- Neymar dreams of ending his career by winning the World Cup with Brazil.
- Cristiano Ronaldo dreams of ending his career by winning the World Cup with Portugal.
- Harry Kane dreams of ending his career by winning the World Cup with England.
- Lamine Yamal, Michael Olise, Erling Haaland, and all the young stars dream of starting their legacy with a World Cup, while Kylian Mbappé wants to recreate Pelé’s World Cup story.
The man waiting for them in America to ruin those dreams: 😎🐐
— Lionel Messi 🇦🇷🏆
This is the Barcelona obsession we are talking about. Whatever Barcelona want, we also want.
Real Madrid never wanted to sign Bernardo Silva initially. They are signing him just because Barcelona wanted him.
They rushed to sign Dumfries on a desperate 4-year deal for a 30-year-old player, just to make sure he doesn't end up at Barcelona.
The same way they want to sign Gvardiol after learning that Flick's preferred option is Gvardiol and not Bastoni or Schlotterbeck.
They submitted a €150m bid for Alvarez and publicly announced it (when do clubs start doing that?) just because they don't want him to end up at Barcelona and make the deal complicated.
Now they are pushing to sign Marc Cucurella just because Barcelona also wanted him.
This is how they signed Arda Güler and most of their legends. This is not normal; it is an acute obsession. Always wanting to block Barcelona by all possible means.
A supposed 'biggest club' doesn't have a project other than blocking its rival. This is an example of the theory of people who have forgotten themselves
September 2011, Robert Lewandowski ngejalanin awal musim kedua di Dortmund.
Waktu itu dia masih striker muda culun yg nyoba adapt di Jerman. Dari 53 match, Lewy baru bisa bikin 13 gol.
Turning point-nya muncul pas Dortmund kalah 0-3 lawan Marseille di fase grup UCL. Kelar match, Jurgen Klopp ngajak Lewy diskusi intens 2 jam, ngebahas apa yg perlu di-improve ke depan biar perform lebih baik lagi.
Klopp ngomong pake bahasa Jerman. Di podcast High Performance, Lewy cerita kalo dia gak ngerti apa yg dibahas Klopp. Dia gak bisa bahasa Jerman. Ngang ngong aja.
Cuma, diskusi itu ternyata monumental bgt buat karier Lewy. Klopp kayak berhasil unlock sesuatu di dalam diri & hati dia. Lewy kangen bapaknya yg udah meninggal pas dia masih 16 tahun, dan gestur Klopp mirip bgt bapaknya.
Dari situ, dia ngerasa dipercaya. Abistu yg dia tau cuma gol, gol, dan gol. Jadi lah Lewy yg sekarang.
Life comes in full circle. Tahun 2019, Liverpool-nya Klopp bikin comeback gila di UCL lawan Barcelona. Corner taken quickly yg diselesain Origi.
Itu corner cukup buat bikin Barça trauma. Selama tiga musim, alias dari 2019/20 sampe 2021/22, Barça kayak klub plenger. Mereka cuma juara 1 trofi (Copa del Rey).
Barça ditinggal Messi, terus Laporta bikin perjudaian di tengah krisis ekonomi. Ngapain? Datengin Lewy yg umurnya udah 34 tahun seharga €45juta dari Bayern.
Lewy yg statusnya superstar di-plot jadi mentor & leader buat pemain muda Barça. Tapi yg terjadi malah dia yg awalnya kaget. Biasa satu locker room bareng sesama pria-pria matang yg udah berkeluarga di Bayern, eh skrg ketemu bocah-bocah yg setengah umurnya dia.
Lewy juga cerita ke High Performance podcast, satu hal yg bikin dia kaget adalah kultur kekeluargaannya. Dia cerita tiba-tiba dipeluk Gavi, padahal baru kenal. Langsung touchy & akrab 😹
Nyaris 4 tahun sejak pelukan pertama dari Gavi, dan skrg Lewy dah sukses jalanin misi jadi mentor & bantu Barça balik ke where they belong: top level football.
Tiga trofi LALIGA dari 4 musim. 119 gol dari 191 match. Pembelian yg mantap. Lewy is a legend, surely 🌟
@CNNIndonesia Demi Allah.. Saya akan bersaksi di akhirat nanti kalo anda pernah bicara seperti ini.. Sampai ada rakyat kau kelaparan maka siksa ini orang dgn pedih yaa Allah..
Wartawan : "Menurutmu gimana soal tindakan Lamine Yamal kemarin (mengibarkan bendera Palestina) pas selebrasi juara Liga Barcelona...? apakah pemain bola emang harusnya gak usah ikut campur urusan di luar lapangan?"
Pep Guardiola:
"Lah, emangnya kamu juga harusnya gak usah ngurusin hal yang bukan urusanmu...? bukannya kamu di sini mau nanya soal pertandingan (Manchester City) lawan Crystal Palace?
Tapi ya, udah, deh... aku jawab aja... Pemain bola itu panutan buat jutaan orang, suaranya didenger... jadi kalo perlu, ya mereka harus ngomong...
Coba bayangin kalau istri dan anakmu ketimbun reruntuhan rumah kayak orang-orang di sana... apa kamu masih mau datang ke konferensi pers cuma buat ngomongin pemain pakai jersey lari-lari ngejar bola.. ? gak mungkin kan...?!?!
Kamu gak bisa milih-milih topik yang mau dibahas... Lamine harusnya bangga sama sikapnya... sekarang dia jadi bahan omongan seluruh dunia..."