Warga kalau komentar di sosmed dan di dunia nyata harus beretika beradab tertib sopan santun memberi solusi menggunakan KBBI yang benar dan sitasi minimal 5 tahun terakhir.
Presiden di panggung saat pidato: GOBLOK!
Dengan adanya Pandawara atau lebih banyak grup serupa, pemerintah adanya makin seneng karena mereka makin gak kerja. Kepedulian individu itu gak salah, tapi juga harus dibarengi oleh tuntutan keras ke rezim karena kita selalu bayar pajak.
Mahasiswa yg cuman bikin ajakan demo di medsos, ditangkap, dipukuli & dipenjara berbulan2 sampai kuliahnya berantakan. Sementara yg melakukan percobaan pembunuhan dgn melalukan penyiraman air keras ke wajah Andire, tidak mendapat hukuman yg memadai. Negara ini sdh rusak kawan2.
Honestly, at this point udah gak kaget sama sekali
Bunuh orang aja enteng kok mereka ini, apa lagi cuma nyiram air keras?
Realitasnya simple kok
Hukum tumpul ke tentara dan penjahat HAM
Kultur impunitas dipelihara demi melayani dan melindungi para tentara
Preman diberi ruang, mahasiswa dihadang.
Preman dibiarkan melenggang, rakyat ditendang.
Preman jadi teman, rakyat dijadikan musuh berhadapan.
Premannya sok menegakkan hukum, penegak hukumnya malah berkelakuan preman.
Rejim penculik, akalnya terbalik.
Ini akun resmi Seskab? Kok jadi seperti akun personal yang baper.
Akun resmi Seskab bukankah seharusnya mendokumentasikan kegiatan Presiden? Tidak semestinya mengubah sapaan warga menjadi kisah emosional tentang pribadi Presiden.
Beberapa bagian yg terasa terlalu personal atau problematis:
- “Sedikit cerita..” ...terasa seperti unggahan akun pribadi.
- “Saat Pak Presiden…” ... lebih tepat “Presiden Prabowo…” atau “Presiden”.
- “menjadi sangat istimewa bila disampaikan oleh warganya” ... membangun glorifikasi personal.
- “Itulah masyarakat Indonesia yang sesungguhnya” .... melakukan generalisasi besar dari beberapa warga yang terdengar dalam video.
- “penuh adab, penuh kasih, penuh sopan, penuh ketulusan” .... sentimental dan normatif, tidak cocok dengan komunikasi institusional.
- “masyarakat setempat justru mendoakan Presidennya” .... kata justru memberi kesan bahwa dalam kondisi sulit warga semestinya marah atau menyalahkan pemerintah, lalu dipuji karena tetap mendoakan Presiden. Ini bisa terbaca sebagai eksploitasi emosi warga untuk legitimasi politik.
- “Pak Presiden” berulang kali .... cocok dalam percakapan warga, tetapi tidak perlu menjadi gaya narasi akun negara.
Dan, yg paling janggal justru kalimat “Itulah masyarakat Indonesia yang sesungguhnya”. Dari dua-tiga ucapan warga--entah natural atau settingan--, akun resmi negara tiba-tiba merasa berhak mendefinisikan “masyarakat Indonesia yang sesungguhnya”. Itu sudah bergeser dari dokumentasi menjadi narasi legitimasi.
Oke, permintaan aparat. Alasannya apa? Sudah ada tindak pidana yang dilakukan? Putusan pengadilan? Izinnya dari siapa?
Masa sekelas Bank Mandiri menerima “permintaan aparat” tanpa penjelasan lanjutan. Sebagai konsumen, ini jelas mengecewakan.
Dear @bankmandiri pemblokiran tidak bisa dilakukan hanya krn permintaan aparat. Mana bisa hanya krn mimpin demo atau digunakan utk logistik demo, rekening diblokir.
Tanpa dasar hukum&alasan yg jelas, pemblokiran merupakan “perampokan”.
Semua nasabah patut was-was.
I'M DYING CAUSE OF HIS SPEECH😭
pigai:
"orang jahat makan, malaikat jg makan. jadi yg menolak makan adalah orang yg menginginkan kematian"
"yg ngasih mam siapa? bapakny kpd anakny. siapa bapakny? PRABOWO SUBIANTO, bapa dari kita semua"
"ada korupsi? ya. trus MBG harus ditiadakan? sama dgn kita menerima kematian"
top tier ini materi stand up nya