Astaga, ternyata Dasar Hukum Pajak tidak dikenakan Pajak atas Duit MBG itu cuma SURAT EDARAN KEPALA BADAN?
SURAT EDARAN INTERVENSI KE UNDANG-UNDANG
Bisa buat Judul Thesis atau minimal Skripsi ini 🤣
Sebenarnya bagaimana mengurai benang kusut kebijakan MBG?
Dalam Satu Meja The Forum Kompas TV, @media_askar (perwakilan MBG Watch sekaligus Director Kebijakan Fiskal @celios_id) mengurai hasil penelitiannya atas program MBG.
Berikut seluruh kutipannya yang kaya akan data
Jokes that are haram in islam!
1. Jokes about skin color.
- (Surah Al Hujurat 49:13)
2. Jokes about Height.
- (Surah Al Hujurat 49:11)
3. Jokes about Religion.
- (Surah Al Tawbah 9:65-66)
4. Jokes about death.
- (Sahih Al Bukhari 1393)
5. Mocking or insulting people
- (Surah Al Hujurat 49:11)
6. Scaring people as a prank
- (Abu Dawud 5004)
7. Offensive nicknames
- (Surah Al Hujurat 49:11)
Habis baca perjanjiannya, ini gila sih... Amerika dibabat habis di meja perundingan!
Poin-poin kesepakatan antara Iran-Amerika:
- Amerika akan membayar pampasan perang/ganti rugi kepada Iran sebesar $300 miliar dolar (Rp5.400 triliun) atau setara dengan 40 tahun MBG. Iran menang banyakkk 😭😭
- Amerika setuju untuk tidak menambah personil di kawasan Timur Tengah dan membolehkan Iran mengelola nuklirnya untuk tujuan damai.
- Semua sanksi terhadap Iran dicabut, mulai dari sanksi ekonomi, perdagangan, sanksi DK PBB, dan resolusi IAEA.
- Produk minyak dan gas Iran bebas dijual, termasuk juga pembebasan transaksi bank-bank Iran.
- Amerika akan menghentikan pembekuan aset-aset Iran di luar negeri, artinya Iran akan segera memperoleh keuntungan bisnisnya dari luar negeri.
Asli, baru pertama kali ini ngeliat perjanjian Amerika vs. negara lain tapi Amerikanya yang harus ngalah banyak😭😭
Ini baru riil negara yang ditakuti asing 😭 BRAVO IRAN!
Gue umur 30 dengan gaji puluhan jt++ dan masuk top 1% di Bibit. Gue kerja dan tinggal di luar negeri.
Tapi ini bukan konten flexing.
Sengaja gue taruh angka di atas dan pasang foto di bawah buat hook.
Tujuannya simpel: gue mau menyaring audiens yang punya reading comprehension bagus dan beneran minat buat belajar.
Gue bisa ada di posisi sekarang karena rejeki, bener. Tapi di sini gue bahas ada pola, sistem, dan strategi yang gue jalanin. Kalau lu suka bahas hal-hal seputar psikologi marketing, data, finansial, sampai taktik korporat, follow akun ini karena gue bakal sering sharing hal ginian.
Ini 3 fondasi utama yang bawa gue ke posisi sekarang:
1. Kerja itu liat market demand
Banyak orang terjebak kerja rodi 12 jam sehari tapi kariernya mandeg. Kenapa? Karena mereka nawarin skill yang suplly-nya banyak, tapi demand-nya dikit. Hukum pasar itu mutlak.
Gue selalu ngeliat diri gue sebagai "produk".
Sebelum gue jual ke perusahaan, gue riset dulu:
Skill apa yang lagi dibutuhkan.
Ketika lu punya keahlian yang langka dan sangat dibutuhkan (misalnya di bidang pengelolaan data dan efisiensi sistem), lu bergaining power tinggi buat nentuin harga (gaji). Cari sweet spot antara apa yang lu bisa dan apa yang pasar berani bayar mahal.
2. Jangan Pelit Investasi ke Otak Sendiri
Banyak orang rela keluar jutaan buat lifestyle atau barang yang menyusut nilainya, tapi begitu mau beli buku, ikut course, atau bayar mentor seharga ratusan ribu, mikirnya tujuh keliling. Itu keliru.
Leher ke bawah itu punya batas buat nyari duit, tapi leher ke atas (otak) itu aset terbaik yang punya return on investment (ROI) tanpa batas.
Pengalaman gue, modal ratusan ribu buat belajar satu skill spesifik atau framework berpikir baru, bisa balik modal jadi puluhan juta lewat kenaikan gaji atau peluang karier baru. Upgrade kapasitas otak lu, maka otomatis nilai pasar lu ikut naik.
3. Belajar Investasi (Bukan Cuma Naruh Duit, Tapi Paham Sistemnya)
Masuk top 1% di bibit bukan hasil dari tebak-tebakan atau ikut-ikutan tren fomo. Investasi itu soal konsistensi dan pemahaman makro.
Kalau lo kerja doang tanpa investasi itu seperti mendayuh di kapal yang bolong.
Lu harus paham kapan saatnya defensif, kapan harus agresif, dan aset apa yang cocok buat amankan nilai kekayaan lu jangka panjang.
Do not marry your instrument.
Jangan cuma asal taruh duit terus berharap kaya mendadak. Pahami dulu cara kerja instrumennya, bangun dana darurat yang kuat, baru kelola portofolio.
Gw baru sadar kalau dugaan rantai masalah di balik blackout Sumatra dan pemadaman bergilir di Jawa ternyata jauh lebih kompleks dari sekadar “gangguan teknis”.
Kalau ditarik benang merahnya, kira-kira alurnya begini:
1. Harga batu bara global turun karena oversupply.
Buat negara eksportir seperti Indonesia, harga yang turun berarti penerimaan negara dari sektor komoditas juga ikut tertekan.
2. Muncul kebijakan untuk menekan produksi.
Logikanya sederhana: kalau pasokan dikurangi, harga bisa lebih terjaga.
Di atas kertas masuk akal.
3. Masalah mulai muncul ketika kebutuhan dalam negeri tetap jalan.
PLN tetap butuh batu bara buat menghidupkan PLTU.
Listrik tetap harus nyala.
Pabrik tetap harus beroperasi.
Kebutuhan energi tidak ikut turun hanya karena produksi tambang dikurangi.
Di saat yang sama ada aturan DMO.
4. PLN mendapatkan batu bara dengan harga yang ditetapkan pemerintah dan jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Nah di sinilah insentif mulai bertabrakan.
Dari sudut pandang pengusaha tambang, pilihan bisnisnya jadi cukup jelas.
Jual ke PLN dengan harga yang dibatasi.
Atau jual ke pasar dengan harga yang lebih tinggi.
Kalau selisihnya besar, dorongan untuk mengejar pasar jelas lebih kuat.
Akibatnya pasokan yang dibutuhkan PLN berpotensi makin ketat.
Kontrak makin sulit.
Cadangan makin tipis.
Risiko operasional mulai meningkat.
Dan ketika rantai ini terus berjalan, yang muncul di hilir bukan lagi isu batu bara.
Yang muncul adalah listrik padam.
Masyarakat cuma melihat lampu mati.
Padahal akar masalahnya bisa jadi berasal dari keputusan yang dibuat jauh di hulu.
Yang bikin gw agak kepikiran, keputusan soal kuota produksi, DMO, harga acuan, kontrak pasokan, semuanya terdengar sangat teknokratis.
Tapi efek akhirnya bisa sampai ke rumah rakyat.
Bisa sampai ke pabrik.
Bisa sampai ke UMKM.
Bisa sampai ke orang yang bahkan gak pernah baca berita energi sekalipun.
Kalau dugaan rantai masalah ini memang mendekati kenyataan, berarti yang sedang kita lihat bukan sekadar masalah PLN atau cuaca.
Ini contoh bagaimana satu kebijakan komoditas bisa menciptakan efek domino ke sektor energi.
Negara ingin harga komoditas terjaga.
PLN ingin pasokan aman.
Swasta ingin margin terbaik.
Masyarakat ingin listrik tetap nyala.
Masalahnya, empat tujuan itu tidak selalu berjalan searah.
Dan ketika salah satu bagian mulai bergeser, efeknya bisa merambat ke mana-mana.
Seperti biasa, yang paling jauh dari ruang rapat sering kali jadi yang paling dekat dengan dampaknya.
Ya inilah risiko berbisnis di Indonesia. Kepastian hukum dan regulasi selalu gak jelas karena pemerenta jarang mikir bener.
Gak cuma mitra MBG yang dicepuin pemerenta. Hyundai yang bikin pabrik Ioniq aja gak dapet insentif moblis padahal pabrik dah jadi😂
China bangun smelter nikel sekarang RKAB dikunci dan bikin bisnisnya sulit
Ya gitu lah pemerenta
Siang ini BI naikin suku bunga lagi jadi 5,75% demi Rupiah gak makin anjlok. Banyak yg protes soal bunga cicilan khususnya KPR ya
Tapi selama proses belajarku di makroekonomi, kebijakan moneter kek BI ini selalu tentang trade-off (kompromi)
Gak ada tombol ajaib utk buat Rupiah kuat, barang murah, dan cicilan KPR rendah dalam waktu bersamaan di tengah krisis global dan kondisi ekonomi di negara sendiri yg kurang baik
Gabungan Pengusaha Makan MBG MENOLAK Surat Edaran dari Menteri Keuangan yang memutuskan untuk mengurangi anggaran program (proyek) MBG.
Belum dapat untung gede yang bisa membuat kaya raya rupa nya..
Itu anggaran dari uang rakyat bukan dr uang nenek lu !
Bloomberg mempublikasikan artikel menarik dengan judul yang menggugat tanya: Bagaimana Lingkaran Presiden Prabowo Membuat Investor Resah?
Ada lima poin penting dari artikel Bloomberg yang bisa kita rangkum, antara lain,
Kepanikan Pasar dan Ancaman Pelemahan Rupiah
Pasar keuangan Indonesia mengalami tekanan hebat setelah nilai tukar Rupiah sempat menembus Rp18.000 per dolar AS pada awal bulan ini. Kondisi tersebut memaksa Bank Indonesia (BI) mengambil langkah darurat berupa intervensi pasar dan kenaikan suku bunga untuk meredam kepanikan.
Bloomberg mencatat bahwa ketakutan terbesar di kalangan elit pemerintah saat ini adalah skenario terburuk jika Rupiah terus melemah hingga menyentuh angka Rp20.000 per dolar AS. Jika hal itu terjadi, hiperinflasi dan lonjakan beban utang negara dalam dolar tidak bisa dihindari, yang berpotensi memicu eksodus besar-besaran dana investor asing.
========
Dominasi "Hambalang Boys" di Lingkaran Presiden
Terjadi pergeseran kekuatan di ring satu Istana dengan munculnya kelompok ajudan muda yang dijuluki "Hambalang Boys". Kelompok ini dulunya hanya bertugas mengurus jadwal, tetapi kini memiliki kekuatan luar biasa untuk mengontrol arus informasi ke Presiden. Kelompok ini bahkan tak segan memotong pembicaraan birokrat senior di depan umum.
Bloomberg menyebutkan bahwa dinamika arus informasi ini diperparah oleh karakter Presiden yang dikabarkan tidak suka mendengar kabar buruk. Sehingga para bawahan kerap menyaring informasi krusial agar tidak memicu kemarahan. Akibatnya, Presiden sering kali mengambil keputusan strategis berdasarkan informasi yang tidak utuh atau masukan sepihak dari lingkaran terdekatnya ini.
========
Sindrom "TACO" dan Kebijakan yang Impulsif
Gaya pembuatan kebijakan saat ini dinilai sangat impulsif, jauh berbeda dengan era Jokowi yang terbiasa membahas detail regulasi berjam-jam bersama para menteri dan pakar. Kalangan pebisnis di Jakarta bahkan menyebut pemerintahan sekarang mengidap sindrom "TACO" ala Donald Trump, yakni kecenderungan untuk membatalkan kebijakan secara mendadak jika dirasa terlalu mengundang penolakan.
Contoh nyatanya adalah penutupan mendadak gerai mewah Tiffany & Co. atas dugaan pelanggaran impor, yang langsung dibuka kembali dua hari kemudian setelah menuai kebingungan publik dan cecaran birokrasi. Inkonsistensi semacam inilah yang paling dibenci oleh pasar, karena investor bisnis sangat membutuhkan kepastian hukum dan arah eksekusi yang konsisten
========
Goyangnya Kursi Menteri Keuangan
Posisi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ini sedang berada di "kursi panas" karena gaya komunikasinya dinilai sering mengasingkan investor internasional. Di tengah desakan pasar, Indonesia disebut sangat membutuhkan sosok Menteri Keuangan yang kredibel dan berani berkata "tidak" kepada Presiden demi menjaga pilar disiplin fiskal negara.
Rumor perombakan kabinet pun berhembus kencang, dengan nama Chatib Basri dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin santer dibicarakan sebagai kandidat kuat pengganti Purbaya. Bahkan, sumber-sumber Istana menyebut sedang disiapkan skenario "soft landing" bagi Purbaya untuk dipindahkan menjadi petinggi BUMN atau Gubernur BI agar pergeseran ini tidak terlalu memicu kepanikan tambahan.
========
Beban Proyek Raksasa dan Taruhan Ideologi Ekonomi
Pemerintahan baru ini sangat berambisi mengeksekusi program-program raksasa yang sarat warisan ideologi keluarga, seperti makan bergizi gratis dan pembentukan sovereign wealth fund (Danantara). Sayangnya, eksekusi di lapangan sering kali tersandung masalah fundamental, seperti pemecatan petinggi program makan gratis akibat dugaan korupsi yang kemudian malah digantikan oleh sosok tanpa pengalaman mengelola anggaran triliunan.
Meskipun Danantara baru-baru ini sukses meraup $1,5 miliar dari obligasi global dan dukungan masyarakat akar rumput masih kuat, ketidaksiapan manajerial ini dilihat sebagai bom waktu oleh kalangan elite. Pada akhirnya, pasar/investor sebenarnya bisa menoleransi kebijakan yang sulit, asalkan pemerintah mampu mengomunikasikannya dengan transparan dan meminimalisasi ketidakpastian.
========
Secara umum, kita bisa menangkap bahwa PR terbesar pemerintah saat ini bukan sekadar merumuskan dan mengeksekusi program yang bagus. Tetapi juga mengembalikan kepercayaan dengan eksekusi yang konsisten, transparan, dan tidak reaktif.
Pertanyaannya sekarang, apakah wajar investor merasa resah dengan dinamika kebijakan ekonomi Indonesia, atau semua ini sekadar fase adaptasi pemerintahan baru saja?
se-indonesia sedang ter-choky-choky saat ini🔥
soal NGOLAH, abangda ini JUARANYA🙌🏆
BREAKDOWN nya kurang lebih gini:
- pas baru sampe, kasih salam✅
- kalo bingung lawan bicaranya siapa dan siapa yg harus disapa duluan, pura2 tanya siapa yg lebih tua di kelompok itu✅
- tipis2 ngeluarin bahasa daerah sesuai lawan bicara, dalam hal ini sunda✅
- sedikit tdan tipis2 memuji sembari menyapa ke lawan bicara✅
- walaupun baru masuk obrolan, tapi berhasil gak bikin kikuk di grup baru itu tadi✅