"Oligarki dan nepotisme di Indonesia itu sistemik dan kronis. Tak bisa hanya menarget Jokowi dan keluarganya".
Setuju. Tapi kita tetap bisa mulai dari sini.
Neneknya Reza Rahadian, Fransisca Fangidaej (duduk bersedekap di sisi Fidel Castro). Bersama kompatriotnya, Ibrahim Isa, sekjen Organisasi Internasional Setiakawan Rakyat Asia-Afrika (OISRA) di Havana, Kuba. Baik Fransisca maupun Ibrahim Isa kehilangan kewarganegaraan Indonesia karena memilih pro-Sukarno. Foto ini diambil saat-saat genting penyelengaraan Konferensi Trikontinental awal 1966 sebagai kelanjutan KAA 1955. Mereka tak diakui sebagai delegasi resmi Indonesia karena pemerintah Jakarta sudah beralih ke tangan Soeharto. Keduanya sudah wafat sebagai eksil di Belanda.
Terima kasih sudah berjuang dek, semoga lukanya ditangan lekas sembuh.
Gua masih terngiang-ngiang ucapan lo :
“Sampai jam berapa akan bertahan?”
“Sampai menang!.” 💙
Tetap semangat dek!!!
SG IG : @/verreluzl (ketua BEM UI)
#KawalPutusanMk
@PreciosaKanti@kaesangp - Bung Karno : Beri aku 10 pemuda niscaya akan ku guncang dunia
- Bungkusan Bansos : Beri aku 2 pemuda akan ku goyang konstitusi negara