Doa fasis di Artjog 2026?
Dalam ekshibisi Artjog 2026, terdapat satu ruangan khusus di mana pengunjung dapat menuliskan doa mereka.
Dari banyaknya doa, terdapat beberapa tulisan diskriminatif yang menjadi sorotan beberapa pengunjung yang berhenti di depan instalasi ini.
Apakah tulisan-tulisan ini dibiarkan oleh tim Artjog? Apakah doa-doa ini tulus dipanjatkan? Bagaimana seni partisipatif malah menjadi alat diskriminasi?
Kami mengecam keras segala bentuk tindakan diskriminatif, termasuk pada teman-teman trans dan queer yang mengalami berbagai bentuk serangan dalam beberapa waktu terakhir, juga bentuk-bentuk ableisme!
Ingat baik-baik namanya, Nalince Wamang
Pelajar asli Papua, 17 tahun, tewas ditembak oleh tentara saat sedang mendulang emas di wilayah bekas aliran limbah tambang PT. Freeport demi mencari uang untuk kuliah
Dimiskinkan sistem, dibunuh aparat negara
Never forget, never forgive