gue udh di point ngehindar baca whats going on with my own country… kek yaudah gpp dikatain apatis, gue ga sanggup banget bisa innalillahi gue kalo update :’)
Just curhat sksksk
Ada satu hal yang menurut gue masih sering banget disalahpahami tentang masyarakat queer: being attracted to a gender doesn’t mean being attracted to every person of that gender.
Seseorang yang tertarik pada perempuan bukan berarti dia otomatis tertarik pada semua perempuan. Seseorang yang tertarik pada laki-laki juga bukan berarti setiap laki-laki yang dekat dengannya adalah potential partner. Sexual orientation menjelaskan gender atau kelompok orang yang memungkinkan seseorang punya ketertarikan, bukan berarti semua orang dalam kelompok tersebut otomatis menarik bagi mereka.
Tapi entah kenapa ketika konteksnya queer, batasan sederhana ini sering hilang. Kedekatan antara dua orang queer bisa langsung diasumsikan sebagai ketertarikan romantis atau seksual. Bahkan ketika melihat pasangan queer, pembicaraan sering kali dengan cepat bergeser ke kehidupan seksual mereka.
Padahal queer people are people first. Mereka juga punya boundaries, preferences, emotional needs, cara mencintai, cara membangun hubungan, dan bentuk intimacy yang nggak selalu berkaitan dengan seks.
Maybe we should stop looking at queer relationships through a purely sexual lens. Karena menjadi queer bukan berarti kehidupan seseorang otomatis menjadi konsumsi seksual publik. Queer identity is much bigger than who someone sleeps with.
gw tau itu cuitannya mah oon mau ngatain tapi gw harap kalian yang queer dan ally paham kalau asexual is a spectrum :] someone can get married and still be asexual
Why r we talking abt abortion and ur first thought is “cowo pasti seneng”???? Like, no, hak aborsi ada di tangan perempuan, bukan “laki laki yg tinggal nyuruh aborsi aja” why r u purposely being dumb? Yes abortion is risky and thats why we advocate for a legal and safe practice
Wajar mereka marah & nyorot, karena ini karhutla beneran mempercepat pelepasan emisi karbon (entah berapa m3). Iklim makin random, cuaca makin ga bisa diprediksi. Ujung2nya bisa ngefek ke global food supply. 💀
kalau kita punya new knowledge, gapapa banget tau unlearn hal hal yang dulu itu. lo ga jadi kontradiksi sama diri lo sendiri, atau jadi hypocrite. you just grow to be a better person. you know now.
bisa mentally dan financially afford untuk kabur keluar negeri sama pacar gue dan leave this whole fuck up country, maybe not live happily ever after bcs it’s kinda utopian… but at least GA DI INDONESIA.
udah beberapa kali dapet pasien yang “yah in this economy dok..” “ya gimana ya dok sekarang situasinya gini..” proof that our political situation CAN and WILL berefek sama your MENTAL HEALTH
Gue berdoa semoga semua roh leluhur, roh pohon, roh bumi, roh klan-klan asli dan segala primordial entities yang bersemayam di hutan-hutan yang terbakar ini murka dan mengirim apinya ke senayan dan medan merdeka pas semua pejabat lagi rapat.