︎ ︎ ︎
︎ ︎ ︎ “ 𝗔ll t̲r̲𝘂t̲h̲ passes through three stages . First , it is 𝗿𝗶𝗱𝗶𝗰𝘂𝗹𝗲𝗱. Second , it is violently 𝗼𝗽𝗽𝗼𝘀𝗲𝗱 . Third , it is 𝗮𝗰𝗰𝗲𝗽𝘁𝗲𝗱 as being 𝘀e̲l̲f̲-ev̲i̲d̲ent .︎ ︎ ︎”
︎ ︎ ︎︎ ︎ ︎
@potravt "Kau pasti memerlukan bantuanku untuk berjalan, kan?" walau merepotkan, Nagumo tetap tersenyum tipis.
Lagipula, tak sering sang tuan mendapatkan kesempatan untuk membantu temannya seperti ini.
(@potravt)
@potravt "... Ah, kurasa kau benar," gumam Nagumo, menghela napasnya pelan. Sang puan belum menerima pertolongan yang layak.
Ia segera bangkit dari tempat duduknya sebelum melihat temannya yang masih terduduk disana—
@potravt akhirnya, ia menghabiskan suap terakhir mangkuknya sebelum menghadap sang puan kembali. "Tidak masalah," ucapnya dengan senyum tipis.
"Kau ingin kemana setelah ini?" tanya sang tuan dengan penasaran, ingin mengetahui tujuannya setelah ini.
(@potravt)
@potravt "...?" raut tanya terpasang pada wajah lelaki itu. Jelas bahwa mulutnya masih terisi penuh dengan makanan untuk berbicara.
Walau begitu, menerima gestur kecil dari temannya membuatnya sadar akan cara makannya yang sedikit belepotan—
@potravt "Pfft—telan dulu makanannya baru berbicara," ucap lelaki itu sebelum memakan sebuah suapan baru dari mangkuk katsudon miliknya.
Jika dipikir kembali, tak heran mangkuk ini dapat membawa kebahagiaan yang berlimpah.
(@potravt)
@potravt Melihat kata-kata dan ekspresi sang puan, Nagumo hanya mengeluarkan sebuah tawa kecil. "Kau terlihat senang sekali, Akao."
Seperti selalu, ia tak mengerti akan isi hati temannya itu. Segala hal sederhana dapat membuatnya senang dengan berbagai cara—
@potravt memasukkan satu suap katsudon lagi ke dalam mulutnya. "Kau memikirkan sesuatu?" lanjutnya, kenal baik dengan kebiasaan temannya itu.
(@potravt)
@potravt Sang tuan hanya tersenyum sebelum ia pun mencoba katsudon miliknya. Rasanya lezat—seperti biasa, tapi suasana pada saat itu tidak biasa.
"Akao, ada apa?" Nagumo memutuskan untuk memecahkan keheningan di antara mereka dua. Ia menantikan jawaban sang puan sambil—
@potravt dirinya sendiri dan Akao sebelum berjalan ke tempat duduk mereka. Disana, ia memberikan katsudon dan sendok milik sang gadis sebelum Nagumo duduk di sampingnya.
(@potravt)
@potravt sang tuan juga tidak mengerti akan isi kriteria yang dibicarakannya, tapi untung jika dirinya dapat memenuhi satu atau lebih tanpa mengetahuinya.
Ketika Akao sudah terduduk pada kursi itu, ia berjalan ke arah toko itu kembali dan mengambil katsudon yang dipesannya untuk—