wn. selamat datang kembali, ilse dan iridisha! saya mau sekali punya banyak interaksi sama kamu. dan saya senang bisa merasakan kehangatan lagi setelah sekian lama dari membaca tulisan mu yang ciamik membekas dalam dada itu, terima kasih telah hadir kembali ya!
ilse.
selamat siang, calon kawan! aku ilse, sang pelakon dari sosok iridisha. kami memohon izin untuk memperoleh ajuan pertemanan. barangkali seusainya, kita dapat berbincang kecil-kecilan. nanti jangan sungkan bertegur sapa, ya? terima kasih!
@puaskannyata ⠀⠀
lihatlah semangat juang yang dituturkan oleh gadis muda ini, begitu tersalurkan dengan tulus dari relung hatinya. sekali lagi sanjungan yang dituturkan kepadaku membuatku merasa sangat terhormat. "ah, kamu ini bisa saja!" ...
⠀⠀
⠀
seumpama aku adalah benda plastik yang terkena api, mungkin saat ini aku sudah meleleh. mendapat apresiasi dari salah satu yang ku kira sosoknya jauh lebih muda, membuatku senyam-senyum malu.
⠀
@2DimensiMenfess Selaku penikmat seni dan pelajar seni rupa, Kaylee gemar mengapresiasi. Pandangan terpaku, lamat memusatkan atensi. Ia hayati warna dan nuansa di dalamnya, hingga senyuman lembut terbentuk.
"Lukisan Mas semuanya indah... Andai saya bisa buat lukisan seperti ini."
wn. halo, ilse dan iridisha! tentu, saya dan dipta sangat amat menanti untuk berinteraksi dengan kalian. ngomong-ngomong, ini surat terbuka. anak kamu selalu tampil memukau. terima kasih karena sudah kembali 🫶 tidak sabar baca kisah-kisah dari penulisanmu yang selalu indah itu.
⠀⠀
dengan sepuntung nikotin yang berada disela-sela jemari, aku mendengus. “lanjut s2 kali ya?” sedang bilik imajiku berpikir keras, menimbang satu dua hal yang tak ada jalan keluar.
⠀⠀
⠀⠀
selama kurang lebih lima tahun. cukup lama, sebab sebelum memantapka diri menjadi seorang pelukis, saya sempat bekerja sebagai budak korporat. memangnya kamu sendiri sedang sibuk apa?" @limereinse
⠀⠀
⠀
aku terdiam sejenak, pun mencuri-curi pandang ke arah lain. rasanya, sudah jarang aku mendapatkan kalimat tanya demikian, mereka-mereka selama ini hanya bertanya perihal teknik melukisku. "sejak umur empat tahun, saya rasa."
⠀
⠀⠀
sekarang yang ku tahu, cukup banyak rekan-rekan yang berbakat dalam bidang seni lukis. siapa tahu bila berkesempatan, kami dapat berkolaborasi. yah... mungkin proyek menggambar mural? entahlah. "saya juga pernah pensiun menggambar ...
⠀⠀
@howlcaust wn. kemarin saya pikir cuma starter aja yang tamat, ternyata hidup saya juga nyaris tamat :’) makanya saya masuk ICU. kamu semoga cepat selesai, ya. biar jadi rawat jalan, bukan rawat inap lagi. ✊😔
⠀
adalah dunia mu, kamu akan terus mencobanya tak peduli seberapa banyak kamu akan gagal.” jelasku. “kamu ini juga mendalami seni lukis?” berceritalah tentang dirimu, sebab aku juga ingin tahu. @diregantara .
⠀
⠀
hampir beberapa menit lamanya tenggelam pada ruang pikirku sendiri. mencari jawaban yang mungkin saja menjadi asal muasal seni bernilai. bukan sembarang gumpalan cat yang berada pada pusat kanvas, atau komposisi dari beragam warna.
⠀
@2DimensiMenfess ㅤ
"Kira-kira yang membuat lukisan kita ada nilai seni nya itu apa?" Penasaran dengan jawaban sang pelukis, karena Dirga pernah ditanya begitu oleh ibunya.
ㅤ
⠀
“itu bagus! seberapa baik kamu mengenal lukisan mu, dan bagaimana persepsi dari audiens nanti, keduanya merupakan pencapaian. saya pernah gagal berkali-kali, bahkan hingga saat ini. tapi kalau memang sudah cinta dan merasa hal tersebut …
���
⠀
"dari umur empat tahun, tapi saat itu melukisnya masih pakai ranting kayu!" iya, melukis di atas tanah. mainan bocah seusianya. "kalau ada benda yang bisa dibuat untuk mengukir, menggambar, pasti ada saja idenya haha."
⠀
⠀
gambar kaki seribu yang gunakan topi dan sepatu! tapi saat itu saya hanya gambar 6 kaki! aneh sekali ya kedengarannya?” seiring dengan tawaku yang mereda, aku bertopang dagu. “kamu sekarang sedang sibuk apa, yo? kuliah apa sudah kerja?”
⠀
⠀
begini rasanya tersedak ampas kopi hitam usai mendengar pertanyaan dari ares. nyaris mati, dan panas hingga mata. beruntung kamu segelas kopi ini tidak ku guyurkan pada wajah semi menawan mu, res! "tiba-tiba sekali?!"
⠀
⠀
lihatlah ini, tempat ini adalah pencapaian mu yang sangat luar biasa. saya yakin kamu bisa melalukan banyak hal mengagumkan lainnya sebelum memantapkan diri untuk menikah.” aku beri jeda dengan hela napas panjang. …
⠀