"Free Palestine. Perang di arena tetapi perdamaian di bumi."
"Perang yang terlupakan dan membunuh setiap hari-Free Congo."
"Apakah nyawa seorang anak Gaza lebih tak berharga dibandingkan nyawa anak lainnya?"
Ultras PSG, salut! 👏
📸:FC Palestina, ReplikCD
Salam #RakanModa!
Sebentar lagi Ramadan tiba. Lalu di penghujung Ramadan kamu bakal mudik ke kampung halaman untuk berhari raya bersama keluarga tercinta.
Nah, supaya pelayanan transportasi bisa berjalan dengan baik di saat kamu mudik nantinya, yuk isi survei mudik!
#Dishubaceh
Ini adalah cinta pada pandangan pertama.
Di suatu hari pada 2004, Susann menyalakan televisi dan menyaksikan aksi seorang lifter nasional Austria bernama Matthias Steiner.
Hati Susann terpikat. Dia lantas menghubungi seorang komentator acara tersebut dan meminta alamat email Matthias. Setelah beberapa kali bertukar pesan via email, keduanya sepakat bertemu.
Hati mereka menjadi cepat terjalin pasca perjumpaan itu. Susann dan Mathhias memutuskan menikah.
Setahun kemudian, hubungan Mathhias dengan pelatih nasional dan federasi angkat besi Austria memburuk. Relasi itu tidak bisa diselamatkan. Mathhias harus pergi. Dan Susann menemani suaminya pindah ke Jerman.
Kepindahan ini membawa konsekuensi yang pelik. Mathhias dilarang membela tim angkat besi Jerman pada ajang internasional selama tiga tahun. Bagi atlet yg kompetitif seperti Mathhias, tiga tahun tanpa bertanding adalah hal yang sangat menyiksa.
Tetapi Susann selalu ada untuk Mathhias. Di sela-sela waktu kuliahnya, Susann terus mendorong Mathhias untuk terus berlatih keras. Mathhias, kata Susann, harus menjalani risiko yang telah dia pilih dengan sabar dan sebaik-baiknya.
Mathhias menerima saran Susan. Dia berjanji kepada istrinya untuk bekerja keras dan menembus Olimpiade Beijing 2008.
Tetapi nahas, setahun sebelum Olimpiade, Susann pergi untuk selama-lamanya. Kecelakaan mobil tragis, merenggut nyawa Susann. Susann meninggal dunia saat masih berusia 22 tahun.
Hati Mathhias begitu hancur. Dia kehilangan bobot 8 kg dan sempat berpikir untuk pensiun dari angkat besi. Tetapi Mathhias ingat bahwa ada janji besar yang harus dituntaskan.
Saat diperbolehkan membela Jerman pada ajang2 internasional, Mathhias mengunjungi makan Susann. Di depan pusara Susann, Mathhias berjanji untuk mempersembahkan emas kepada mendiang istri yang begitu dia cintai.
Lalu, datanglah hari besar itu. Sebuah petang, 19 Agustus 2008 di Beihang University Gymnasium, Beijing.
Awalnya semua tidak berjalan mulus. Mathhias hanya berada di posisi 4 dalam angkatan snatch kelas 105kg. Tampaknya, Mathhias akan sulit mendulang emas.
Tetapi saat sesi clean and jerk, terjadi kejutan besar. Mathhias seakan menemukan kekuatan dahsyat yang datang entah dari mana. Mathhias berhasil melakukan angkatan terbaik, 258kg.
Kemenangan itu sangat dramatis. Sebab, dalam angkatan total, Mathhias cuma unggul 1 kg saja dari lifter Rusia Evgeny Chigishev yg meraih perak.
Ketika dipastikan meraih emas, Mathhias berteriak histeris. Dia menangis di pelukan Frank Mantek, pelatihnya. Jiwa Mathhias tenggelam dalam keharuan dan air mata.
Di podium kemenangan, tangis Mathhias digantikan oleh senyum kebanggaan. Dia mengangkat medali emasnya di tangan kanan dan foto Susann di tangan kiri.
"Dia (Susann) selalu ada untukku. Beberapa jam sebelum kompetisi dia ada di sini, bersamaku," kata Mathhias via Olympics.
"Aku ingin istriku ada di sini bersamaku. Dan (dengan foto ini) aku menunjukkan kepada dunia bahwa aku tidak sendirian."
Salam #RakanModa
Ada info menarik, nih. Dishub Aceh kembali selenggarakan lomba menulis transportasi Aceh tahun 2023.
Yuk yang suka nulis, asah bakat menulismu dan raih hadiahnya!
Baca dulu syarat dan ketentuan yang berlaku ya 😁
#DishubAceh#Transportasi
Personil Dinas Perhubungan Aceh memberi dukungan pengamanan lalu lintas saat kunjungan Menteri Sosial Republik Indonesia (RI) Tri Rismaharini ke Aceh Tamiang, Rabu, 9 November 2022.