KADANG, BARANG YANG BELUM DIGANTI BUKAN BERARTI ORANGNYA NGGAK PUNYA UANG.
Lagi naik busway No. 9 arah Cawang.
Di depan gue ada seorang cewek lagi sibuk main HP.
Gue nggak sengaja lihat layarnya.
Kacanya sudah retak.
Muncul banyak garis hijau.
Layarnya kelihatan sudah nggak nyaman dipakai.
Tapi HP itu masih terus dia gunakan.
Terus gue kepikiran.
Kita sering terlalu cepat menilai hidup seseorang cuma dari barang yang mereka pakai.
Padahal mungkin:
Bukan karena dia nggak mau ganti.
Bukan juga karena nggak mampu.
Bisa jadi uangnya sedang dipakai buat kebutuhan keluarga.
Ada tagihan yang harus diselesaikan.
Atau ada mimpi lain yang menurut dia jauh lebih penting.
Semakin dewasa, kita mulai sadar.
Nggak semua orang yang mampu beli memilih untuk membeli.
Kadang mereka cuma sedang berkata ke dirinya sendiri:
“Yang ini masih bisa dipakai. Ada yang lebih penting.”
kopdes melawai catat keuntungan 78 ribu dalam 6 bulan:
- Jadi, rata-rata per bulan = 13.000.
- alasannya karena tidak bisa bersaing
- Lokasinya di tempat komersial (Blok M Hub)
- jadi yang beli kebanyakan masyarakat umum yang lewat
- Susah cari anggota
- Anggotanya minim