jadi cerita abang ini iseng ngitung
pidato prabowo yang bilang udah bangun jalan 1.151 km dengan dana 5,4 triliun
jika di bagi maka per km nya 4,6 miliar
artinya tiap satu kilo butuh 4,6 miliar
itu jalan untuk spek lapangan bandara
lalu abangnya juga spill menurut PUPR
anggaran umum jaln hotmix
biayanya kisaran 900jt- 1 miliar/km
arttinya prabowo baru saja mengakui
ada mark up 3-4 lipat dalam pembangunan jalan desa tersebut
Lo mau tau ga apa yang bikin karir politiknya mati? berenti ngomongin doi
dia berusaha banget cari atensi dan jadi pembicaraan ampe nginjek kepala kebo segala setelah jurus ijazahnya mau abis
lo mau tau cara matiin termul? mute semua keyword tentang dia, dan bikin akunnya sepi
quote politik yang ampe sekarang masih dia pegang
"di politik itu harus jadi tren setter"
Soal hotel ini… ada cerita menarik.
Jadi, Indonesia menerima pampasan perang dari Jepang pada tahun 1958.
Tahu ga berapa? $223,08 juta. Kalau pakai nilai dolar sekarang, itu sekitar 2,7 miliar USD.
Kalau dirupiahkan, totalnya : 45-46 triliun!
Sukarno dan Hatta berbeda pandangan tentang penggunaan pampasan perang ini.
Hatta : Pakai saja buat pendidikan dan pertanian dan membangun industri dasar
Sukarno? Well pake aja buat bangun SIMBOL-SIMBOL negara modern.
Apa itu? Hotel Indonesia, Sarinah, Wisma Nusantara, juga Hotel Samudra ini.
Hotel Samudera pun dikasih aroma mistis, seperti adanya ruang khusus buat ketemu "Nyi Roro Kidul"
Akhirnya apa?
Yep, Indonesia kehilangan momentum untuk membangun pendidikan dan industri dasar..
Dan memilih membangun simbol-simbol ketimbang substansi.
buat yang belum tahu ini kasus paling gila :
- Lippo jual apartemen ribuan unit, iklan gede-gedean, banyak yang beli & cicil
- Uang sudah masuk ke Lippo konsumen bayar cash atau KPA bank
- Bangunan tidak jadi mangkrak, tower terbengkalai
- Konsumen nagih disuruh sabar, tunggu 2027
- Minta refund ditolak
- Protes di medsos malah digugat pencemaran nama baik
- Sekarang lahannya mau dihibahkan ke pemerintah untuk rusun subsidi
- denger2 sih hibah ini kagak gratis
- dobel cuan dpat dari rakyat , dapat dari pemerintah
tulisan ini bukan tuduhan hanya fiktif belaka
Indonesia kini resmi punya "celengan" raksasa milik negara: Danantara.
Tetangga kita pernah punya mimpi yang sama persis. Namanya 1MDB.
Mimpi itu berubah jadi perampokan uang negara terbesar dalam sejarah.
Dan dalangnya bukan presiden, bukan menteri.
Tapi pemuda 31 tahun tanpa satu pun jabatan.
Ia berpesta dengan para bintang Hollywood di Las Vegas. Bahkan membiayai film “Wolf of Wall Street” yang dibintangi Leonardo Dicaprio.
A thread 🧵 by Narasi Visual
Bahlil soal Pertamax yang naik 32%:
"Pakai mobil Mercy, nongkrong di mal, minta BBM-nya disubsidi. Malu dikitlah."
Surya, ojol Semarang, juga pakai Pertamax.
Bukan karena gaya-gayaan. Motor injeksinya berkerak kalau diisi Pertalite, dia sudah coba 2 bulan. Sekarang kerja 7 jam sehari buat nutup selisih harga.
Agung, ojol Medan, mau pindah ke Pertalite tapi was-was sama mesin.
Nasi di warung langganannya naik dari Rp10.000 ke Rp12.000. Dia juga nambah jam.
Dua-duanya bukan pemilik Mercy, Pak Menteri.
Kalimat "malu dikitlah" itu terdengar gagah dari podium INDEF. Terasa berbeda dari balik stir motor ojol jam 7 pagi.
Mercedesnya di mana?
Saya baru disensus BPS, pantas saja banyak yg meragukan akurasi datanya. Iseng sy jawab : saya ga berpenghasilan, saya makan tabungan
Si mba survei ternyata tidak punya kolom isian untuk jawaban semacam itu, jadi dia tanya : sehari hari pengeluaran habis berapa? Ternyata itu diakui sebagai sumber pendapatan. Dia tidak peduli ternyata pengeluaran kita itu dari hutang atau jual-jual aset.
Ya pantas saja diatas kertas ekonomi kita terus naik kalau cara pencatatanya begitu
cc : ige_pranata
Pantes dikatain anak papa yg gagal ngikutin jejak ekonominya Sumitro.
Pantes dikatain ga lulus AKMIL bareng SBY karena masalah disiplin.
Pantes dikatain temperamental & volatile sama bokapnya karena suka meledak-ledak dan lempar-lempar barang.
Pantes dulu dilarang masuk AS bertahun-tahun gara-gara catatan HAM (East Timor, penculikan, dll).
Pantes dipecat dari Pangkostrad sama Habibie gara-gara minta jabatan Panglima ABRI, bawa pasukan ke istana, melanggar rantai komando dan nyulik aktivis.
Pantes dikatain skizo atau erratic sama orang-orang di lingkaran militer dulu, karena reputasinya yang unpredictable dan hot-tempered.
Pantes dikatain cuma didukung orang bodoh sama Budiman.
TERNYATA SE-MC SYNDROME DAN GA SEKOMPETEN ITU‼️‼️‼️
Pengalaman Temen GW Bokap meninggal = semua tabungan 300jt langsung KUNCI. Bukan hilang, tapi lu gak bisa sentuh 1 rupiah pun.
Temen gue nangis di CS bank. "Ini KK, gue anak kandungnya. Cairin dong." CS: "Maaf Pak. Tanpa Surat Keterangan Waris, saldonya 0 buat Bapak."
Hari itu dia baru sadar: Jadi anak kandung doang gak cukup buat ambil hak lu sendiri.
SKW = Surat Keterangan Waris. Surat sakti yang nentuin duit almarhum jadi warisan atau jadi pajangan.
Tanpa SKW:
Rekening bank = beku permanen Sertifikat rumah = gak bisa balik nama BPJS Ketenagakerjaan = nolak cair Mobil = gak bisa dijual
Punya aset 2M tapi gak bisa dipake. Itu lebih nyesek dari gak punya.
"Kan ada KK. Jelas dia anaknya." Bank, BPN, notaris: "Kami gak peduli."
Mereka takut 2 hal:
Salah kasih ke orang yang ngaku-ngaku Digugat ahli waris lain yang tiba-tiba nongol
Ini aturan PP 24/1997 + SOP semua bank. KK = bukti keluarga. SKW = bukti lu berhak.
Gak ada SKW = keluarga lu pegang bom waktu.
Skenario paling kejam: Satu ahli waris jual diam-diam → ahli waris lain gugat → transaksi batal → duit udah kepake → sengketa 10 tahun.
Atau lebih parah: Rumah disita bank karena gak bisa bayar utang almarhum. Padahal saldo deposito 300jt nganggur di bank sebelah.
Bikin SKW tuh gampang kalau tau jalurnya. Mahal kalau udah telat.
WNI pribumi: SKW kelurahan, ttd lurah + camat. Biaya resmi 0-500rb WNI keturunan: Akta Waris notaris Muslim: Penetapan ahli waris Pengadilan Agama
Kalau udah sengketa? Biaya pengacara mulai 50jt. Telat dikit, rugi banyak.
Syarat SKW Kelurahan. Kurang 1 = mental, ngulang dari 0.
Surat kematian KTP semua ahli waris KK almarhum Surat pernyataan semua ahli waris, ttd materai Saksi RT/RW
Punya saudara di luar kota/LN? Urusnya bisa 3 bulan sendiri cuma buat kumpulin ttd.
Ngomongin waris pas orang tua sehat itu bukan ngarep mati. Itu bukti sayang.
Checklist anti-drama:
Bikin daftar harta + utang bareng ortu Kumpulin fotokopi sertifikat, BPKB, buku tabungan jadi 1 map Scan semua, upload ke cloud Kasih tau semua anak: map fisik & digitalnya di mana
Malu ngomong sekarang, nangis 10 tahun kemudian.
Temen gue telat 6 bulan urus SKW karena adiknya di Australia. Dendanya?
BPHTB waris 2% dari NJOP terbaru. Rumah naik, pajak ikut naik Biaya notaris ikut naik Total rugi 18jt cuma karena nunda
Aturan: Urus SKW maksimal 6 bulan sejak tanggal meninggal. Lebih dari itu = denda + ribet kuadrat.
"Yang paling cepet ditagih pas orang meninggal itu utang. Yang paling lama cair itu aset. Tanpa SKW, lu bayar utang pake duit pribadi sambil liat deposito 300jt gak bisa disentuh."
cc : hafizrizalm
Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
“EMANG GUE PIKIRIN” dan disambut tepuk tangan yang meriah
Cara membedakan aksi demo bayaran atau murni gerakan rakyat di Indonesia itu gampang banget.
Kalau demonya dijaga aparat, bahkan dibiarkan bebas berarti berpotensi demo settingan penguasa.
Kalau demonya dihalangi mati-matian sama aparat, bahkan disuruh bubar, itulah demo yang sesungguhnya demi kepentingan rakyat.
Prabowo tanda tangan Inpres efisiensi.
Anggaran Kemensos dipotong 25% , dari Rp 112,8 T jadi Rp 84 T.
Gus Ipul waktu itu bilang:
"Bansos tidak akan dikurangi sama sekali."
Hari ini di DPR, Gus Ipul sendiri yang ngomong:
"Tidak ada satu rupiah pun untuk 1,46 juta lansia dan disabilitas miskin."
Ternyata "sama sekali" itu ada syarat dan ketentuannya , dan syaratnya adalah 1,46 juta orang.
Bocoran Bloomberg soal lingkaran Prabowo:
- Akar masalahnya bukan kebijakan tapi cara Prabowo dan orang-orang dekatnya ambil keputusan, asal-asalan
- Penasihatnya berebut pengaruh sendiri-sendiri, kasih saran yang malah saling bertentangan dan dangkal
- Prabowo digambarkan impulsif main tembak keputusan tanpa mau pusingin detail
- Kalau dikritik, jawabannya cuma: "Aku bukan begok" bahkan ke keluarganya sendiri
- Benci rapat panjang, benci debat kebijakan udah dia akuin sendiri di depan umum
- Hasilnya kebijakan jadi serampangan, komunikasi berantakan, pasar ikut goyang
- Selama gaya kerja di puncak ini enggak berubah, jangan harap ada perbaikan beneran mau reshuffle menteri berkali-kali pun sama aja
- Contoh nyata: aturan ekspor batu bara berubah-ubah kayak anak kecil ganti baju diumumkan, ditarik, diumumkan lagi, akhirnya enggak jalan juga karena emang enggak masuk akal secara bisnis
buat yang belum tahu prabowo hari ini ada pidato
tapi tidak di tayangkan secara live di sentul
isinya kurang lebih:
- ucapan terimkasih kepada pejabat yang hadir
- ucapan terimaksih kepada teman dia dari luar negeri
- MBG itu tugas saya untuk negara
- Saya kalah 4 kali, kalian ketawa??
- bnayak rakyat miskin karna tidak bisa makan
- sedih karna harus memecat ketua BGN
- Kecewa karna orang kepercayaan korupsi
- marah marah ke asing , Kalau merasa lebih pinter dari NKRI, coba aja
- Gak mau kerja bener? minggir, cari anak bangsa baru
- KPK BPKP Jaksa Agung mau tambah orang berapa? lapor saya penuhi
- MERDEKA 3 X
Halo, presiden biadab @prabowo. Saat mengundang 7 pemred kenamaan ke Hambalang sampean dicecar perihal keberlanjutan embege di saat negara berpotensi menghadapi problema moneter dan fiskal karena perang yang berkecamuk di timteng. Dengan lantang sampean mengatakan, "Tetap saya jalankan! Lebih baik saya memberi makan rakyat saya daripada uang itu dikorupsi!"
Lihat ini. Pemberian makan sampean tak sesuai target, tak bergizi, yang diamanahkan ketahuan basah korupsi, dan ekonomi negara yang sampean pimpin carut-marut!
Mundur!
@xendless_s Ignorantia juris non excusat
(“ketidaktahuan terhadap hukum tidak membebaskan seseorang dari hukum”)
Artinya, setelah suatu aturan resmi diundangkan oleh negara, semua orang dianggap sudah mengetahuinya, meskipun dalam kenyataannya belum tentu benar2 membaca atau memahaminya.
Dwifungsi ABRI dibentuk pada zaman Soekarno tahun 1957, bukan zaman Soeharto.
Apa itu Dwifungsi ABRI? Jabatan? UU?
Kenyataannya lebih sederhana: uang.
"Nasionalisasi 1957" itu maksudnya semua perkebunan cash crop milik perusahaan Belanda disita oleh AD, di semua daerah.
Orang AD langsung menduduki jabatan sipil yaitu jabatan di perusahaan perkebunan.
Pada saat yang bersamaan, orang AD tetap menduduki jabatan militer.
*Inilah* Dwifungsi ABRI.
Nasionalisasi perusahaan asing ini bisa terjadi setelah darurat militer (SOB) dideklarasikan di masa PRRI/Permesta pada masa rezim Orde Lama.
Darurat Militer memberikan kekuasaan pada pangdam tiap daerah untuk basically melakukan "apapun".
Misalnya, menyita aset perkebunan Belanda yang nilainya fantastis dan mengelolanya seolah milik pribadi.
Boleh dong. Kan lagi darurat militer. Bebas. Kalau tidak setuju ditembak.
Kekuasaan nekolim perusahaan-perusahaan asing Belanda diganti dengan kekuasaan ireng. Londo putih ditukar dengan londo ireng.
Ternyata, kelakuan rezim londo ireng malah lebih red flag.
Setelah pertukaran pemain, kualitas manajemen tata kelola perkebunan yang disita ternyata (1) sangat asal-asalan dan (2) sangat rampok.
Perkebunan dikelola dengan sangat asal-asalan karena ternyata, gerombolan baru yang sombong dan sok tahu ternyata sama sekali tidak terdidik dalam hal manajemen ataupun teknik kehutanan. Mereka hanya terdidik dalam membunuh orang. Akhirnya ngasal saja.
"Sangat asal-asalan" dan "sangat rampok" ini adalah salah satu penyebab langsung robohnya output ekonomi komoditas ekspor Indonesia selama 1958-1967, hiperinflasi, kelaparan massal. Merekalah salah satu dalang terbesar kemiskinan ekstrem di dekade itu. Karena mereka bingung dan ngasal dalam mengelola ekonomi kita. Dan rampok.
Orang yang kritis terhadap perampokan nasional sekaligus bencana buatan nasional ini, seperti Buya Hamka, ditangkap dan disiksa.
Rule of thumb politik adalah, "di mana uangnya?"
Ketika Buya Hamka dipenjara dan disiksa, tanya: "di mana uangnya?" Ternyata uangnya di perkebunan Sumatra.
---
Salah satu anak setan yang dibentuk rahim basah berdarah Dwifungsi ABRI yang ngasal dan rampok ini adalah Pangdam IV/Diponegoro, Kolonel Soeharto. Saat itu Soeharto berkuasa terhadap perkebunan cash crop Jawa Tengah bersama gerombolan banditnya seperti Sudono Salim dan Bob Hasan.
Di Jawa Tengah, gerombolan bandit liar yang diketuai Soeharto ini mencuri kayu bulat, beras, hasil gula, bahkan truk-truk tentara milik negara yang disalahgunakan untuk mengangkut komoditas-komoditas curian itu. Sungguh serakah, truknya ikut dicuri. Sebanyak 200 buah truk milik AD diam-diam dijual Soeharto ke seorang makelar bernama Tek Kiong.
Barangkali Soeharto bukan bandit paling cerdas, karena buktinya ia berhasil tertangkap basah oleh PARAN, lembaga antikorupsi yang dibentuk KASAD A.H. Nasution yang panik melihat gilanya open season korupsi pasca nasionalisasi.
Bandit yang lebih cerdas barangkali adalah bandit di perkebunan Sumatra dan Sulawesi, yaitu di daerah perang aktif PRRI/Permesta yang kebun-kebunnya merupakan war goal Pusat. Siapakah nama-nama bandit di sana? Tidak jelas. Itu dia. Cerdas.
Soeharto juga barangkali bukan bandit terbesar di zaman Orde Lama. Bandit paling besar dan paling rampok sepertinya adalah Ibnu Sutowo, yang diberikan kendali atas Permina pada tahun 1957 (yang lalu berganti nama jadi Pertamina).
Harus diingat bahwa alasan *utama* Jepang menjajah Indonesia tahun 1942 adalah karena mencari sumber daya migas pasca embargo Amerika. Setelah kita merdeka, seluruh bisnis migas raksasa ini malah jatuh dalam kekuasaan Dwifungsi ABRI di bawah keserakahan Ibnu Sutowo yang sekaligus merangkap sebagai penjahat gangster Mafia Tanjung Priok.
Gatot Taroenamihardja, jaksa yang mau mengusut Ibnu Sutowo, tiba-tiba dilindas truk di jalan sampai kakinya harus diamputasi.
Setelah PRRI/Permesta ditumpas, gelombang-gelombang nasionalisasi lainnya dilancarkan pada perusahaan asing milik selain Belanda yang sebelumnya tak tersentuh.
Perampokan dan miskelola semakin parah selama masa Konfrontasi 1963-1965 pasca penyitaan perusahaan-perusahaan Amerika dan Inggris dan pengusiran para manajer and engineernya.
Aset-aset produksi komoditas yang disita itu ikut dirampok habis dan dikelola asal-asalan. Keruntuhan ekonomi Indonesia pun semakin ekstrem, apalagi ketika dicombo dengan (1) kematian Djuanda yang meninggalkan kekosongan IQ pemerintahan dan (2) bencana politik luar negeri Soekarno yang mengakibatkan isolasi internasional.
Setelah Soeharto jadi presiden, model sistem perampokan kolonial yang ia bangun di Jawa Tengah kemudian malah diterapkan secara formal dan teratur di seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Inilah Dwifungsi ABRI.
Kontrol Dwifungsi ABRI terhadap Indonesia diamankan dengan kekerasan bersenjata sampai level desa lewat sistem Kodam-Kodim-Korem-Koramil yang ada.
Jawa dirampok *dan* luar Jawa dirampok. Uang yang dihasilkan diambil. Inilah Dwifungsi ABRI. Inilah Orde Baru.
---
Dwifungsi ABRI adalah rangkap jabatan fungsi militer dengan jabatan fungsi pengamanan produksi uang.
Bisnis milik keluarga Soeharto dan struktur mafia nasionalnya diamankan dengan kekuatan senjata Dwifungsi ABRI.
Di Kalimantan, Bob Hasan sampai mendapatkan julukan sebagai "Raja Hutan". Uang yang dihasilkan bos mafia hutan nasional ini tentu fantastis.
Kelakuan Bob Hasan si Bandit Hutan ini terus berlangsung sampai ia malah ditunjuk jadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada Maret 1998, yaitu di tengah kepanikan krismon. Dari posisi ini, Bob Hasan berkuasa terhadap seluruh industri dan seluruh perdagangan dan seluruh ekspor impor yang ada di Indonesia, setidaknya selama 2 bulan.
Meanwhile, *40%* tanah di seluruh Timor Timur malah dirampok langsung secara pribadi oleh keluarga Cendana yang saat itu telah menjadi the Lord of Crime di Indonesia.
Tanah milik penduduk Timor Timur dicuri keluarga Cendana dan penduduknya ditembak. Sepertiga populasi Timor Timur mati dibantai.
Orang yang membantai Timor Timur sangat menyeramkan. Misal, dulu santer seorang komandan gila psikopat melakukan pembantaian bersenjata di daerah Kraras di Timor Timur. Seluruh populasi Kraras termasuk anak kecil dan bayi habis dibantai. Menurut atasannya yang resah, A.M. Hendropriyono, tes psikologi komandan itu menunjukkan "G4 alias gila". Anehnya, si gila pembunuh berantai itu malah dibiarkan asyik melanjutkan perburuan manusia untuk dibantai di Timor Timur.
Di Aceh lebih seram lagi karena gerombolan bandit yang menduduki Aceh selama DOM bukan hanya mencuri kayu bulat atau menyiksa penduduk atau berburu manusia atau mencuri cadangan migas Aceh, melainkan juga menanam narkoba seperti kartel Pablo Escobar di Kolombia. Tujuannya adalah uang.
Aceh luluh lantak, tetapi seluruh Sumatra dan Indonesia juga ikut rusak karena narkoba.
Uang dari perkebunan Sumatra dan Sulawesi, uang dari perkebunan Jawa Tengah, uang dari Kalimantan, uang dari Timor Timur, uang dari migas dan kayu bulat dan narkoba Aceh, uang dari seluruh Indonesia, semua uangnya diamankan di bawah kekerasan bersenjata Dwifungsi ABRI. Inilah Dwifungsi ABRI.
---
Hari ini, banyak sekali orang yang entah bagaimana punya lahan sawit, tebu, karet, dll sebanyak ribuan bahkan ratusan ribu hektar bahkan jutaan hektar.
Dapatnya kapan coba? Kapan belinya? Uangnya dari mana?
Kok bisa sih, tiba-tiba ratusan ribu hektar di Aceh atau Kalimantan jadi punyanya si ini dan si itu? Memangnya itu tanah dulunya punya bapak lo?