@dsuperboy Tenang saja, aku tidak akan mengejarmu lagi. Aku akan duduk dengan baik-baik disini. Aku lelah mengikuti kamu yang terus berlari. Aku lelah memahami kamu yang tidak pernah memberikan sesuatu yang pasti. Salahku memang yang terlalu cepat percaya pada perasaanku. @dsuperboy
kita tak lagi merasa saling menginginkan meski mungkin saja dalam hati terdalam masih ada getar. aku berdamai dengan diriku yang kalah dalam pertarungan mempertahankanmu. aku menjadi pejalan yang pulang bukan lagi menujumu.
Seiring waktu, “Kamu mau jadi apa?” akan berganti menjadi “Keluargamu mau dikasih makan apa?”
.
Hidup memang pahit, mimpi mesti mati. Semoga kita selamat
@FiersaBesari Terpergok kau yang selalu pertama melihat story whatsapp-ku tanpa pernah lagi berkomentar. Kenapa memiliki kontak whatsapp-nya sekarang bisa se-bisu ini?
@FiersaBesari Dulu, disini kita pernah duduk bersama, nunggu adzan maghrib bersama, biar kita bisa buka puasa bersama, cukup senang saja saat itu.
Sekarang, disini aku nunggu adzan maghrib (lagi), sementara kau, duduk sembari nunggu adzan maghrib, Bersamanya.
-Semoga puasamu hari ini Lillah.
Terimakasih sudah mengajarkan kepada saya, bahwa tidak semua yang namanya "berteman dekat" itu tulus. Ternyata kedatanganmu selama ini hanya sebatas karena kamu merasa "kesepian" saja. Ketika sudah senang, bersamanya kamu pergi tanpa sedikitpun mengingat saya.
Rakit Merupakan rumah adat yang berasal dari Bangka Belitung. Dibangun diatas sungai dan mirip seperti rakit rumah adat ini sangat populer dikota palembang. Alasan dibangun diatas sungai… https://t.co/Syv8rGATfP