Petani Tulungagung Diciduk karena Berani Punya Pupuk Sendiri: Antara “Peredaran Ilegal” dan “Kebutuhan Sawah Pribadi”
TULUNGAGUNG — Di negeri yang pupuk bersubsidi lebih langka daripada janji politik menjelang pemilu, Purwanto (51), petani asal Kecamatan Karangrejo, kini harus merasakan ironisnya “keadilan” negara.
Dengan uang hasil keringat sendiri, ia membeli 7 ton pupuk NPK Phoska non-subsidi secara resmi dari pabrik di Gresik. Dokumen lengkap, transaksi sah, tujuannya hanya satu: menebarkan harapan pada sawah miliknya sendiri. Bukan untuk dijual, bukan untuk spekulasi, apalagi untuk “mengganggu stabilitas pangan nasional”. Tapi rupanya, di mata aparat, memiliki pupuk lebih berbahaya daripada memiliki utang negara.
Ketika Purwanto — yang sudah mengidap jantung dan diabetes — beberapa kali menolak permintaan orang yang ingin membeli pupuknya, lalu akhirnya menyerah memberi sebagian, ia langsung dianggap “bandar”. Satreskrim Polres Tulungagung pun sigap menetapkannya sebagai tersangka peredaran pupuk ilegal. Kini ia resmi menjadi tahanan pidana, berstatus seperti penjahat kelas kakap.
Sungguh sebuah prestasi luar biasa: petani yang menolak menjual pupuk untuk sawahnya sendiri malah digiring ke sel tahanan. Sementara itu, di lapangan yang lebih luas, peredaran pupuk palsu dan penyimpangan subsidi yang nilainya ratusan miliar sering kali hanya berakhir di meja rapat koordinasi.
Kuasa hukumnya, Mohammad Ababilil Mujaddidyn, telah mengajukan praperadilan. Keluarga hanya bisa berharap pengadilan melihat apa yang jelas-jelas terlihat: seorang petani kecil sedang dijadikan “tumbal” birokrasi pupuk yang ruwet.
Kasus ini bukan sekadar soal pupuk. Ini soal logika yang terbalik: di saat petani kesulitan mendapatkan pupuk resmi, negara justru sibuk menangkapi petani yang berani membeli dengan uang sendiri.
Selamat datang di republik pupuk, di mana menyimpan pupuk untuk sawah sendiri bisa lebih berisiko daripada menjual tanah warisan. Semoga Pak Purwanto segera bebas. Karena kalau petani saja harus takut punya pupuk, maka siapa lagi yang akan menanam padi untuk kita semua? #KeadilanUntukPurwanto
Memalukan
Gereja Mawar Sharon Bantul didatangi muslim2 intoleran yg mau membubarkan ibadah
Heran bgmn negara ini tdk mau sepenuhnya mencabut SKB2m yg dipakai utk membubarkan ibadah2. Tdk ada di dunia umat beragama mau beribadah wajib minta izin dgn komunitas mayoritas Islam.
Liputan BBC, seorang kepala keluarga di Afghanistan terpaksa menjual kedua anak perempuannya untuk dinikahkan dengan pria dewasa.
Pendidikan rendah, kemiskinan dan hampir tidak ada lapangan pekerjaan, keadaan Afghanistan makin parah di era Taliban.
Serius nanya, emang kalau cabut laporan kita harus bayar polisinya lagi ya? Pelaku udah minta damai dan nyanggup bayar ganti rugi kurang lebih 50jt, tapi polisinya minta uang 70jt jg, saya komplain knp mreka minta uang sama pelaku lebih besar dari jumlah kerugian saya?
Mereka malah bilang "yaudah samain aja sama ibu" emg sistem kerjanya gini ya? Digaji tuh buat apa kalau tiap laporan di duitin semua? Shout out to p*lres dep*k
cc:threadsunqistblooms
Nadiem Makarim akhirnya dituntut hukuman total 27, tahun penjara (18 tahun penjara, denda Rp1 miliar subsider 190 hari kurungan)
Sampai azan magrib saya nonton persidangan itu. Dan sehabis magrib, nonton Nadiem diwawancarai pers.
Kalian tahu kasus Nadiem? Dia dituduh melakukan tindak pidana korupsi dan merugikan keuangan negara. Tapi apa fakta yang ditemukan?
- Tidak ditemukan PPATK yang masuk ke rekeningnya,
- Tidak ditemukan aliran dana dari vendor ke Nadiem,
- Tidak ditemukan aliran dana dari Google ke Nadiem,
- Tidak ditemukan aliran dana dari PT Akab ke Nadiem, dan
- Tidak ditemukan aliran dana dari PT GI ke Nadiem.
Ada pernyataan menarik dari Pak OC Kaligis:
“Kalau bicara soal Pasal 2 & 3 Undang-Undang Korupsi, maka cantolannya adalah BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). BPK mengatakan bahwa tidak ada kerugian negara. Namun, oleh jaksa penuntut, BPK dibilang tidak independen.”
Karena gagal membuktikan semua aliran dana ini, maka ada nuansa menciptakan fakta, seolah-olah ada pemufakatan jahat atau penyamaran penipuan uang yang dilakukan Nadiem.
Itulah berita hukum terkini, Gais. Dan hal yang sama juga saya temukan di kasus Gus Yaqut (baru sampai pra-persidangan, namun sudah ditetapkan KPK sebagai tersangka).
- Tidak ditemukan bukti korupsi ketika rumah Gus Yaqut digeledah,
- Tidak ditemukan aliran dana ke Gus Yaqut,
- Tidak ditemukan suap ke Gus Yaqut,
- Tidak ditemukan gratifikasi ke Gus Yaqut,
- Tidak ditemukan intervensi apapun dari Gus Yaqut terkait pembiaan jamaah haji khusus, dan
- Tidak ditemukan mens-rea (iktikad jahat).
Bahkan untuk sangkaan $1 Juta, ternyata hal itu dikerjakan oleh bawahannya ketika Gus Yaqut di Eropa. Sekembalinya Gus Yaqut ke Indonesia, ia memerintahkan bawahannya untuk menarik uang itu kembali.
Saya tidak sedang bilang Nadiem bersih. Saya juga tidak sedang bilang Gus Yaqut tidak bersalah. Saya cuma mau bilang, mengutip Fiersa Besari:
“Negara sedang dirusak secara sistematis, dan sepertinya kita cuma bisa menonton saja.”
Kalo ngomongin Chelsea,bohong banget kalo lo ngga nyebut nama Frank Lampard.
Lampard itu anomali.Bayangin aja,dia gelandang tapi hobi banget nyolong posisi di kotak penalti lawan,tiba-tiba udah ada di situ aja buat nyamber bola muntah.makanya rekor 211 golnya buat Chelsea itu menurut gue gak masuk akal buat ukuran pemain tengah.Striker top aja belum tentu bisa se-konsisten itu tiap musim.
Paling epik sih musim 2009/10,gila itu orang kontribusi 36 gol (gol+ assist) dalam satu musim cmiiw @ChelseaEleven.itu udah kaya statistik messi atau ronaldo di jamanya,tapi ini dilakukan sama pemain yg juga harus turun ke belakang buat bantu bertahan.
Banyak yang bilang dia beruntung karena sering dapet bola rebound, tapi buat gue itu soal IQ bola. Dia tau kapan harus lari, kapan harus nunggu. Belum lagi tendangan jarak jauhnya yang ikonik banget, sekali ayun, kiper cuma bisa bengong liat bola nancep di pojok gawang.
Pas dia angkat trofi UCL di munich pas terry absen,itu sih puncak segalanya.dari pemain yg dianggap overprice pas dibeli dari West Ham,berakhir menjadi lejen terbesar yg pernah injek rumput Stamford Bridge....Super Frankie 💙
Kali Ini Setuju Sama Polisinya 🔥
Seorang polisi menegur anggota TNI yg berkendara tanpa helm dan melaju zig-zag hingga membahayakan pengguna jalan lain
Tapi, bukannya menerima teguran, oknum TNI itu justru emosi dan menendang kendaraan si polisi
Suara nitizen bersatu berpotensi besar menyebabkan Perwira Menengah dari Mabes TNI-AD ini diberikan sanksi.
Minimal menjadi catatan buruk bagi konduite bersangkutan yg menyebabkan mutasi jabatan, penundaan pangkat atau pendidikan.
Viralkan sampai terdengar @Puspen_TNI & @tni_ad
Kebijakan macam apa ini yang melarang masyarakat jualan depan rumahnya ?? jangan persulit masyarakat miskin untuk mencari sesuap nasi dirumahnya,mereka punya tanggungan keseharian dan kebutuhan anak sekolah dan kebutuhan lainnya..
Halo Kang @DediMulyadi71 bagaimana ini, ada seorang aktivis lingkungan yg dipersekusi rame2 dan diintimidasi.
Ini di wilayah Jawa Barat, wilayah yg menjadi tanggung jawab gubernur Jawa Barat.
🆘🆘🆘 bantu 🆙🆙🆙🙏
🚨 POLISI LINDUNGI PELAKU PEMERKOSAAN
Korban percobaan pemerkosaan jadi tersangka 💔
Nasib tragis menimpa Hasanah. Di saat ia harus berjuang melawan trauma hebat akibat percobaan p3m3rk0s44n, ia justru harus berhadapan dengan status hukum yang mengejutkan jadi Tersangka.
Kronologi yang Menyesakkan Hati
1. Upaya Penyelamatan Diri: Saat seorang pria mencoba merenggut kehormatannya secara paksa, Hasanah tidak tinggal diam. Dalam kondisi terdesak dan ketakutan, ia melakukan perlawanan sengit untuk menyelamatkan dirinya sendiri.
2. Pelaku Terluka: Akibat perlawanan tersebut, sang pria (calon p3m3rk0s4) mengalami luka-luka. Namun, alur logika hukum mendadak berubah drastis ketika pihak kepolisian menetapkan Hasanah sebagai tersangka penganiayaan.
3. Dilema Hukum: Kasus ini memicu kemarahan publik. Banyak yang bertanya, "Harus seberapa p4r4h seorang wanita dis!ks4 agar perlawanannya dianggap sah sebagai bela diri?" Bela Diri atau Kriminal? Dalam hukum sering dikenal istilah Noodweer (pembelaan darurat). Namun, batas antara membela diri dan "penganiayaan" seringkali menjadi abu-abu di ruang sidang.
Hasanah kini berada di posisi yang sangat sulit: ia selamat dari p3m3rkos44n, namun terancam kehilangan kebebasannya karena mencoba bertahan hidup.
Kisah Hasanah adalah cermin betapa sulitnya posisi wanita di mata hukum saat menjadi korban sekaligus penyintas. Jika membela diri dianggap salah, lantas harus dengan cara apa wanita melindungi dirinya
Netizen minta video versi panjang biar kronologinya terang: moge diduga motong jalur seenaknya, pengendara lain jatuh sampai kecelakaan.
Kalau benar begitu, ini bukan sekadar insiden melainkan ini soal arogansi di jalan.
Tolong viralkan !!!!!
kejadian di jalur cianjur bersangkutan tidak tanggung jawab langsung kabur korban kaka saya alami patah tulang di kaki hari minggu tanggal 8 febuari
Cepet pulih buat korban Semoga diberi keselamatan buat semuanya
Sumber: maulvalenzky
Ada yg gebukin penjual es gabus.
Ada yg tetapin pembela istri korban jambret jadi tersangka.
Mau heran,... tapi anak sekolah cuma lewat motoran, ditembak mati aja difitnah dan dijadiin tersangka. Masih pula konpers pakai barbuk palsu.
Memang udah seterkutuk itu level bejatnya.
Seorang Guru Divonis 5 Tahun Penjara Diduga Hanya Karena Menyentuh Jidat Siswanya yang Demam
5 Tahun Penjara??? Ini anak siapa?
Kebangetan!!! 😭
https://t.co/8ESzMRFY0R
Karena rakyat Iran sedang menuntut hidup lebih bebas, bebas dari rejim agama yang menindas..
Karena itu wajar saja dibunuhi.
Dan banyak yang mengecam twit ini. Dicap antek zionis pula.
Bagi orang2 ini, kebebasan warga, hak bersuara, memang menakutkan.