Temen kantor gue, Rendy, mendadak batalin akad nikah 2 minggu sebelum hari H. Padahal baju pengantin udah jadi dan katering udah DP 50%.
Calon istrinya PNS, cantik, dan keluarga mereka udah kenal dekat 3 tahun.
Semua orang ngira Rendy gila.
Tapi alesannya bukan karena ada orang ketiga, melainkan satu lembar kertas rincian gaji yang ga sengaja dia liat di meja calon mertuanya.
Rendy itu tergolong cowok yang lurus-lurus aja. Kerja jadi Senior Graphic Designer di agency tempat gue kerja, gaji 8,5 juta sebulan.
Dia anak kedua dari tiga bersaudara. Bapaknya udah pensiun dan ibunya ibu rumah tangga. Dari gajinya, Rendy rutin nyisihin 2 juta per bulan buat bantu biaya hidup orang tuanya di kampung.
Posisinya aman, tabungan nikah juga udah terkumpul 60 jutaan hasil dia freelance tiap malam.
Calon istrinya, sebut saja Maya. Maya ini PNS di dinas lokal, gajinya sekitar 5 jutaan.
Selama 3 tahun pacaran, hubungan mereka adem ayem. Maya tau Rendy tiap bulan bantu orang tuanya, dan Maya selalu bilang, "Aku kagum sama kamu yang berbakti sama orang tua."
Rendy merasa beruntung banget nemu cewek yang pengertian. Sampai akhirnya, momen lamaran resmi dan persiapan nikah pun jalan.
Semua biaya pernikahan disepakati bagi dua. Rendy pake tabungan 60 jutanya, Maya dan keluarganya nanggung sisanya.
Seminggu sebelum kejadian, Rendy main ke rumah Maya buat nganterin undangan yang baru jadi.
Maya lagi keluar sebentar beli konsumsi, dan Rendy disuruh nunggu di ruang tamu sama calon ibu mertuanya.
Di meja tamu, ada tumpukan berkas keuangan keluarga Maya yang keliatannya baru selesai dihitung.
Awalnya Rendy ga ada niat kepo sama sekali.
Tapi mata dia ga sengaja nangkep satu lembar kertas korat-coret bertuliskan:
"Rincian Keuangan Pasca Nikah Maya & Rendy"
Ketikannya rapi, bertulis tangan rapi khas tulisan ibu mertuanya.
Rendy iseng baca.
Dan di situlah jantung dia rasanya mau copot.
Di kertas itu tertulis anggaran bulanan rumah tangga mereka nanti.
Gaji Rendy (8,5 jt) dan Gaji Maya (5 jt) dijumlahkan total 13,5 juta.
Lalu di bawahnya ada rincian alokasi:
Cicilan rumah & operasional: 6 jt
Tabungan bersama: 2 jt
Dapur & listrik: 2,5 jt
Jatah bulanan Orang Tua Maya: 3 juta
Jatah bulanan Orang Tua Rendy: 0 (Dicoret merah)
Di bawah coretan angka 0 itu, ada catatan kecil bertulis tangan:
"Rendy harus stop kasih uang ke ibunya setelah nikah.
Beban keluarga Rendy bukan tanggung jawab rumah tangga baru.
Gaji Rendy diprioritaskan buat bantu adik Maya yang mau masuk kuliah."
Rendy gemeteran.
Maya yang selama ini keliatan manis dan "pengertian", ternyata udah diskusiin ini dibelakangnya dan setuju sama ibunya.
Pas Maya pulang, Rendy ga langsung marah. Dia coba konfirmasi baik-baik di mobil.
"May, nanti kalau kita udah nikah, aku tetap boleh kan kirim 2 juta buat ibu di kampung?"
Respon Maya luar biasa dingin:
"Duh, Ren... kita kan mau bangun rumah tangga.
Kamu harus realistis dong. Kebutuhan kita banyak, adekku juga mau masuk PTN. Masa kamu masih mau jatah ibumu?"
Di situ Rendy sadar. Maya bukan "pengertian", tapi cuma nunggu momen yang tepat buat mematikan peran Rendy sebagai anak.
Malam itu juga, Rendy ngambil keputusan paling berat di hidupnya.
Dia hubungi keluarga Maya, minta maaf, dan secara resmi membatalkan pernikahan.
Dia ikhlas rugi puluhan juta uang DP katering daripada seumur hidup harus mengorbankan ibunya demi menanggung keluarga orang lain.
Banyak temen kantor yang awalnya nyalahin Rendy karena dianggap impulsif cuma gara-gara urusan uang.
Tapi setelah Rendy cerita versi lengkapnya, ga ada satu pun yang bisa membantah.
Menikah itu emang menyatukan dua keluarga.
Tapi kalau salah satu keluarga menuntut kamu jadi "pahlawan" buat mereka sambil menyuruhmu jadi "anak durhaka" buat orang tuamu sendiri...
Run. It’s not love, it’s exploitation.
All Paid Courses (Free for First 4500 People)
𝗣𝗮𝗶𝗱 𝗖𝗼𝘂𝗿𝘀𝗲 𝗙𝗥𝗘𝗘 (PART - 1)
1. Artificial Intelligence
2. Machine Learning
3. Prompt Engineering
4. Claude,Chatgpt,Grok
5. Data Analytics
6. AWS Certified
7. Data Science
8. BIG DATA
9. Python
10. Ethical Hacking
(72 Hours only )
Like + RT + comment ' Drive '
Must Follow me so I can DM you.
NADIE te explica cómo usar Gemini Pro 3.1 bien.
Reuní +300 Prompts para convertirlo en una máquina de automatización.
(LISTA ACTUALIZADA PARA JUNIO 2026)
Like + RT + sígueme
Comenta “IA” y te los envío por DM.
TEBAK SKOR #TimnasDay! 🦅
🇮🇩 Indonesia vs St. Kitts and Nevis 🇰🇳
SUGBK | Kick-off 20.00 WIB
🎁 Hadiah: 100rb buat 2 orang (@50rb), bebas pilih Bank/e-Wallet 🤙
Syarat simpel aja:
- Repost tweet ini
- Reply tebakan skor kamu (Contoh: Indonesia 3-1 St Kitts)
⚠️ Deadline Sebelum Kick-off
Pemenang dipilih random & dicek timestamp-nya pakai Grok biar adil! (link hasil pilihnya nanti di share di reply)
Capek-capek terbang jauh, senyum lebar, foto penuh hormat ke Donald Trump.
Eh tarif globalnya malah dibatalkan sama Mahkamah Agung Amerika Serikat karena dianggap melampaui wewenang.
Plot twist paling mahal dalam sejarah diplomasi dagang.
🤣🤌
Lacur!!
CANCEL NETFLIX IN 2026.
CANCEL AMAZON PRIME IN 2026.
CANCEL HULU IN 2026.
My laptop is now a free home cinema powered by ChatGPT. No subscriptions. No paywalls.
Here are 7 prompts to build it:
PRESIDEN SAWIT |
TAK PERNAH JADI DANDIM
TAK PERNAH JADI DANREM
TAK PERNAH JADI PANGDAM
______________________________
Seorang yg tak pernah ditempa di jalur "kewilayahan", tak pernah "membaca" denyut nadi warga desa, tak pernah mencium aroma keringat rakyat kecil, lewat hidung Danramil & Babinsa.
Ia tak bersahabat dgn suara sungai di wilayah resor militer, pun ia tak pernah jadi Pangdam, shg ia tak pernah memahami peta wilayah sbg tubuh & ruang yg hidup.
Kewilayahan baginya hanya koordinat di PowerPoint.
Ketika ia datang di panggung krisis ekologis di Sumatera, ia spt tamu negara yg salah alamat, yg hanya membawa bekal naskah pidato, tapi lupa medan.
Bahkan, ia bicara wilayah spt turis bicara kampung, fasih istilah tp fakir pemahaman.
Lalu, yg muncul refleks kekuasaan, bukan kepekaan ruang.
Maka yg lahir berantakan;
• bencana diperlakukan sbg insiden, bukan luka lanskap, rakyat sbg objek bantuan, bukan subjek pemulihan, wilayah sbg peta administrasi, bukan jejaring hidup;
• hutan, deforestasi & korban bencana ekologis jadi sekedar statistik, ruang dan orang direduksi jadi angka, pun manusia jadi variabel.
Ia gagap struktural, di mana pengalaman komandonya terputus dari realitas tanah, sungai, & desa.
Kebijakan²nya pun kerap jatuh spt sepatu bot dalam lumpur, berat, bising, tp tak pernah benar² melangkah.
Namun,
BUKAN KARENA IA TIDAK PEDULI;
tapi krn sejak awal, ia dididik utk menguasai, bukan memahami.
____________
Sayangnya, "wilayah" tak pernah tunduk pd orang yg hanya kenal peta, tanpa pernah menjejak tanah.
.
.
Dan kepada Wapres @gibran_tweet, belajarlah lbh cepat memberi dukungan yg terukur kpd Presiden @prabowo. Contohlah Pak @Pak_JK pada periode pertama @SBY yg perannya dirasakan oleh Pak SBY kala itu. Tp jgn lihat peran Pak JK pada periode pertama Bapakmu @jokowi sebab memang tak ada ruang yg diberikan oleh Bapakmu saat itu. Segera bantu Pak Prabowo. Berhenti pidato berkualitas super melelahkan itu sebab itu makin membebani Presiden. Atau diam saja. Benar-benar diam.
@reza_63@__AnakKolong@PBNU_164@nahdlatululama Sbg ormas yg sejak lama sdh hubbuddunya jauh dr kata zuhud jelas lbh lihai ngelola konsesi. Beda dgn NU, dimana sesepuhnya (mugkin mereka tdk dikenal oleh publik) msh bnyk yg wali, mncintai agama lbh dr dunia seisinya. Makanya konsesi tambang itu "barang panas" dlm kultur NU