Kirain Sopir2 truck bawa ratusan truk dari berbagai daerah inih grebek kantor Gubernur Jateng mau demo..
Ternyata mau ngucapin terimakasih dan mengangkat Mister White @ganjarpranowo sbage Bapak Truck Indonesia...
Mungkin gegara pungli di jembatan2 timbang disikat abis sama GP
Anies mau diusut KPK soal Formula E, Nasdem langsung deklarasi bacapres..
Cak Imin sudah keluar Sprindik Agustus, Nasdem tawarin bacawapres dan Cak Imin ga perlu mikir lama langsung terima tawaran..
Kenapa selalu ada Nasdem ya?! Jadi ingat dulu kelakuan mereka saat Jaksa Agung dipimpin kader mereka..
𝗔𝗻𝗶𝗲𝘀-𝗜𝗺𝗶𝗻 𝗗𝗲𝗸𝗹𝗮𝗿𝗮𝘀𝗶, 𝗗𝗶𝘀𝗮𝗺𝗯𝘂𝘁 𝗡𝘆𝗮𝗻𝘆𝗶𝗮𝗻 𝗔𝗿𝗲𝗸-𝗔𝗿𝗲𝗸 𝗦𝘂𝗿𝗼𝗯𝗼𝘆𝗼 𝗗𝘂𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗚𝗮𝗻𝗷𝗮𝗿 𝗣𝗿𝗮𝗻𝗼𝘄𝗼
Banyak yang bilang: politik adalah permainan persepsi. Jalurnya lewat propaganda. Anies-Imin pilih Surabaya sebagai tempat deklarasi punya tujuan khusus. Mereka sedang kirim pesan: kami mencengkram Jawa Timur.
Identitas Jawa Timur ini yang mau diambil Anies-Imin. Persepsi sedang dibangun. Propaganda dilakukan melalui acara deklarasi di Hotel Majapahit Surabaya--dulunya Hotel Yamato, tempat arek-arek Suroboyo merobek warga biru dari bendera Belanda, sehingga tinggal merah putih. Ya warna biru, warna partai Nasdem juga hehehe..
Anies-Imin mau ambil identitas Jawa Timur? Eh tunggu dulu. Pada Pemilu 2019, PKB partainya Imin bukan lagi pemenang, sudah digeser PDI Perjuangan. Meskipun selisih tak "banyak", PDI Perjuangan meraih 4.319.666 suara, sementara PKB 4.198.551 dan Nasdem 2.190.169 suara.
Tapi kalau bicara kota Surabaya, jelas-jelas kandang Banteng. Pada Pemilu 2019, PDI Perjuangan memperoleh 15 kursi. PKB 5 kursi. Nasdem 3 kursi. Surabaya juga identik dengan Ibu Risma, Wali Kota paling tersohor sebagai kader PDI Perjuangan. Wali Kota Surabaya saat ini pun: Mas Eri Cahyadi juga kader PDI Perjuangan.
Artinya Anies-Imin memang masuk kandang Banteng. Sebenarnya tak masalah kalau hanya dipandang sebagai kegiatan politik biasa. Tapi acara deklarasi Capres dan Cawapres tak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi ada persepsi yang hendak dibangun. Ada propaganda yang sedang disusun. Ini ibarat menempel tulisan Capres-Cawapres Anies-Imin di pintu masuk Kandang Banteng. Sementara PDI Perjuangan sudah solid mendukung Ganjar Pranowo.
Arek-arek Suroboyo tak rela identitasnya direbut dan diambil Anies-Imin. Mereka melakukan kontrapropaganda, dengan cara yang asyik dan riang gembira.
Saat deklarasi dilakukan di hotel mewah, di seberang hotel itu, di jalanan, bersama penyanyi jalanan, musisi, seniman dan masyarakat, Banteng-banteng muda menggelar acara musik dan pentas seni. Mereka bernyanyi, bergembira, menegaskan dukungan pada Ganjar Pranowo.
Seolah-olah mereka ingin mengatakan: kami bukan banteng-banteng yang buta, tuli atau bisu. Kami banteng-banteng yang selalu waspada dengan segala upaya infiltrasi politik, permainan persepsi dan propaganda yang "mengancam" teritori kami.
Tiba-tiba saya teringat pidato Bung Tomo, yang juga waktu itu menyebut-nyebut nama banteng:
"Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga.”
Merdekaaa‼️
HM Guntur Romli
Ketua Umum Ganjarian Spartan
BLUNDER yang semakin MENGANGA
Prabowo berharap dengan bergabungnya Budiman Sudjiatmiko, isu penculikan menjadi REDA
Yang terjadi malah sebaliknya. Budiman membuat Prabowo mengakui bahwa dirinya BENAR melakukan PENCULIKAN aktivis
#PrabowoAntitesaJokowi#MenolakLupa
Baru kali ini punya kesempatan berbincang panjang dengan Panglima Jillah tentang hukum adat, pelestarian budaya Dayak dan IKN. Pandangannya tentang NKRI sangat apa adanya, tanpa embel-embel politik maupun agama.
"Saya hanya fokus kepada pelestarian alam dan budaya tanpa intervensi apapun serta membumikan toleransi antar manusia", katanya.
Sejak puluhan tahun ketika orang berbicara tentang Kalimantan, orang hanya membahas tentang sumber daya alam yang dikeruk sejadi-jadinya, kata Panglima. "Mereka lupa bahwa di pedalaman Kalimantan ada suku Dayak yang bertekad untuk tetap mempertahankan hukum adat dan keaslian budayanya," tambahnya.
"Mari kita bicara NKRI. Saya tidak mau berpolitik, saya tidak mau terlibat dalam perdebatan agama, saya hanya mau bicara tentang toleransi dan perlawanan terhadap radikalisme", tegasnya lagi.
Dalam sela perbincangan, Panglima Jillah merogoh sesuatu dari dalam tas kecilnya. Dia menyerahkan batu cincin berwarna merah untuk dikenakan di jari saya. "Ini kenang-kenangan dari saya selaku Panglima Jillah, sebagai tanda bahwa kita berada dalam tekad yang sama; demi Pancasila dan NKRI!" kata Panglima.
"Adil ka`talino, bacuramin ka`saruga, basengat ka`jubata".
Surat dari Manila untuk Budiman Sudjatmiko: Kucatat “Khianatmu” dalam Suara Menolak Lupa!
Oleh Tuan Kopong MSF, Dari Manila, Philipina
Salam jumpa, Budiman Sudjatmiko. Semoga selalu sehat. Salam dari Manila, Philipina. Mesti tinggal di negeri orang, saya selalu punya perhatian untuk negeri tercinta. Dan karena alasan cinta itulah saya menuliskan surat ini untukmu.
Ketika engkau mengunjungi Prabowo dan memuja-muji dirinya hingga engkau lupa akan peristiwa kudatuli 1996 yang membuat dirimu dan kawan-kawan menyembunyikan diri, dan beberapa orang yang karena nurani kemanusiaan menyelamatkanmu ikut ditangkap dan disidang, saya akhirnya menyetujui kata-kata salah satu pejuang kemanusiaan yang tertembak dan meninggal dunia dalam tragedi Semanggi I (1998), yakni Bernardus Realino Norma Irawan (Wawan).
Kata-kata Wawan, “Perjuangan belum selesai sudah banyak yang meninggalkan perjuangan karena mereka tidak tahan lapar dan haus. Yang dulu menjadi simbol perlawanan dan kemanusiaan terhadap Prabowo kini menjadi simbol kekuasaan bersama Prabowo.”
Ketika engkau dengan lantang menyuarakan dukungan bagi Prabowo dan dengan percaya diri menjadi garda terdepan untuk kemenangan Prabowo pada pilpres 2024 nantinya, saya berani mengatakan padamu untuk “menolak lupa pada sosok yang pernah menyelamatkan dirimu bersama teman-temanmu”.
Saat itu engkau dicari dengan ancaman tembak mati di tempat. Romo Sandyawan (waktu itu-1996) dan kakanya Pak Beny Sumardi yang karena nilai kemanusiaan menjadi pelindung bagimu dan rekan-rekanmu, ikut ditangkap dan disidang dengan tuduhan membantu gerakan Partai Rakyat Demokratik (PRD).
Sudah lupakah engkau pada mereka yang telah menjadi garda terdepan untuk menyelamatkanmu saat itu, termasuk seorang tokoh bangsa Gus Dur? Sudah matikah nurani kemanusiaanmu karena rasa lapar dan haus akan kekuasaan yang sudah tidak bisa lagi engkau tahan dan bendung sehingga engkau dengan mudahnya mengkhianati doa dan dukungan dari orang-orang yang tulus mendoakanmu agar tidak mendapatkan hukuman mati
Menjadi lawan politik Prabowo bukan berarti harus memusuhinya. Selama Prabowo masih diam dan bungkam terhadap hilangnya nyawa para mahasiswa dan aktivis kemanusiaan saat itu, dan bahkan selama Widji Tukul dan kawan-kawannya yang hingga detik ini belum kembali ke rumah dan keluarga mereka, dan Prabowo tidak mau menjelaskan keberadaan mereka, selama itu juga Prabowo masih menjadi simbol rezim Orde Baru.
Dia harus dimintai pertanggungjawaban tanpa harus memusuhi. Bersamaan dengan itu, harus tetap ada semangat untuk tetap menjaga kemurnian perjuangan teman-teman yang tulus demi kembalinya demokrasi Indonesia yang bebas dari segala tekanan dan tindakan represif kekuasaan.
Segala argumentasi pembelaanmu telah menjadi sebuah catatan pengkhianatanmu bagi para korban Semanggi I dan II, termasuk bagi Widji Tukul dan kawan-kawannya yang hingga hari ini tak satupun mengetahui keberadaan mereka. Itu juga menjadi catatan bagi khianatmu pada Pak Sandyawan, Pak Beny Sumardi, Gus Dur dan doa tulus dari orang-orang yang tidak peduli apa agamamu, mendoakan dan mendukung engkau bersama kawan-kawanmu.
Melihatmu yang kini tak lagi kuat menahan haus dan lapar pada kekuasaan, ini menjadi catatan “khianatmu” dalam satu suara sunyi untukmu: Kami Menolak Lupa!!
Saya, pengguna akun @__AnakKolong & @AK__aja memang bajingan, bukan orang "baik - baik".
Namun setidaknya, saya tak pura - pura menjadi orang baik - baik.
.
.
Ahmad Dhani Prasetyo, adalah musisi yang genius, namun Once Mekel ( Elfonda Mekel) musisi yang berkarakter & attitudenya baik.
Bahkan dalam satu kesempatan, Once tak ragu memuji Ahmad Dhani (meskipun mereka sedang berseteru), ketika Azizah Hanum pada acara Point Of View, mewawancarainya ;
"Tentu, saya mengagumi Ahmad Dhani selaku pencipta lagu, pencipta lirik yang bagus, konseptor yang bagus", ujar Once
.
.