kalian udah tau blom?
Sertu Riza Pahlevi yg menewaskan MHS (15) hanya divonis 10 bln penjara & tidak dipecat dari TNI
ibu korban, Lenny Damanik menangis histeris & minta keadilan untuk anaknya
selain penjara, Riza cuma diminta bayar uang ganti rugi Rp 12,7 jt ke ibu korban
Lah, Andrie Yunus gak diminta untuk disiram. Itu kan ulah dari mereka sendiri.
Kemudian, hukumannya diringankan karena terkena dampak cipratan juga?
Yap, gua yakin memang ini ada perintah.
Dulu saya tanya ke pak Kornas P2G, bagaimana caranya secara hukum, upah minimum guru bisa ditetapkan? Kata beliau, gampang aja, Presiden tinggal buat Peraturan Pemerintah. Tidak perlu UU. Karena sudah ada dasarnya di UU 14/2005.
Bertahun-tahun disuarakan, tidak pernah diwujudkan. Alasannya selalu saja APBN kita gak sanggup. Tiba-tiba terbit PP 115/2025, pegawai SPPG bisa dapat gaji minimum dan status kerja yang jelas.
Masalahnya program MBG pake 20% APBN untuk pendidikan, yang selama ini dianggap tidak bisa menjamin upah minimum guru, tapi bisa untuk pegawai SPPG.
Bagaimana caranya kita menerima ini? Bagaimana caranya tidak depresi? Tuliskan satu kata yang mewakili.
Kalau bukan anggota, ya diusut. Karena meneror rakyat itu jelas perbuatan kriminal.
Lha, Laras dihukum 1 tahun karena dianggap memposting "teror", tapi kalau rakyat yang diteror kok dibiarkan?
#intinyadeh ibu di Kampar, Riau, diduga diintimidasi & anaknya dikeluarin dr PAUD abis posting ttg menu MBG yg dirapel.
Diancam org di telfon, diblg jgn posting2 MBG, nanti hancur krn ulah sendiri.
Dia jawab: berarti saya dibungkam? Harus terima apapun menu & nominalnya?
(1/2)
Jawaban: Tidak harus sawit.
***
Jaman VOC:
1) VOC dukung salah satu putra mahkota penguasa lokal
2) Putra Mahkota jadi sultan atau raja
3) Dapet konsesi atau izin usaha perkebunan atau hak guna usaha di hutan dari penguasa lokal sebagai balas budi
4) Buka hutan, jualin kayunya, jadiin modal buat buka kebun tebu, teh, cengkeh, atau kopi
5) Kebun tebu sama kopi produktif, hasilnya diekspor ke Eropa
6) VOC menjaminkan kebun tebu sama kopi produktif ke bank, dapet pinjaman buat modal lagi, dipakai buat
7) VOC dukung salah satu putra mahkota penguasa lokal
***
Jaman sekarang:
1) Pengusaha dukung calon bupati atau gubernur atau Presiden pas Pilkada/Pemilu
2) Terus kepilih jadi Bupati atau Gubernur atau Presiden
3) Dapet konsesi atau izin usaha perkebunan atau hak guna usaha di hutan dari Bupati/Gubernur/Presiden sebagai balas budi
4) Buka hutan, jualin kayunya, jadiin modal buat buka kebun sawit
5) Kebun sawit produktif, hasilnya diekspor ke luar negeri
6) Pengusaha menjaminkan kebun sawit produktif ke bank, dapet pinjaman buat modal lagi, dipakai buat
7) Pengusaha dukung calon bupati atau gubernur pas Pilkada
***
Komoditas terpenting adalah tanah dan konsesinya.
Di atasnya bisa apa saja yang paling menguntungkan saat itu.
Dulu pala, ganti cengkeh, ganti tebu, ganti teh, ganti kopi, ganti karet, dan sekarang sawit.
Besok-besok ganti lagi kalau sawit udah gak menguntungkan.
Sawit adalah yang paling menguntungkan per hektarnya sekarang.
Makasih lek kamto, tweet anda memperkuat alasan kenapa TNI jangan ngerecokin ruang untuk sipil.
Balik bahas pesawat pesawatan aja lek, segininya banget ngebelain RUU TNI.
Another fact: SKCK itu gak terintergrasi. Misal si A punya catatan kriminal di kantor polisi kampung halamannya, terus pindah ke tempat baru dan bikin KTP di sana, alhasil SKCK-nya bersih. Absolute rubbish.
Ibu gak risih sama diri sendiri dg keadaan seperti itu jadi Menteri?
Ibu jadi Menteri dari jalur apa?
Aku kasihan sekali sama Ibu yg memaksakan diri menjadi Menteri dg kondisi spt itu!