Korea Selatan 🇰🇷 0 - 3 🇮🇩 Indonesia
32 - 34, 16 - 25, 23 - 25
INDONESIA CHAMPIONS!!!
INDONESIA MENJADI JUARA AVC CUP UNTUK PERTAMA KALINYA DALAM SEJARAH!
TERIMA KASIH GARUDA!!!
#AVCCup2026
Trading Halt dan Potensi Lengsernya Prabowo
18 Maret 2025 menjadi hari yang mungkin akan dicatat sebagai sejarah bagi banyak orang di Indonesia, khususnya pelaku saham. Pada pukul 11:19 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk lebih dari 5%, turun 325,03 poin ke angka 6.146,91. Atas anjloknya harga saham, BEI harus menghentikan perdagangan sementara (trading halt), sesuatu yang terakhir kali terjadi saat pandemi COVID-19 melanda di Maret 2020.
Bayangkan, pasar saham yang biasanya ramai tiba-tiba “diam” karena semua panik. Namun, fenomena ini bukan hanya tentang saham atau uang di dompet para investor. Fenomena yang terjadi hari ini, berkaitan dengan cerita tentang hidup kita sehari-hari. Misalnya, harga beras yang naik, pekerjaan yang goyah, sampai harapan yang mulai pudar. Nah yang menjadi pertanyaan, “Apa yang sebenarnya terjadi di pasar saham?”.
Kalian bisa membayangkan kalau IHSG diibaratkan seperti termometer yang mengukur kesehatan ekonomi kita, dari akhir 2024 di angka 7.163, sekarang menjadi 6.146, turun lebih dari 11% dalam tiga bulan. Investor asing kabur membawa Rp 24 triliun, termasuk Rp 3,47 triliun sehari setelah Danantara diresmikan tanggal 24 Februari 2025. Trading halt diibaratkan sebagai tombol darurat yang ditekan oleh BEI, karena semua orang buru-buru menjual saham mereka.
Apa sih yang menyebabkan BEI menekan tombol darurat? Di dalam negeri, menurut saya terdapat tiga “biang kerok”: (1) Danantara, (2) pemotongan APBN, dan (3) RUU TNI. Sedangkan di luar negeri, tarif baru dari United State, perang Rusia-Ukraina, serta ekonomi US yang sedang sakit, membuat suasana tambah runyam. In my humble opinion, fenomena yang terjadi ini bukan hanya tentang angka, tetapi tentang kepercayaan yang ambruk.
-Sebuah Esai-
SEJARAH TERCIPTA!
Untuk pertama kalinya Indonesia berhasil menjuarai Badminton Asia Mixed Team Championship 2025 sejak pertama kali digelar pada tahun 2017 setelah mengalahkan tuan rumah China dengan 3-1.
CONGRATULATIONS!!🥇🇮🇩
#BAMTC2025
Momen haru saat Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan benar-benar mengakhiri karir bulutangkis internasionalnya hari ini.
Istora menjadi saksi The Daddies pensiun dengan meninggalkan 𝘓𝘦𝘨𝘢𝘤𝘺 yang sangat besar.
Sekali lagi, TERIMA KASIH AHSAN/HENDRA! ❤️🏸🇮🇩
#BadmintonIndonesia #DIM2025 #DaihatsuIndonesiaMasters2025
OFFICIAL: BAM Appoint New Men’s Doubles Head Coach
The Badminton Association of Malaysia (BAM) is pleased to announce the appointment of Indonesian doubles legend Herry Iman Pierngadi as the new National Men’s Doubles Head Coach.
Herry has an illustrious record, having coached Olympic champions Candra Wijaya-Tony Gunawan (Sydney 2000) and Hendra Setiawan-Markis Kido (Beijing 2008).
Herry will officially begin his tenure with BAM on 1 February 2025.
#GemilangkanLagi
#BadmintonMalaysia
#DemiMalaysia
@gimmecchocolate Illustrasi “The March of progress” yang sering kita miskonsepsikan hingga saat ini, dibuat oleh illustrator Rudolph Zallinger di buku “Early Man” tahun 1965. Tujuan gambar itu adalah membandingkan anatomi antar spesies bukan menunjukkan evolusi linear kera ke manusia. 👍🏻
2025 = 45^2
It's a perfect square. It will probably be the only perfect square year you ever get to live in.
The last time that occurred was in 1936. The next will be in 2116.
So, make 2025 a perfect year for you.