๏ธ
๏ธ
๏ธ
"Ayo kita lomba! Yang terakhir sampai di sana, besok harus bawain tas berangkat dan sepulang sekolah."
Lihat, @Nierukti, Gema sudah mulai laru terlebih dulu.
๏ธ
๏ธ
๏ธ
@Nierukti ๏ธ
๏ธ
๏ธ
"Nggak dong, masa aku doain kamu pilek? Nanti kita nggak bisa main lagi."
Lalu matanya mengikuti telunjuk Nira, tempat langganan mereka. Tempat itu cukup ramai, terlihat beberapa orang masih menunggu giliran.
๏ธ
๏ธ
๏ธ
@Nierukti ๏ธ
๏ธ
๏ธ
"Ya udah kalau gitu, tapi kalau pilek jangan nangis, ya?"
Digenggamnya tangan puan sahabat itu sambil mengajaknya sedikit berlari. Malam-malam begini, jalan mulai sepi. Tapi kedua dara ini nekat pergi.
"Beli di mana, sih?"
๏ธ
๏ธ
๏ธ
@Nierukti ๏ธ
๏ธ
๏ธ
Lambaian tangan di seberang sana membuat hati Gema bungah. Lantas ia berlari memeluk Nira.
"Dingin banget, Ra. Beneran kamu mau beli es krim?" Gema berbasa-basi. Kalau pun Nira ajak Gema pergi ke kutub utara, gadis itu mau saja. Asal bersama Nira.
๏ธ
๏ธ
๏ธ
@Nierukti ๏ธ
๏ธ
๏ธ
Gema bukan hanya terlalu berani, tetapi juga nekat. Dan pada saat seperti ini, ia tidak peduli segala sebab rindu sudah sampai di ujung kepala. Buru-buru ia berlari, takut-takut kalau @Nierukti sudah lama menanti.
๏ธ
๏ธ
๏ธ
@Nierukti ๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
๏ธ๏ธ
๏ธ๏ธ
Oke kalau gitu. Kamu ambil jaket, aku tunggu di depan rumahmu, deket pohon mangga. Aku nggak pamit Ibuku, takut nggak dibolehin.
๏ธ๏ธ
๏ธ๏ธ
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
@TamagoPost ๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
MASRURI, nanti kita bicara umur kalau sudah kenalan.
Agenda rutin setiap akhir pekan: nyuci baju segunung.
Kamu punya agenda apa?
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
@Walaraksa ๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
Iya, iya. Maaf, Gat. Kok aku jadi diomelin. Besok aku bawa tahunya. Tapi kamu mau kan?
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
@Walaraksa ๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
Aduh, jadi enak ditawarin gini. Udah malem, sih, Gat. Hehe, si Emak susah dipamitin. Tawarin besok lagi bisa kali, Gat. Pulang tarawih langsung ke sana.
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ