machmoed Allah itu tuhan, rasul itu utusan, bedakan. “meminta syafaat rasul dengan berdoa kepada allah”, mis nya di mana?. Dahulu sekali kenapa isa di akui tuhan, dengan pemikiran seperti ini, tuhan disamakan dengan utusan. Bedakan..
saya umat nabi yang sedih melihat komentar ini.
@PerwiraPerwiri@KawanBaikKomodo Paling tidak hutan sangat lebih bermanfaat dari pada tweet sodara. Tidak usah saya ejewantahkan, sehursnya sodara sadar.
Tragedi di Kanjuruhan ini bukan lagi tragedi sepakbola Indonesia, melainkan tragedi bagi bangsa Indonesia sendiri.
Simak kronologinya di bawah.
| Narasi Daily
Assalamualaikum Sebelumnya saya turut berduka cita sedalam"nya terhadap korban insiden yg terjadi di stadion Kanjuruhan pertandingan Arema vs Persebaya
Yg kedua syukur alhamdulillah, sy di beri keselamatan sampai dirumah.. Dan Bisa menceritakan kronologi versi sya pribadi disini.
Sepasang suami istri ini tinggal di pesisir pantai kota Pekalongan.
Tiap hari memancing ikan gabus, dan hasilnya diberikan secara gratis kepada orang lain yg sdg sakit khususnya yg selesai menjalani operasi.
Kini sang istri sdg sakit dan dirawat di RSU Pekalongan
Salah satu penelitian klasik tentang Ikhwanul Muslimin dari seorang mahasiswa PhD asal Indonesia, tak lain ialah Dr. Amien Rais. Disertssi Dr. Rais Menelisik sejarah gerakan Ikhwan dari awal. kemunculan hingga jatuh bangun di era Nasser dan Sadat.
Kelak, mahasiswa PhD ini....
@ridwanhr Pak ridwan ini nggk salah jika dilihat dari segi pemilihan kata dalam menganalogikan sesuatu, hanya saja waktu yg tidak tepat dalam menulisnya, respon sosial pun beragam, diantaranya memilih sentimen kepada subjek, bukn objek cuitannya.
Bersedekah, beramal, infaq, untuk sosial media… berbuat baik, hidup, prestasi, for social media. We life for media not for our body and our happiness..
Sebuah anomali, berwawasan tanpa mawas dalam hal korban waktu, pikiran dan tenaga. Sisi yang lain ingin mendapat informasi, pengetahuan, dan kebijaksanaan. Anomali preiodik. Secara analogi berhasrat buy 1 get everything.
@quadiliba@richard_sasamu@uusbiasaaja@Dreamcoid Menurut saya, sesuatu melanggar kaidah kesusilaan dan sosial tidak selamanya terserap dalam prodak hukum. Maka dari itu tersanding moral atau etik didalamnya, jika dilanggar tidak mendapat sanksi secara hukum (sanksi sosial), dalam hal kaidah atau asas humum dalam hukum positive.