“bukan saatnya pencegahan, yang penting pemadaman” adalah statement bodoh yang membuat 2015, 2019, 2023 terulang kembali. Teknologi prediksi titik kerawanan kebakaran gambut itu ordenya bisa sampai 3 hari kedepan. Sedangkan El Nino itu diprediksi masih akan bersama kita sebulan kedepan.
https://t.co/SF2QVFRi1V
Gambut Indonesia itu penting bagi SEAsia bukan karena memproduksi oksigen, tapi karena menyerap 50 miliar ton karbon, 84% dari total karbon SEAsia yang diserap gambut kita. Mengelola aset iklim sebesar ini butuh presisi sains dan kebijakan konkret, bukan retorika politik atau perdebatan yang minim solusi teknis.
Sekarang kita sedang menuai kecerobohan masa lalu : Memadamkan 1 hektar gambut butuh minimal 200.000 liter air, sementara helikopter water bombing menghabiskan minimal Rp200 jt+ per jam. Kontribusi periset seperti saya terbatas dibelakang meja - yang menderita mereka mempertaruhkan kesehatan bahkan nyawa dilapangan.
Namun menunggu api menjalar sebelum mengaplikasikan teknologi juga bentuk kecerobohan yang sangat mahal. Solusinya ada pada pencegahan presisi: uji operasional metodologi satelit, numerik dan komputasi untuk memprediksi titik rawan 3 hari ke depan - jangan tunggu, el nino masih disini.
Jangan mereplikasi BRGM seutuhnya: wewenang komando langsung lintas instansi bagi BPGMN dalam 100 hari pertama. Masyarakat daerah harus mengerti tentang KHG dan ekonomi ramah gambut harus didukung supaya insentif restorasi dimiliki oleh warga lokal.
Ref: https://t.co/XD1dMtyrQ7
Pendapat saya: anak TK tidak perlu dipaksa lancar membaca, menulis, dan berhitung. Di usia ini yang lebih penting adalah bisa bermain bersama teman, mengikuti aturan sederhana, mengelola emosi, dan mandiri ke toilet. Kesiapan sekolah bukan cuma soal calistung.
@saintbratzdoll@nw_yuya@KingCharles_DK Nah harusnya hal kaya gini juga berlaku sebaliknya. Kenapa kita harus ngerasa seleb tuh “jahat” padahal dia gak pernah ngelakuin kejahatan apa apa
Kenapa Prancis anak sekolahnya punya mental revolusioner:
1. Orang tua Prancis memperlakukan anak-anak mereka sebagai individu yang berhak berbicara sejak dini, seperti yang dijelaskan dalam buku Bringing Up Bébé.
2. Pelajaran filsafat itu wajib sejak SMA, kurikulum resmi.
3. Ujian nasionalnya berupa esai dengan pertanyaan isu sosial-politik, contohnya: "Apakah kita adalah penguasa atas diri kita sendiri?"
4. Mengenal tradisi sosial bernama La Grève, yang artinya mogok/protes.
Makanya, Prancis menjadi salah satu negara dengan tingkat keterlibatan dalam aksi protes publik (manifestation) tertinggi di Eropa.
@Hana70116972@KingCharles_DK Yaudah, lo cari bukti dulu baru ngomong lagi. Klo cuman modal detik forum zaman dulu mah kebantah semua itu.
Kalian kan landasannya "katanya".
Yasudah terserah pikiran masing2. Klo saya stand di pikiran baik2 saja karena personanya itu.