realita PNS yg ga bnyk orang tau. alat kerja seadanya, keluar uang pribadi u/ kerjaan, gaji under UMR, tukin/tpp jelata, beban administrasi bejibun, mandatory pusat nambah tanpa dukungan, naik pangkat njelimet, politik kantor dan sistem yg wadidaw, gaji naik 100-200 dicibir pula
@gunasatwam Hmm, agak miss dikit ini. Tradisi ngaben tetep dilaksanakan, tp bukan dgn cara pembakaran. Fyi, sekalipun membakar mayat jika tidak dibarengi dgn upakara pengabenan, upacara tsb bukan dikategorikan ngaben.
Menstruasi tiap bulan, kehamilan beberapa kali, lalu diakhiri menopause.
Sementara kita laki-laki, secara biologi, ya hidup lurus-lurus aja.
Ayo kita sadari sebentar.
Perempuan itu setiap bulan berhadapan dengan biologinya sendiri.
Dengan nyeri datang rutin sekali.
Dengan emosi naik turun tanpa diingini.
Dengan darah yang keluar, tanpa permisi.
Lalu di satu fase hidup, perempuan mengandung.
Menumbuhkan manusia hidup dalam dirinya.
Membagi nutrisi tubuhnya, energinya, tidurnya, napasnya.
Rahim membesar puluhan kali lipat. Organ-organ perutnya bergeser. Trus hormonnya loncat-loncat menari tanpa henti.
Dan ketika semua itu selesai, di dekade ke 5 tubuh berkata,
Haha belum selesai.
Tiba-tiba Menopause datang.
Badan rasa jadi tungku panas, lelah, gelisah, tubuh terasa asing, tapi tetap harus menjalani semua fungsi dan perannya sebagai Ibu.
Sementara biologi kita laki-laki?
Bangun tidur.
Tarik napas.
Minum air.
Kerja seharian.
Lalu merasa wah hari ini produktif sekali.
Kadang kita demam tinggi sedikit saja,
Nada bicara langsung melemah.
Rasanya ingin nulis pidato perpisahan
Setelah memahami ini, aku sering bertanya dalam hati, bagaimana bisa perempuan setangguh ini.
Bayangkan kita laki-laki yang mengalami menstruasi.
Mungkin sebulan sekali kantor akan tutup.
Grup WhatsApp penuh keluhan.
Rumah sakit penuh drama.
Satu kram kecil, sudah minta dipijat se-RT.
Kehamilan?
Laki-laki lapar satu jam saja sudah gelisah.
Jadi kalau hari ini kita melihat perempuan tetap tersenyum,
tetap bekerja,
tetap mengurus keluarga,
tetap peduli orang lain,
Kita menyadari kekuatan versi berbeda.
Dan kita, para laki-laki,
Sudah selayaknya lebih menghargai dan menyayanginya. 🩷
sebuah cerita.
dulu, ada seorang pria yang kerja kantoran dan punya satu kebiasaan lucu: dia selalu menghilangkan penanya.
setiap butuh, selalu hilang entah ke mana.
saking seringnya, cerita pena hilang ini jadi bahan gosip di kantor. bahkan bosnya sampai ikut tahu. rekan semejanya malah ngecap dia sebagai si ahli menghilangkan pena.
bosnya penasaran:
"kok bisa ada orang seteledor itu?"
sampai akhirnya si bos ambil satu keputusan yang cukup unik. dia beliin karyawan ini satu pena baru. iya, bener, dia beliin pena.
tapi bukan pena biasa. pena ini mahal. premium, mungkin jutaan.
dan hasilnya? ajaib!
si ahli penghilang pena berubah total. pena itu dia jaga, dia simpan baik-baik, dia pakai dengan hati-hati banget. gapernah hilang lagi.
kenapa?
karena kali ini, dia tau nilainya.
selama ini, pena yang dia hilangkan harganya cuma lima ribu. jadinya ya diperlakukan asal-asalan.
hilang? yaudah, beli lagi. murah. bahkan bisa beli seratus pena tanpa mikir.
tapi begitu yang datang adalah sesuatu yang bernilai, otomatis sikapnya berubah. dia jadi lebih hati-hati. lebih menghargai. lebih merawat.
kadang kita sama.
kalau kita merasa sesuatu ga berharga, kita perlakukan seadanya.
tapi ketika kita ngerti nilainya, kita berubah.
iya, biasa, manusia.
yang bikin miris adalah, kalau manusia yang memegang kuasa malah ga ngerti nilai dari apa yang Tuhan titipkan padanya.
dikasih hal paling berharga, tapi justru disia-siakan. dirusak. dihilangkan seolah ga berarti.
itu bukan sekadar teledor.
itu buruk di atas buruk.
@PutriKayan16645 Ponakan ada kerja di sini, alasan banyak pekerja imigran karena tipikal pekerja indo yg kurang bisa adaptasi karena kerja dgn alat yg dominan pake tulisan china, kerjanya juga lumayan berat, jadi solusinya yaa hire mereka2 ini 🙄
13 poachers have slaughtered 26 Javan rhinos in Ujung Kulon national park, Java, Indonesia. This number may represent half of the Javan rhino population. The horns are sold on the international black market.
These majestic giants are being decimated, on the brink of extinction. Why does no one care?
https://t.co/s4TQtsgU0u
https://t.co/RitYoc8n8f
https://t.co/ndCWw3NSpW
#rhino #extinction
Curhat dikit, aku sebagai orang Bali mulai cemas dengan kehidupan masa depan kami yang sebenarnya masih bergantung dengan alam. Pelan-pelan, mulai susah air, banyak dapat limbah, dan makin ditekan adat, kebutuhan primer, dan kewarasan diri.
Sering terjadi:
Pov untuk Ibu: “Kamu tuh harus bisa mandiri, berpenghasilan, tapi kamu juga harus bener urus rumah, urus suami, urus anak, jgn sampe gak keurus.”
Pov untuk Bpk:
“Uda untung bgt laki ga selingkuh. Uda untung mau mandiin anak. Uda untung gak main tangan.”
*??*