Temen-temen..
ini namanya Dimas ayam Frozen jualan aku. Ga beli gpp kok tapi minta tolong bantu RT dagangan aku, siapa tau ada org baik beli dagangan aku. orderanku lagi sepi banget dan stok aku masih banyak tp aku tetep semangat jualan.
Dimsumnya bisa buat Jumat berkah.
Pernah di cobain pak Anies loh♥️
Order via DM ya.
TULISAN INI AGAK PANJANG,
BUAT YANG GAK KULIAH, GAUSAH BACA INI.
Setelah saya pahami lebih dalam, perjalanan akademikh bukanlah perlombaan lari cepat yang garis finish-nya harus seragam bagi setiap orang.
Di tengah kondisi ekonomi yang serba silit saat ini, di mana biaya hidup meroket dan stabilitas finansial menjadi perjuangan harian, presdien hobi plesiran. menunda kuliah S1 atau S2 bukanlah sebuah kegagalan, melainkan kompromi hidup yang realistis dan bijaksana.
Jangan ragu, untuk menata finansial terlebih dahulu, proses ini bisa memberikan memberikan kedewasaan berpikir yang matang ketika kita kembali ke bangku kuliah.
tapi ingat,
kelonggaran waktu ini bukan berarti berjalan tanpa arah.
🌱 Harus lulus S2, sebelum umur 40tahun.
mengunci target untuk menyelesaikan studi S2 sebelum usia 40 tahun adalah langkah stratehis, utk Investasi masa depan.
Saya berpendapat, menyelesaikan S1 dan melanjutkan studi ke jenjang magister tetap memiliki urgensi yang tinggi, baik secara akademik maupun sebagai nilai tawar sosial (social bargaining power).
Secara akademik, S2 menajamkan kemampuan analisis, membuka ruang untuk spesialisasi ilmu yang mendalam, serta sering kali menjadi syarat mutlak untuk akselerasi karier menuju posisi manajerial atau dunia riset.
Di sisi lain, dalam kehidupan bermasyarakat, pendidikan tinggi berfungsi sebagai kapital–magnet sosial yang memberikan kredibilitas instan.
Gibran Raka Earth, SSi, MSi.
begitu orang baca, mereka tau kapasitas akademik kita. shg berpotensi meningkatkan rasa saling menghormati dg audiens baru.
Oleh karena itu, menunda demi mempersiapkan pondasi ekonomi adalah strategi yang cerdas, selama komitmen untuk meraih gelar S2 sebelum kepala empat tetap dijaga demi masa depan yang lebih baik.
Atlet panjat tebing Indonesia, Putra Tri Ramadani, mencetak sejarah dengan meraih medali emas nomor lead pada ajang World Climbing Series Praha 2026.
Tampil sebagai pemanjat keenam, Putra berhasil mencapai titik 43. Raihan tersebut tidak mampu dilewati oleh dua atlet Jepang yang tampil setelahnya, sehingga memastikan dirinya keluar sebagai juara.
Prestasi ini semakin melengkapi dominasi Indonesia di dunia panjat tebing, yang selama ini lebih dikenal berkat kekuatannya di nomor speed.
🎥 World Climbing
#PutraTriRamadani #WorldClimbingSeries
Duka cita mendalam atas meninggalnya
Therry Mully dari duo Jingga bersama @feutomo yang populer lewat lagu “Tentang Aku” (1995). Lagu ini pernah direkam ulang @andienaisyah di album Kinanti (2002), dan direkam ulang Fe untuk film Aruna & Lidahnya (2018)
Situasi saat gempa M7.8 mengguncang Filipina (8 Juni 2026, Pukul 07:32:42 WITA). Didalam video menunjukkan para siswa dan guru berusaha berpegangan ke tanah akibat guncangan hebat yang terjadi saat upacara bendera di Sekolah Dasar Mahayahay, Davao Occidental.
Gempa M7.8 ini merupakan gempa terkuat di tahun 2026 hingga 8 Juni 2026. Laporan sementara terdapat 1 korban jiwa akibat gempa ini.
Video dari DepEd SD Mahayahay
Salam
@infogempadunia
#info #gempa #dunia
Lagi-lagi penemu lokal dibikin mati kutu ama birokrasi sendiri. Profesor Taufik, guru besar elektro di AS, bikin teknologi "DC House" tahun 2010. Sistem ini bisa ngelewatin listrik panel surya langsung ke rumah tanpa inverter mahal. Cocok banget buat desa terpencil karena murah, efisien, dan gak bakal bikin kesetrum.
Niat awalnya emang mulia, dia pengen banget donorin teknologi ini buat pulau-pulau terluar Indonesia yang puluhan tahun gak dapet listrik. Tapi pas ajuin proposal, tanggapan instansi dalam negeri malah sedingin es kutub utara gara-gara ribetnya regulasi ama ketergantungan ama sistem lama.
Pas dicuekin di tanah air, dunia luar malah gercep. Proyek DC House ini dapet kucuran dana riset gede dari Amerika Serikat, bahkan sekarang teknologinya malah dipake massal buat nerangin daerah pelosok di benua Afrika.
Bener-bener siklus kocak yang terus berulang. dicuekin pas berjuang, gak dibantu pas riset, tapi ntar kalo udah sukses di luar negeri baru deh instansi sini sibuk bikin spanduk ucapan selamat wkwk. Minim apresiasi, maksimal birokrasi. 😹
Berikut video analisa saya berjudul "Rakyat gaduh : Presiden Prabowo 1 dari 6 hari berada di luar negeri ? 5 saran saya". Semoga didengar Pemerintah. Silahkan dikomentari, dibahas, disebarkan, dikutip & boleh juga diliput media. Salam, Dr. Dino Patti Djalal
::
Bisa Jadi ini dugaan Listrik mati di Sumatra kemaren.. agar sistim kontrol navigasi aparat tidak berfungsi..tapi intelijen masyarakat luar biasa..😊
#NetizenForce
*Ada udang dibalik Sumatera Gelap total.
••
Guys, lu pada tau gak?
Kalau dulu Indonesia gagal memperjuangkan status sebagai negara kepulauan, bisa jadi laut di antara Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan pulau-pulau lainnya dianggap sebagai perairan internasional.
Bayangin aja. Kapal perang asing, kapal selam asing, atau armada negara lain bisa lewat di tengah wilayah Indonesia tanpa perlu izin khusus. Kedengarannya gila, tapi itu memang ancaman yang pernah dihadapi Indonesia dulu.
Masalahnya, setelah merdeka Indonesia masih memakai aturan warisan kolonial yang cuma mengakui wilayah laut sejauh 3 mil dari garis pantai masing-masing pulau. Artinya laut di antara pulau-pulau Indonesia dianggap laut bebas.
Kalau aturan itu terus berlaku, Indonesia bakal terlihat seperti kumpulan ribuan pulau yang terpisah-pisah, bukan satu negara yang utuh.
Karena itulah pada tahun 1957 lahir Deklarasi Djuanda. Indonesia dengan berani menyatakan bahwa laut yang berada di antara pulau-pulau Nusantara adalah bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah Indonesia.
Tapi masalahnya, mendeklarasikan sesuatu itu mudah. Yang sulit adalah membuat dunia mengakuinya.
Di sinilah muncul dua tokoh penting yang jarang dibahas generasi sekarang. Prof. Mochtar Kusumaatmadja sebagai arsitek hukumnya, dan Prof. Dr. Hasjim Djalal sebagai ujung tombak diplomasi Indonesia di forum internasional.
Tugas Hasjim Djalal bukan main beratnya. Beliau harus berhadapan dengan negara-negara maritim besar yang tentu punya kepentingan sendiri.
Bertahun-tahun beliau bernegosiasi, melobi, berdebat, dan memperjuangkan agar konsep “Negara Kepulauan” diakui dunia.
Perjuangan panjang itu akhirnya membuahkan hasil saat konsep Archipelagic State diakui dalam UNCLOS 1982.
Sejak saat itu dunia mengakui bahwa laut yang menghubungkan pulau-pulau Indonesia adalah bagian dari wilayah kedaulatan Indonesia.
Jadi kalau hari ini kita melihat Indonesia sebagai satu negara utuh dari Sabang sampai Merauke, itu bukan sesuatu yang terjadi begitu saja. Ada perjuangan diplomasi puluhan tahun di belakangnya.
Kadang pahlawan tidak selalu memegang senjata di medan perang. Ada juga yang berjuang di meja perundingan, menghadapi dunia, dan berhasil menjaga kedaulatan Indonesia tanpa melepaskan satu jengkal wilayah pun.
Baru Cincha Laura Kiehl artis yg brani nyenggol kebijakan pemerintah yg morat-marit ky ranjang Teddy.
Dia tegas menyuarakan kesejahteraan & keadilan rakyat yg TIDAK merata sejak kepemimpinan badut gemoy
Artis lainnya masih aman dan tenang berlindung dibalik lagu ok gas.. ok gas...
Kisah ironis dan menyesakkan dada ini dialami oleh seorang Guru Besar Universitas Indonesia bernama Profesor Raldi Artono Koestoer.
Melihat tingginya angka kematian bayi prematur dari keluarga miskin yang tidak mampu membayar biaya sewa inkubator rumah sakit yang sangat mahal, ia menggunakan kecerdasannya untuk merakit inkubator bayi portabel berteknologi canggih namun sangat hemat listrik.
Hebatnya, ia sama sekali tidak mengomersialkan alat penopang kehidupan tersebut, melainkan meminjamkannya secara gratis kepada ribuan ibu miskin di berbagai pelosok daerah.
Namun bukannya diberi medali penghargaan atau dana bantuan riset oleh negara, gerakan mulia sang profesor justru mendapat tamparan keras dari sistem birokrasi.
Pada tahun 2016, pemerintah melalui kementerian terkait mendadak menegur dan mencoba menghentikan operasional peminjaman inkubator tersebut.
Alasannya sangat kaku, alat penyelamat nyawa itu dianggap melanggar aturan karena belum memiliki sertifikat izin edar dan Standar Nasional Indonesia layaknya produk alat medis komersial buatan pabrik raksasa.
Tuntutan untuk mengurus perizinan yang memakan biaya sangat mahal dan proses yang rumit tentu tidak masuk akal untuk sebuah proyek amal yang dijalankan secara swadaya.
Ironi menyedihkan ini sempat memancing kemarahan publik secara luas, memperlihatkan bukti nyata bagaimana sebuah inovasi jenius anak bangsa yang murni bergerak untuk misi kemanusiaan justru nyaris dicekik mati oleh aturan kertas di negerinya sendiri.
Di belakang Hartono Brothers, ada satu nama orang Indonesia yang cukup underrated di balik kesuksesan Como 1907.
Namanya Mirwan Suwarso. Dan dia adalah alasan kenapa Como 1907 musim depan main di UCL.
Sebelum ngurusin klub sepak bola Italia, dia sutradara film. Golden Goal (2011), Merah Putih Memanggil (2017), dua film bertema sepak bola, sebelum akhirnya justru jadi bagian dari cerita sepak bola di dunia nyata.
Dialah tangan kanan keluarga Hartono dalam mengelola Como. Keputusan menaikkan Fabregas dari pelatih tim junior ke pelatih utama lahir dari tangannya dan itu keputusan yang mengubah segalanya. Dia juga yang tegas menolak tawaran Inter Milan ketika Beppe Marotta ingin membajak Fabregas.
Di luar lapangan, dia yang mempresentasikan langsung proyek renovasi total Stadion Giuseppe Sinigaglia bersama Walikota Como. Stadion ikonik di tepi danau itu akan disulap jadi arena kelas dunia, dan sekarang Como lolos UCL, renovasi akan dipercepat agar memenuhi standar ketat UEFA.
Fabregas sendiri pernah secara khusus menyebut peran Mirwan sebagai faktor kunci di balik kenyamanannya melatih Como.
Namanya kini tertera resmi di website Como sebagai President Como 1907. Presiden klub Italia yang baru saja lolos UCL.
Mirwan Suwarso: the man behind the rise of Como 1907.
Meet Nicko Widjaja.
Dia punya semua alasan untuk tidak pulang.
Dia tinggal lebih dari 10 tahun di Amerika, Oregon State, Dominican University, dia kerja di tempat dimana semua uang mengalir di sana yaitu Silicon Valley.
Tapi dia lebih memilih pulang ke Indonesia pada tahun 2003 alih-alih stay di Amerika.
Bukan karena tidak dapat kerja di sana. Tapi karena dia lihat sesuatu yang orang lain tidak lihat waktu itu, Indonesia butuh orang yang mau masuk dan bangun dari dalam.
Karir pertamanya di Indofood. Perusahaan mie instan. Jauh banget dari Silicon Valley.
Tapi dari sana dia mulai susun visinya.
- 2010 dia diriin salah satu venture fund pertama di Indonesia yaitu Systec Ventures senilai $10 juta namun gagal.
- 2014 dia bangun MDI Ventures dari nol buat Telkom dan dalam lima tahun berhasil menjadikannya salah satu VC paling profitable di Asia Tenggara dengan tiga unicorn, dua IPO internasional, dan tujuh exits.
- 2019 BRI minta dia bangun BRI Ventures dan hasilnya sama, dua unicorn, satu IPO di IDX, dan $250 juta dikelola.
Dan di tengah semua itu, dia pilih invest ke TaniHub.
Startup agritech yang mau bantu petani Indonesia jual hasil panen langsung ke pembeli. Bukan ke tengkulak. Bukan lewat rantai distribusi panjang yang makan margin mereka.
Orang yang tinggalkan Silicon Valley demi Indonesia, invest ke startup yang mau bantu petani.
Kalian bisa bayangkan kenapa dia tertarik.
TaniHub bangkrut 2022.
Dan September 2025 Nicko ditahan. Jaksa sebut investasi $5 juta ke TaniHub itu korupsi. Padahal semua prosedur sudah dijalankan, due diligence, rapat direksi, komite berlapis, tidak ada yang dilewati.
Startupnya gagal. Dan kegagalan itu sekarang dianggap kejahatan.
21 Mei 2026, jaksa tuntut 11 tahun penjara.
Dari dalam rutan, dia tulis surat tangan:
"Tidak ada penyalahgunaan wewenang. Tidak ada konflik kepentingan. Tidak ada kickback, tidak ada keuntungan pribadi, tidak ada niat jahat."
Gue tidak tahu dia bersalah atau tidak. Itu urusan hakim.
Tapi coba bayangkan sebentar.
Orang yang punya pilihan tinggal di Silicon Valley, memilih pulang. Orang yang sudah gagal sekali dengan dana $10 juta, tidak menyerah dan balik lagi. Orang yang bisa invest ke startup tech yang aman dan menguntungkan, memilih invest ke startup yang mau bantu petani.
Setiap keputusan dalam hidupnya menunjuk ke satu arah yang sama, dia mau bangun Indonesia dari dalam.
Dan sekarang dia duduk di Rutan Cipinang, dituntut 11 tahun, gara-gara satu investasi yang gagal, yang semua prosedurnya sudah dijalankan, yang tidak ada satu sen pun masuk ke kantong pribadinya.
Di negeri yang katanya butuh lebih banyak orang seperti dia.😔🙏
Hot takes:
Pelayanan publik harusnya emang gak libur weekend. Hanya libur saat hari libur nasional + cuti bersama.
Melayani cuma saat weekdays mah beban buat ekonomi. Ada orang yang kerja feenya harian kalau cuti buat ngurus gini artinya pelayanan publik lagi ngerem ekonomi.
ini pidatonya bagus banget serius. mimin coba bantu rangkumin isi pidato yang 11 menit yg isinya daging semua ini
>Anies buka pidatonya dengan nostalgia kecil. Dia cerita UGM jadi tempat emosional buat dia karena area GSP dulu lapangan bola tempat dia main waktu kecil. buat dia hadir di wisuda UGM bukan cuma acara formalitas aja tapi semacam pulang ke tempat yg punya banyak memori.
>Lanjut dia, wisuda memang jadi hari yg luar biasa untuk banyak org, tapi besoknya semua bakal balik ke realita. menurut dia ujian hidup yg sebenarnya bukan terjadi di momen spesial kayak wisuda tapi justru di hari-hari normal yg dijalanin terus-menerus.
A massive fire is burning in a gas pipeline following an explosion this morning in Gampong Blang Rubek, Lhoksukon District, North Aceh Regency, Aceh Province, Indonesia 🇮🇩 (May 22)