@saphirerum “WHAT THE H──ell,” almost throwing something as he surprised, yet luckily he immediately recognize who is coming.
“Heh, what a mood of Resya. Alright, alright. Wait in the car first, would you? I should sign these three documents so then I can go with you for a looo~ng time.”
@bayanjiwa@numineous @in_carnated @FlawedEnigmas
𝓐. Good afternoon. I’m very sorry for my tardiness in sending you starters. In case the starter doesn’t suit your character or if there happened to be any godmodding I accidentally did, please kindly inform me. Thank you!
︎
ㅤ
< jejaka seraya melipat tangan di depan dada. Yah, walau terbilang diri sendiri juga demikian, sebab tugasnya selalu berkaitan dengan menyerang dari lokasi tersembunyi dan berjarak jauh.
“Omong-omong, tawaran butuh energi itu untuk mentraktirmu makan. Mau?”
( @Monoloqs )
ㅤ
@Monoloqs ㅤ
“Terima kasih, Dik,” untuk tempat yang diberikan, tentu saja. Maka kini, lekas selira ia hempas perlahan ‘tuk menduduki.
Senyum samar tampak terpatri kala jawaban didapat, embusan napas ringan pun lolos. “Begitu rupanya. Pengecut juga, ya, main keroyokan.” timpal sang >
ㅤ
@2DimensiMenfess ㅤ
Cukup mengejutkan, ternyata di negara ini juga ada 𝘱𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨. Ia kira aman sentosa, sangat disayangkan tidak jauh berbeda dari tanah kelahirannya.
Sebab paham bagaimana rasa luka, maka tawaran pun diberikan, “Perlu obat, tak? Atau, perlu energi untuk serangan balasan?”
ㅤ
ㅤ
< saja, ia takkan keberatan bila dihabisi. Yang jadi masalah adalah ketika gagal menjalani misi tanpa hidupnya diakhiri.
“Kau tahu? Baik di sini atau di alam baka, aku bertaruh semua terasa sama. Run for the heavens is bullshit, people like us will always end up in hell.”
ㅤ
@businessjujutsu ㅤ
Here he is right now blinked before realizing what he said. But fortunately, it’s not a big deal so then the head nodded without hesitation, “Hm ... yes, Sir, you can put it that way. Or ... an ordinary human with some abilities?”
ㅤ
ㅤ
< lebih keren, Kak Eli mau ajari cara pakainya.” Ya, Eli, sebab Fenrisúlfr maupun Fenrir kemungkinan sulit diujar.
“Sebelum itu, ayo, ulangi Kakak sebut nama ini. Benda di tangan Ica (@nonaciIik) namanya Senapan Runduk atau Sniper Rifle.”
ㅤ
ㅤ
< anak-anak. Hm, ya, walau akan gelagapan bila mendapati mereka menangis, tentu saja.
Kini, kuasa dengan hati-hati menepuk pucuk surai si dara mungil; senyuman belum meluntur. Pun, ia mulai bertutur, “Iya, sudah keren, Ica. Nah, supaya >
ㅤ
@2DimensiMenfess ㅤ
“No, unless you become a dangerous person for my country; committed such intolerable crime. Let’s call it the same like a ... traitor?”
ㅤ
ㅤ
< pun memalingkan pandangan ke sisi sesaat. Tentu saja ledekan itu sekadar candaan, karena ia penasaran bagaimana si tuan kecil ini akan membalas. Apa akan goyah dan memilih senapan?
( @adikaramerah )
ㅤ
@adikaramerah ㅤ
“Ada robot, lho, Can ... di Istana Boneka, banyak bisa gerak! Badutnya juga keren, punya hidung mirip Squidward.” Memasang wajah⎯pura-pura⎯serius sambil mengangguk mantap bagai meyakinkan.
“Begitu, ya? Tapi pedang tak bisa nyerang dari jarak jauh, ah.” Sengaja meledek, >
ㅤ