Komunitas wadam Jakarta saat akan bertemu dengan Gubernur Ali Sadikin tahun 1968.
Istilah wadam (wanita Adam) diperkenalkan di masa Gubernur Ali Sadikin untuk menggantikan istilah banci/bencong yang sudah populer di masyarakat.
Ali Sadikin memilih untuk menata, bukan melarang berbagai fenomena yang sudah ada di masyarakat seperti perjudian dan wadam. Ketimbang dilarang lalu bergerak di luar pantauan pemerintah, Bang Ali memilih melegalisasi, memajaki, dan mengatur batasan-batasannya.
Di bawah kepemimpinan Ali Sadikin berdiri organisasi HIWAD (Himpunan Wadam Djakarta), dan diselenggarakan berbagai kursus keterampilan untuk wadam seperti tata rias, menjahit, dan salon. Menurut Bang Ali, wadam harus memiliki keterampilan dan mandiri agar tidak menjadi masalah sosial.
Setelah Bang Ali lengser, desakan untuk mengganti istilah wadam menguat. Istilah tersebut dianggap tidak pantas karena menggunakan nama Nabi Adam untuk penyebutan wadam.
Pada 1978 akhirnya digunakan istilah lain, yaitu waria (wanita pria).
Sudah mengirim somasi ke nomor yang mengancam, saya lampirkan juga somasinya secara terbuka melalui twit ini, agar bisa dijadikan periksa oleh pihak terkait.
Silahkan bagi warganet yg mau menggunakan substansi somasinya bila mengalami situasi serupa. Bisa dikirim secara pribadi.
Keji biadaab!!! 🤬
Siram air kencing, nendang, lempar, mukul, ngejar2, maki2 ke manusia di tengah malam itu biadab! Persekusi oleh gengster homofobik itu keji & bahaya banget.
MANUSIA. Transpuan itu manusia loh. Ga ada satu alasanpun yang membenarkan tindakan barbar & ga manusiawi kayak gitu ke sesama manusia hanya karena perbedaan identitas gender, orientasi seksual, dll 😭
Ga ada bedanya kalian dengan 27 pelaku gang rape di Sampang, dengan Taufik Hidayat, dll. Sama2 biadab, sama kejinya!! 🤬
Transpuan bukan kriminal, mereka lagi cari rezeki di tengah ekonomi yang sulit. Mereka ga korupsi, ga mencuri, dll.
Hentikan kekerasan, kebencian, penghinaan sesama manusia ini! Kalian hanya jadi alat penguasa yang mengalihkan kritik vertikal menjadi konflik horizontal.
Alex Eala returns to the Philippines after becoming the first Filipino player in history to reach the Round of 16 of a Grand Slam.
History maker.
Trailblazer.
Proud Filipina. 🥹
🇵🇭❤️
(via @PaigeJavier)
🚨 BREAKING: Kepolisian menahan aksi Aliansi Perempuan Indonesia saat massa aksi bergerak ke arah Bundaran HI. Hal ini juga menyebabkan kontak fisik antara kepolisian dengan massa aksi.
via progresip_
cc @BudiBukanIntel#IndonesiaGelap#MenujuIndonesiaBangkrut
Artificial intelligences do not undergo experiences, do not possess a body, do not feel joy or pain, do not mature through relationships, and do not know from within what love, work, friendship or responsibility mean. Nor do they have a moral conscience, since they do not judge good and evil, grasp the ultimate meaning of situations, or bear responsibility for consequences. They may imitate or even simulate, but they do not understand what they produce, for they lack the affective, relational, and spiritual perspective through which human beings grow in wisdom. #MagnificaHumanitas
Benarkah penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus hanya aksi spontan empat prajurit?
Investigasi Project M menemukan dugaan operasi intelijen terstruktur yang melibatkan belasan orang, personel TNI AD, AU, dan AL, hingga pencatutan identitas warga. https://t.co/20aUrQlcmK