Mereka menyandang nama "Douwes Dekker", tetapi keduanya adalah orang yang berbeda.
Kiri: Eduard Douwes Dekker (Multatuli). Ia adalah penulis novel Max Havelaar.
Kanan: Ernest Douwes Dekker (Danudirja Setiabudi). Pejuang kemerdekaan Indonesia, salah satu tokoh Tiga Serangkai.
Neuroscientist Diagnoses Trump’s Brain Damage
In his patterns of speech, inability to state the truth on just about any subject, and the apparent joy he gets out of watching people suffer ― something strange is going on ― a “dementing malignant narcissist.”
Credit: Scott Carney
🚨Sunil Chhetri Reveals Why India Is Still Missing the Fifa World Cup2026🚨
Reporter 🗣️: Why is India unable to qualify for the FIFA World Cup every time?
Sunil Chhetri 🗣️ India doesn't fail to qualify for the World Cup because of a lack of talent. The real problem is that we are not yet a true sporting nation. We do not identify and nurture talent at the right age and through the right system.
With a population of 1.5 billion, countless talented children never get discovered or developed. Countries like the United States, France , Germany, Argentina , and Brazil succeed because they have strong systems that scout talent early and provide the best coaching, facilities, and support.
The day India builds a nationwide structure where every talented child can be identified, nurtured, and given the right opportunities, we will not only improve in football but in every sport. Talent is not the issue—the system is.
They turned the world into one giant altar and you’re unconsciously participating in their ritual. We have satanic singers performing alongside Masonic athletes in massive modern arenas. Nothing has really changed, the ancient temples where humans were sacrificed to false gods have simply evolved into today’s stadiums. The sacrifices are now metaphorical but they are just as real. The mascots you adore are the same ancient demons, rebranded to look cute and harmless and every time you cheer, consume, and obsess over them, you re willingly let them possess you. From country to country, the trending culture is the same cult with different masks. The only real truth lies outside the system. Deprogram yourself, watch my Series https://t.co/VvDf4qP8aJ
Hoy, vimos uno de los grandes cambios introducidos por FIFA para el Mundial.
Al momento del himno, se forman no solo los titulares de los equipos, sino todos los jugadores convocados.
La idea fue de Alessandro Del Piero, quien dijo que todos los mundialistas, incluyendo suplentes, merecen vivir el momento del himno de su país en el centro del campo.
Cuenta Del Piero que le dolió no haber estado con sus compañeros en el himno de su país en aquella semi del Mundial 2006 vs Alemania donde fue suplente, entró y fue figura.
FIFA aceptó y así será durante todo el torneo.
Todos vivirán ese momento abrazados, ante el mundo. Como debe ser.
DAFTAR LAGA DENGAN KEHADIRAN PENONTON TERBANYAK SEPANJANG SEJARAH SEPAKBOLA DUNIA! 😱
Laga PSMS Medan vs Persib Bandung kembali mendapat sorotan international setelah masuk dalam daftar 10 pertandingan dengan jumlah penonton terbanyak sepanjang sejarah sepakbola versi akun instagram sepakbola asal Turki (@forzasporcom)
Saat itu terjadi duel EL-CLASICO INDONESIA antara PSMS Medan vs Persib Bandung di Final Divisi Utama Perserikatan 1985 yang berlangsung di Stadion Utama Senayan (sekarang Gelora Bung Karno) dan dimenangkan oleh PSMS Medan melalui drama adu penalti.
Pertandingan tersebut telah disaksikan langsung oleh 150.000 suporter yang hadir saat itu dan mendapat rekor penonton terbanyak sepanjang sejarah sepak bola amatir dunia. Pertandingan ini termasuk salah satu pertandingan paling legendaris dalam sejarah sepak bola Indonesia. 🔥🔵🟢
Siapa yang masih inget momen ini? ada yg pernah nonton pertandingannya secara langsung kah? 🤔
Buat kakak kakak kalo kalian belum pada tau, ini nama nya UEFA PLAQUE ya.
Juve jadi satu-satunya tim yang menerima penghargaan UEFA Plaque karena menjadi klub pertama yg berhasil menjuarai ketiga kompetisi utama antarklub Eropa (Piala UCL, Piala Winners & Piala UEL)
@JCIndonesia
EARTHQUAKE SHAKES ELEMENTARY SCHOOL FLAG CEREMONY
WATCH: The magnitude 7.8 earthquake shocks students and teachers during their Monday morning flag ceremony at Mahayahay Elementary School in Barangay Kilalag, Malita, Davao Occidental.
As seen in the video, a small structure collapses behind the students. School officials confirmed that no injuries were reported.
📹 DepEd Mahayahay Elementary School
Félicitations à la FIFA pour avoir attribué la Coupe du Monde à un pays capable de retenir pendant 7 heures un joueur qui n’a jamais fait parler de lui autrement que par ses performances sur le terrain.
Quand le meilleur buteur de l’Irak, qualifié pour le plus grand événement sportif de la planète, peut être traité comme un suspect à son arrivée, difficile de ne pas s’interroger sur l’accueil qui sera réservé à certaines sélections (Iran) et à leurs supporters.
Pendant des années, chaque aspect de l’organisation au Qatar a été scruté, commenté et critiqué. J’espère que les États-Unis feront l’objet du même niveau d’exigence et de la même couverture médiatique.
Bravo, Monsieur Infantino.
Le buteur historique de l'Irak 🇮🇶, Aymen Hussein, a été retenu par les autorités américaines pendant sept heures pour un interrogatoire à son arrivée à l'aéroport de Chicago.
Aucune explication n'a évidemment été donnée par les Etats-Unis - des médias évoquent simplement une confusion de nom.
Pour rappel, le destin de l'attaquant avait été particulièrement bouleversé par l'invasion américaine de 2003 puisque son père (soldat) fut assassiné par Al-Qaïda quelques années plus tard et sa famille fit partie des "déplacés internes" comme des millions d'Irakiens (leur moyen de survie était le salaire de footballeur gagné par Aymen, alors un jeune adulte, à Bagdad)
Son grand frère (Atheer) fut également kidnappé par l'Etat islamique (qui contrôlait le village natal où la famille vivait, dans le nord du pays) et n'a jamais été retrouvé ; il est présumé mort
C'est Aymen, l'un des capitaines de l'équipe nationale, qui a marqué le but décisif envoyant son pays à la Coupe du Monde 40 ans après
C'est ce même Aymen qui a été reçu par le premier ministre irakien suite à la qualification en compagnie de sa maman.
Et c'est encore et toujours le souriant attaquant qui subit des interrogatoires de sept heures en arrivant sur le sol américain tel un potentiel terroriste mais que pouvait-il y faire ? Aymen Hussein est irakien, et cela semblait suffisant pour le priver de ses droits.
Confusion d'identité ou non, cela importait en réalité bien peu : si ce n'était pas lui, alors ce serait un autre - un Irakien de moins ou de plus, quelle différence cela ferait pour les Etats-Unis ?
Alhamdulillah, yg dinanti dtg jg yaitu host PON makanya dapat terbangun stadion lagi..
Teladan jg dibangun krn sebagai PON perdana di luar Jawa, tahun jebott 😁
Dan, Teladan pun direnovasi krn kemarin walikota ordal istana
Benar, hujan deras dan angin kencang.. banyak pohon tumbang min..
Namun SUSU / GBK (Gelora Batang Kuis) udah teruji di bbrp event aman dari hujan deras
Tulisan Naniek S Deyang Ketua BGN yg baru di akun FBnya 25 Mei. Nyindir Tiyo & pelesetan Maling Berkedok Gizi. 3 Juni, Kejagung bayar tunai. eks Waka BGN Sony kirim pesan sindiran buat Naniek. Apa Naniek jg terlibat dalam kasus-kasus di BGN? Dia kan jg pimpinan di BGN, bersama Dadan, Sony & Lodewyk. Apa Sony dll juga akan bernyanyi buat Naniek?
Makanya pergantian Dadan ke Naniek gak selesain masalah. Karena Naniek bagian dari kepemimpinan yg kini digelandang Kejagung. Juga soal kompetensi: dari Ahli Serangga (Dadan) ke Tukang Kata-kata (Naniek) disuruh ngurus gizi dgn anggaran ratusan triliun.
Dampak kedatangan Khvicha melompati statistik dan skor. Di sudut-sudut kota Naples dan distrik Campania, ratusan wanita paruh baya asal Georgia yang bekerja sebagai perawat lansia atau pembantu rumah tangga melaporkan sebuah keajaiban.
Sebelum Khvicha tiba, mereka sering kali dipandang sebelah mata oleh majikan lokal. Mereka dianggap sebagai imigran kelas pekerja dari timur yang tidak berwajah.
Sekarang, setiap kali mereka berjalan di jalan atau masuk ke rumah majikan mereka, warga Naples memperlakukan mereka seperti keluarga. Majikan mereka akan memeluk mereka dan berkata, ‘Terima kasih atas Khvicha.'
Sepak bola memberi mereka identitas dan rasa hormat yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.
"Dulu, ketika kami memberi tahu orang-orang bahwa kami dari Georgia, mereka bingung atau acuh tak acuh. Sekarang, ketika saya mengatakan saya dari Georgia, wajah mereka langsung berubah gembira."
"Mereka berteriak 'Kvara!' dan langsung menawarkan kopi atau memperlakukan kami dengan sangat ramah. Anak muda itu telah membuat kami semua merasa bangga menjadi orang Georgia di kota ini," kata Nino, perempuan Georgia berusia 50 tahun kepada Il Mattino.
Tulisan panjang saja tentang anak miskin dengan bakat luar biasa dari Georgia: Khvicha Kvaratskhelia.
https://t.co/ej6XFVhntU
Kalian yg minta kalo kritik itu harus baik, beretika dan memberikan solusi. Apa yang disampaikan Pak Dino itu sudah sangat baik, halus, sopan, beretika, dan terstruktur serta memberikan saran dan solusi sesuai yg kalian mau. Sekarang masih tetep dianggap ga beretika. Intinya memang kalian itu enggan menerima kritik.
Saya udh ga tau harus komen apa lagi sama pejabat2 di negara ini. Dikritik keras salah, dikritik baik salah. Maunya semua orang dukung.