"Tan bekerja & digaji oleh perusahaan swasta" itu justru memperlihatkan kontradiksi yg jauh lebih sistemik dan berlapis yg diambil Tan Malaka. Fase bekerja di Deli itu justru salah satu fase dialektik yg sangat penting dlm hidupnya.
New-post on substack
https://t.co/k14IIj4P64
@pangeransiahaan Kalo mau nyontohnya ke Qatar, Saudi mah mending suruh juga keuangan pemerintah kita kaya raya biar mirip Qatar & Saudi. Jadi bisa lobby "beli" wasit pas kualifikasi pildun atau piala Asia. 😂
Baru beres nonton video ini di yt.
Dan saya tersadarkan kalo menjamurnya org yg jualan seblak, cilok, gorengan dan pedagang olahan tepung lainnya di jalanan bukanlah tanda kebangkitan ekonomi rakyat, tpi sinyal keputusasaan (necessity entrepreneurship) untuk menutupi status pengangguran.
Setidaknya ada 6 poin yg saya dapati :
• Jebakan low barrier to entry: Bisnis olahan tepung dipilih cuma krn modalnya murah dan gk butuh keahlian khusus.
Dampaknya, terjadi ledakan keseragaman yg memicu kanibalisme ekonomi (sesama pedagang kecil saling mematikan di radius beberapa meter saja)
• Romantisasi penderitaan oleh negara: Narasi "UMKM Pahlawan Ekonomi" dikritik sebagai alat politik agar negara bisa lepas tangan dari kewajiban menyediakan lapangan kerja formal dan jaring pengaman sosial.
• Paradoks data pengangguran: Angka pengangguran resmi terlihat turun, tpi pekerja sektor informal melonjak smpe 60%. Ini adalah fenomena pengangguran terselubung, tercatat bekerja, tapi pendapatan minim dan gk menentu.
• Perang Harga vs Hancurnya Daya Beli: Di tengah inflasi dan turunnya kasta kelas menengah, merek bukan lagi faktor penting. Pedagang terpaksa memotong margin keuntungan demi mempertahankan konsumen yg sensitif harga.
• Ironi "Negara Tepung" yg 100% Impor: Indonesia menopang jutaan pedagang kecil dari komoditas yg gak bisa tumbuh di tanah sendiri. Ketergantungan impor gandum yg mutlak membuat nasib pedagang cilok di jalanan sangat rentan terhadap konflik geopolitik dunia dan kurs Dolar.
• Model bisnis ini udah di titik jenuh. Para pedagang seperti berjalan di tempat, bekerja keras 12 jam sehari menghirup asap jalanan, tetapi posisi finansialnya gk bergeser maju sama sekali.
Source : https://t.co/YnzpIZpO3L
Our president, leader of the Republic of Indonesia, watches the poor eat their meal.
He does the watching from a lavish setting, his own plate stacked with expensive food.
Poverty as an evening's entertainment.
Jujur The Guardian keren banget sih.
Mereka nyediain panduan Piala Dunia 2026 secara lengkap dan gratis cooy.
Gokil sih setiap 48 negara dan total 1.248 yang ikut World Cup dibahas satu-satu secara mendetail. Kita bisa lihat setiap pemain kunci sampai kelebihan + kekurangan tim
Life after break up dengan BGN, Dadan mengisi beberapa project untuk sekedar membuang bosan. Project kali ini doi menjadi cover album sebuah tribute untuk kebodohan dan serakah.
guys ini dia oligarKING dengan cover NIRADAB
"Kultur sepakbola Bandung terbentuk dari sejarah panjang loyalitas, solidaritas, kreativitas, militansi dan rasa memiliki yang diwariskan lintas generasi."
Tulisan bagus dari Mang Dodi Rokhdian. Sila disimak.
https://t.co/9vOE8Rs2cT