Memanjatkan rasa syukur tak terhingga ketika menyaksikan Tia naik ke atas panggung wisuda di Harvard, menerima ijazah sambil menggendong Ibrahim, lalu Ali berdiri menyambut di samping panggung.
Setahun lalu, kami melepas Tia dan Ali berangkat dengan bayi yang baru berusia satu bulan. Tentu, ada rasa khawatir yang manusiawi. Mereka menjadi orangtua baru di negeri asing saja sudah merupakan tantangan besar, apalagi ketika dijalani beriringan dengan studi master di universitas dengan tuntutan akademik yang sangat tinggi seperti kampus ini.
Alhamdulillah, masa penuh perjuangan itu tuntas mereka lalui. Ijazah Master of Education dari Harvard Graduate School of Education yang diterima hari ini adalah simbol pencapaian akademik, yang di baliknya ada harga kesabaran, kerja sama, dan keteguhan yang mereka bertiga harus bayar sebagai keluarga muda.
Terima kasih kepada semua yang telah mendoakan dan memberikan dukungan selama mereka menjalani babak kehidupan di Cambridge, Massachusetts, ini.
Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam perjalanan hidup mereka ke depan, serta ilmu yang didapat bisa menjadi bekal kontribusi Tia dan Ali bagi bangsa dan bagi lingkungan di sekitar mereka. Aamiin yra.
Kadang kita lupa, di balik foto kecelakaan itu ada orang yang lagi terluka dan keluarga yang mungkin lagi cemas nunggu kabar. Nggak semua momen harus dibagikan ke media sosial, apalagi yang bisa menyakiti orang lain. Yuk lebih bijak, tahan dulu keinginan buat upload, dan pilih untuk lebih empatiโค๏ธ
#pmiselalubantu
@lmhmkl @CommuterLine apasi anjir harusnya tuh orang orang yg suka nerobos palang pintu yg harus ditertibkan, lagian ini kereta bukan motor yg bisa ngerem mendadak, itu argo bromonya juga udh ngurangin kecepatan kalo ngga dikurangin bisa lebih parah dari ini
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.
Berduka mendalam mendengar kabar kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Menurut informasi terakhir, peristiwa ini telah merenggut 14 nyawa dan melukai puluhan korban lainnya. Sesak rasanya mendengar keterangan Basarnas bahwa seluruh korban yang dievakuasi adalah perempuan, terlebih saat membaca kesaksian dari mereka yang mengenal para korban.
Semoga para korban yang gugur diterima di sisi terbaik Allah SWT, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, serta para korban luka segera dipulihkan kesehatannya.
Dalam situasi seperti ini, prioritas pertama tentu evakuasi, penyelamatan, serta penanganan para korban. Mari kita berikan apresiasi dan dukungan kepada para petugas yang bekerja di lokasi kejadian, mulai dari tim SAR gabungan, kepolisian, petugas KAI, aparat Pemda setempat, hingga tenaga kesehatan di rumah sakit yang menangani para korban. Semoga mereka semua diberi kekuatan untuk bekerja lugas dan tuntas, sehingga beban para korban beserta keluarga bisa terus berkurang.
Prioritas berikutnya, operasional stasiun dan lintasan perlu segera berangsur normal agar warga lain yang harus menjalani aktivitas hariannya tidak ikut terganggu. Apresiasi dan dukungan kembali kita sampaikan kepada semua pihak yang bekerja keras memulihkan layanan publik, baik jajaran KAI, aparat Pemkot Bekasi dan pemerintah pusat yang turun menangani.
Juga Pemda sekitar dan pihak-pihak lain yang ikut membantu, seperti TransJakarta yang telah menyediakan shuttle tambahan sebagai pengganti layanan kereta yang terhambat pun patut mendapat apresiasi yang sama.
Terakhir, mungkin yang terpenting, semoga peristiwa ini bisa diinvestigasi dan dievaluasi secara menyeluruh. Bukan untuk mencari siapa yang paling salah, karena tidak ada satu pun pihak yang menghendaki kecelakaan ini terjadi. Evaluasi menyeluruh diperlukan agar peristiwa serupa tidak terulang di kemudian hari, baik di Bekasi maupun di daerah lain.
Banyak hal yang masih bisa diperbaiki, mulai dari praktik internal armada taksi, pengelolaan perlintasan tidak resmi oleh Pemda, hingga sistem peringatan dini yang lebih efektif bagi kereta terhadap gangguan pada lintasan. Kita bisa belajar dari industri penerbangan dunia yang konsisten melakukan evaluasi menyeluruh terhadap setiap kecelakaan, lalu menjadikan hasilnya sebagai bahan perbaikan standar yang berlaku global.
Kecelakaan ini terlalu mahal harganya untuk tidak menjadi pelajaran bagi perbaikan ke depan.
Mari sama-sama mendoakan para korban beserta keluarganya, sekaligus memberi dukungan kepada para aparat yang sedang menuntaskan penanganan. Semoga kita semua selalu berada dalam lindungan Allah SWT.
KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh korban dan keluarga serta seluruh masyarakat yang terdampak atas insiden yang terjadi antara KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line Cikarang.
Seluruh korban telah diberikan dan ditangani perawatannya di Rumah Sakit rujukan. KAI Commuter bersama pihak asuransi memastikan biaya pengobatan ditanggung sesuai ketentuan dan terus berupaya untuk pendampingan kepada korban dan keluarga. Kami juga menyediakan posko informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu informasi kepada keluarga.
Keren banget intel warga.
Ternyata kejadian tabrakan antara KRL arah Jakarta dan taksi tuh estimasinya sekitar jam 20.46 - 20.47.
Sedangkan kejadian tabrakan antara KJJ dan KRL sekitar 20.52.
Posisi KRL arah Cikarang masih distasiun, gabisa gerak karena insiden taksi didepannya.
Posisi KJJ pukul 20.45.50 - 20.46.10 ngelewatin stasiun Cakung, KJJ ngelewatin stasiun Kranji pukul 20.49.10 - 20.49.30.
Jadi disaat waktu kejadian tabrakan taksi terjadi, posisi KJJ ada diantara stasiun Cakung dan Kranji. Setelah gue hitung, disaat bersamaan terjadi tabrakan taksi, KJJ posisinya udah 0.75KM (20.46) atau 1.5KM (20.47) diluar stasiun Cakung.
Total jarak antara KJJ ke stasiun Bekasi Timur ada 5.5KM. Tiap 1 KM ada blok sinyal.
Total 5 blok sinyal. Tapi yang efektif cuma 3 blok sinyal terutama di stasiun Kranji karena kereta butuh jarak 1 KM kurang lebih buat ngerem aman.
Jarak antara tiap blok sinyal cuma satu menit. Overall KAI cuma dikasih 3 menit yang efisien sejak detik pertama tabrakan taksi buat ngabarin KJJ.
When itโs A RACE AGAINST TIME. Human often lot.
Baca ini bikin gue ngeri banget sama yang namanya WAKTU, in a matter of minutes, dari menit ke 47 ke menit 52, 14 nyawa bertaruh ๐ญ YAALLAH
Teman-teman mohon bantuannya bersuara agar kasus uang jemaat sebesar 28 miliar yang raib di tipu oknum BNI bisa selesai.
Kasus ini sudah berlangsung lama namun tak ada itikad baik,.
@DivHumas_Polri@KejaksaanRI@prabowo
No viral no justice kata @mohmahfudmd
Bantu RT ๐