UI, UGM sudah di black list oleh beberapa warga yang anaknya sudah pasti tidak akan lolos seleksi. Daftar black list kampus akan bertambah mengingat ITB hari ini juga turun ke jalan. Dalam dunia pergerakan, jika ITB sudah turun ke jalan, itu artinya kondisi negara memang tidak baik baik saja. Mereka terkenal cukup eklusive dalam berdemo. Hanya issue issue krusial saja yang membuat mereka memutuskan berhenti belajar sejenak dan turun ke jalan.
Ketua KM ITB Nahdah Nabillah HR menilai kondisi ekonomi nasional saat ini menunjukkan sejumlah persoalan mendasar yang berakar pada tata kelola pemerintahan. Dikutip dari IDN Time, Ada 4 tuntutan yang dikemas dalam demo yang bertajuk Menggugat Negara Kilat Rakyat Sekarat.
1. memperkuat tanggung jawab fiskal melalui tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan membuka ruang partisipasi publik secara substantif.
2.menghadirkan kebijakan strategis yang mendukung industrialisasi berbasis riset dan manufaktur agar Indonesia memiliki nilai tambah ekonomi yang lebih besar.
3. melakukan evaluasi internal terhadap berbagai program pemerintah sekaligus memperbaiki sistem komunikasi publik agar kebijakan yang diambil dapat dipahami masyarakat.
4.memastikan setiap program strategis disusun berdasarkan kajian dan riset yang matang.
Sebab, menurut KM ITB, sejumlah program yang berjalan saat ini terkesan dilaksanakan secara terburu-buru dan belum sepenuhnya mengedepankan prinsip good governance.
Indonesia’s biggest loss:
Publik dipaksa "turun ke jalan" untuk menyampaikan aspirasi, sementara lapangan publik bernama "Merdeka", yang mengelilingi monumen kebanggaan bangsa, justru dijaga pagar besi setinggi dua meter.
Mungkin kita gak sadar karena sudah terbiasa.
Tapi bukankah itu ironis?
Sebagai arsitek, izinkan kami membahas kembali: Milik siapa ruang publik kita sebenarnya?
A thread 🧵 by Narasi Visual
#intinyadeh sekelompok org atas nama BEM Bersatu konferensi pers:
> Blg gerakan mahasiswa kehilangan arah. Tiyo ada keterkaitan dgn jenderal krn mobil yg dipake
> Tuntutan: mendesak sterilisasi gerakan mahasiswa dr intervensi politik praktis; mendukung keberlanjutan MBG
(1/4)
Baru kali ini ngedenger anak buahnya presiden ngomong jujur. So, para pegiat dunia gizi dan nutrisionis, here it is.
Embege sama sekali gak bertujuan untuk atasi stunting atau memperbaiki gizi anak-anak.
U don’t need 100% of ur brain capacity, or even 50%, to understand this.
Prabowo tanda tangani Inpres No. 1/2025: potong anggaran kementerian Rp 256 triliun.
Sekolah dipangkas, puskesmas dipangkas, tunjangan PNS dipangkas.
DPR : lembaga yang mengesahkan efisiensi itu ,anggaran mereka sendiri naik dari Rp 5,5 triliun (2021) ke Rp 9,9 triliun (2026).
Naik 80% dalam 5 tahun.
Output?
Dari 52 RUU prioritas 2025, cuma 9 RUU substantif yang tuntas.
Efisiensi itu berlaku untuk siapa?
Temanku di Banggai Laut, Sulawesi Tengah, cerita soal menu SPPG di sana yang menyajikan menu ikan lele fillet, padahal kami di Banggai tiap hari makan ikan laut.
Ikan lele itu dikirim dari Surabaya.
Parah2 ini MBG.
Temanku komen di konten YouTube @pandji
GW DEMEN NARASI
"... Dalam dunia pergerakan, jika ITB sudah turun ke jalan, itu artinya kondisi negara memang tidak baik baik saja. Mereka terkenal cukup eklusive dalam berdemo..."
.
Demo dukungan MBG aja harus pake buzzer kirain di sosmed doang😵💫😌 KOK BISA NEMBUS MONAS, SEDANGKAN KEMARIN MAHASISWA AJA NEMBUS TUGU TANI/HI GABISA😭😭🙏🏻
Bocoran Bloomberg soal lingkaran Prabowo:
- Akar masalahnya bukan kebijakan tapi cara Prabowo dan orang-orang dekatnya ambil keputusan, asal-asalan
- Penasihatnya berebut pengaruh sendiri-sendiri, kasih saran yang malah saling bertentangan dan dangkal
- Prabowo digambarkan impulsif main tembak keputusan tanpa mau pusingin detail
- Kalau dikritik, jawabannya cuma: "Aku bukan begok" bahkan ke keluarganya sendiri
- Benci rapat panjang, benci debat kebijakan udah dia akuin sendiri di depan umum
- Hasilnya kebijakan jadi serampangan, komunikasi berantakan, pasar ikut goyang
- Selama gaya kerja di puncak ini enggak berubah, jangan harap ada perbaikan beneran mau reshuffle menteri berkali-kali pun sama aja
- Contoh nyata: aturan ekspor batu bara berubah-ubah kayak anak kecil ganti baju diumumkan, ditarik, diumumkan lagi, akhirnya enggak jalan juga karena emang enggak masuk akal secara bisnis